Suara.com - Dekorasi dan berbagai ornamen unik kerap menghiasi gereja khususnya menjelang hari raya natal. Seperti yang ada di gereja Santo Yoseph, Matraman, Jakarta Timur.
Uniknya, pengurus gereja Santo Yoseph menggunakan barang bekas sebagai bahan dasar untuk membuat dekorasi.
Pantauan Suara.com pada Selasa (24/12/2019), barang bekas digunakan untuk membuat pohon natal dan diorama tempat kelahiran Yesus Kristus. Lokasinya tepat berada di dekat pelataran panggung utama gereja tempat misa akan dilakukan.
Untuk pohon natal, barang bekas yang digunakan adalah botol minum plastik. Botol plastik disusun bertingkat dan membentuk pohon yang serupa kerucut.
Botol yang digunakan di tingkat paling bawah merupakan ukuran 1,5 liter. Sementara sisanya adalah ukuran sedang.
Tiap botol diisi air berwarna-warni tapi berurutan. Botol paling bawah yang dijejerkan diberi air warna biru. Selanjutnya di atasnya putih, lalu berurutan merah, hijau, kuning, merah, hijau, cokelat, dan terakhir di puncaknya berwarna kuning.
Setelah itu botol yang sudah disusun ini dililitkan dengan lampu berwarna dan hiasan khas natal lainnya. Ketika lampu di pohon natal ini dinyalakan, air dalam botol bekas itu membiaskan cahaya warna-warni.
Selanjutnya barang bekas juga digunakan untuk membuat diorama goa tempat kelahiran yesus. Bahan yang paling banyak digunakan adalah kardus dan koran.
Kardus dibentuk bulat dan dililit koran serta dicat warna putih hitam agar menyerupai seperti batu. Setelah itu batu disusun sedemikian rupa agar seperti goa.
Baca Juga: Libur Natal, Hari Ini Ganjil Genap di Jakarta Ditiadakan
Lebih lanjut, kardus juga digunakan sebagai dasar penyangga batu yang ditempelkan. Ada juga peti bekas yang dijadikan rangka di panggung diorama ini.
Sebagai ornamen tambahan, ada juga tumbuhan-tumbuhan dengan potnya di sekitar diorama. Tentunya patung Yesus dan bunda Maria dan beberapa hewan disusun di atas diorama.
Sekretaris DPH Gereja Santo Yoseph Rizal Rosano mengatakan nantinya diorama dan pohon natal dari barang bekas ini akan menjadi sorotan saat pendeta mengangkat bayi Yesus yang menandai kelahirannya.
"Jadi, kita gambarkan ini sebagai tempat kelahirannya Tuhan Yesus. Jadi dalam Deorama ini mungkin kadang-kadang kita ada berupa kandang, ada berupa goa," ujar Rizal di lokasi, Selasa (24/12/2019).
Barang-barang bekas itu kata Rizal, dikumpulkan oleh umat nasrani yang berasal dari jamaat gereja dan warga sekitar. Ia juga membentuk panitia khusus dekorasi natal yang menyusun konsep dekorasi.
"Kita koordinasi sama umat, umat-umat di sekitar. Jadi ada kepanitiaan yang bertugas mengumpulkan itu. Tim dekorasi," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi HP POCO RAM Besar dan Kamera Bagus, Cek di Sini!
- Promo Alfamart Hari Ini 30 April 2026, Tebus Suka Suka Diskon 60 Persen
- 5 HP Terbaru 2026 Baterai Jumbo 10.000 mAh: Tahan 3 Hari, Performa Kencang
- 5 Sepatu Lari Diadora Diskon 50 Persen di Sports Station, Harga Jadi Rp200 Ribuan
- 5 Cushion Matte untuk Menutupi Bekas Jerawat dan Noda Hitam, Harga Terjangkau
Pilihan
-
Teror di London: Penembakan Brutal dari Dalam Mobil, 4 Orang Jadi Korban
-
RESMI! Klub Milik Prabowo Subianto Promosi ke Super League
-
Dibayar Rp50 Ribu Sebulan, Guru Ngaji di Kampung Tak Terjamah Sistem Pendidikan
-
10 Spot Wisata Paling Hits di Solo 2026: Paduan Sempurna Budaya, Estetika, dan Gaya Hidup Modern!
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
Terkini
-
Wamendagri Bima: Generasi Muda Harus Siap Pimpin Indonesia Menuju Negara Maju
-
Wamendagri Bima Arya Nilai Pacitan Berpotensi Jadi Kota Wisata Unggulan
-
Groundbreaking Mapolda DIY, Kapolri Dorong Pelayanan Polisi Berbasis AI dan Data
-
Siapa yang Salah? Polisi Periksa 31 Saksi Terkait Kecelakaan Beruntun KRL vs Argo Bromo
-
Dukung Asta Cita Prabowo, TNI dan Masyarakat Tanami Jagung Lahan 2 Hektare di Cibeber
-
MBG Tak Boleh Anti Kritik, APPMBGI Usul BGN Bentuk Tim Independen Awasi Program
-
Meski Masih Macet, Jakarta Dinobatkan Jadi Kota Teraman Nomor 2 di ASEAN
-
Bantargebang Dibatasi Mulai 1 Agustus, Pramono Segera Temui Menteri LH Bahas Sampah
-
Cuma Jadi Penyerap Dampak Konflik, Indonesia dan ASEAN Dinilai Tak Punya Daya Tawar
-
Geger Kabar Menkeu Purbaya Dirawat di RS, Wamenkeu Buka Suara Soal Kondisi Terkini