Suara.com - Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto mengakui, partainya memunyai pandangan berbeda dengan Presiden Joko Widodo dalam wacana pemberian vonis hukuman mati untuk para koruptor.
Hasto mengatakan, PDIP lebih setuju koruptor divonis dimiskinkan oleh negara dan sanksi sosial berat lainnya. Sebab hukuman mati tidak sejalan dengan nilai Pancasila.
"PDIP merasa dengan jalan koruptor dimiskinkan, jauh lebih relevan mengingat kita juga terikat dengan konvensi-konvensi nasional yang menghapuskan hukuman mati," kata Hasto di Kantor DPP PDIP, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (11/12/2019).
Selain dimiskinkan atau dipenjara seumur hidup, Hasto mengakui pencabutan hak politik juga jalan baik untuk menghukum koruptor serta membuat efek jera kepada pejabat lain.
"Jadi PDI Perjuangan menyetujui sanksi yang seberat-beratnya seperti pemiskinan terhadap koruptor bahkan sanksi sosial, tetapi untuk hal sifatnya terkait hak hidupnya, itu harus dipertimbangkan matang," ujar Hasto.
Sebelumnya, Presiden Jokowi mengakui belum ada penerapan hukuman mati untuk para koruptor. Namun, aturan itu bisa diterapkan untuk koruptor dana anggaran penanggulagan bencana alam.
Berita Terkait
-
ICW: Jokowi Inkonsistensi Soal Hukuman Mati Koruptor
-
Wapres Ma'ruf Amin: Hukuman Mati untuk Koruptor Dibolehkan Agama
-
Amnesty International: Jokowi Cuma Cari Simpati Mau Hukum Mati Koruptor
-
Pengamat: Jokowi Mau Hukum Mati Koruptor, Tapi KPK Dilemahkan
-
Wakil Ketua KPK: Hukuman Mati untuk Koruptor itu Cerita Lama
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 4 Mobil Kecil Bekas 80 Jutaan yang Stylish dan Bandel untuk Mahasiswa
- 5 Rekomendasi HP Rp1 Jutaan untuk Ojol, RAM 8 GB dan Baterai Awet
Pilihan
-
Isu Reshuffle untuk Singkirkan 'Orang Jokowi' Berhembus, Ini Jawaban Tegas Mensesneg
-
Sudah Rampung 90 Persen, Prabowo Segera Teken Dokumen Tarif Trump
-
Selamat Jalan Eyang Meri, Pendamping Setia Sang Jenderal Jujur Kini Beristirahat dengan Damai
-
Sosok Meriyati Roeslani, Istri Jenderal Hoegeng yang Meninggal pada Usia 100 Tahun
-
Istri Jenderal Hoegeng Meninggal di Usia 100 Tahun, Dimakamkan Besok
Terkini
-
Kewenangan Polri Terlalu Luas? Guru Besar UGM Desak Restrukturisasi Besar-Besaran
-
Keppres Adies Kadir jadi Hakim MK Sudah Diteken, Pelantikan Masih Tunggu Waktu
-
Isu Reshuffle untuk Singkirkan 'Orang Jokowi' Berhembus, Ini Jawaban Tegas Mensesneg
-
Kabar Krisis Iklim Bikin Lelah, Bagaimana Cara Mengubahnya Jadi Gerakan Digital?
-
Anggota DPR Tanya ke BNN: Whip Pink Mulai Menggejala, Masuk Narkotika atau Cuma Seperti Aibon?
-
Lisa BLACKPINK Syuting di Kota Tua, Rano Karno: Bagian dari Proyek Raksasa Jakarta
-
Saat Daerah Tak Sanggup Bayar Gaji ASN, Siswa SD di NTT Menyerah pada Hidup Demi Buku Tulis
-
Inilah 7 Fakta Mengejutkan dari Skandal Epstein: Pulau Pedofil hingga Daftar Nama Elite Global
-
Istana Wapres IKN Rampung 100 Persen: Kemegahan Rp1,4 Triliun Berkonsep 'Huma Betang Umai'
-
Selamat Jalan Eyang Meri, Pendamping Setia Sang Jenderal Jujur Kini Beristirahat dengan Damai