Suara.com - Sedikitnya 500 rumah di 6 RT Kampung Makassar, Jakarta Timur, terendam banjir setinggi 1,5 meter sampai 2,5 meter, Rabu (1/1/2020).
Berdasarkan informasi warga, ratusan rumah tersebut sudah terendam anjir sejak Rabu dini hari pukul 02.00 WIB.
Ketua RW 7 Kampung Makasar Nyoto HS mengatakan, wilayahnya termasuk yang terparah terkena banjir akibat hujan pada hari pertama tahun 2020.
"Yang terendam banjir itu rumah-rumah di RT 4 sampai RT 9. Paling parah itu di RT 6, 7, 8, dan 9, ketinggian air sampai 2 meter. Kalau rumah-rumah yang dipinggiran kali, tinggi air bisa 2,5 meter. Total 500 rumah yang terendam banjir," kata Nyoto kepada Suara.com di Kampung Makassar, Rabu sore.
Ia mengatakan, 500 rumah tersebut didiami oleh 1.200 orang. Kekinian, ribuan warga mengungsi ke rumah yang tak terkena banjir maupun di Masjid Jami Hasbi Al Bahri.
Sedangkan warga yang berada di rumah-rumah berlantai dua, lebih memilih bertahan tak mau mengungsi.
Kondisi Cipinang Melayu
Banjir tak kunjung surut di Kelurahan Cipinang Melayu, Jakarta Timur. Rabu (1/1/2020). Hingga sore, ketinggian air masih setara atap rumah.
Baca Juga: Banjir di Jakarta, 2 Penerbangan Dari Solo ke Halim Dibatalkan
Alamsyah, warga RT02/RW04 Kelurahan Cipinang Melayu mengatakan, permukiman tempat ia tinggal diguyur hujan sejak Selasa (31/12/2019) sore.
Dengan intensitas hujan yang konstan, air mulai merendam pemukiman tersebut pada Rabu pukul 02.15 dini hari.
Ia mengatakan, air yang merendam naik begitu cepat. Ketinggian air menjadi dua meter hanya dalam tempo 1,5 jam.
"Sekitar pukul 02.15 air sudah menggenang di jalanan. Cepat sekali naiknya. Sekitar dua meter itu hanya butuh waktu 1,5 jam," kata Alamsyah di atas perahu karet milik Basarnas DKI Jakarta.
Puncaknya terjadi pada pukul 05.00 WIB. Rumah Alamsyah yang berlokasi di samping masjid mulai tergenang air.
Sontak, Alamsyah berupaya menyelamatkan harta benda miliknya ke lantai dua rumahnya. Dia hanya mampu mengamankan sebagian, sisanya terendam air.
Berita Terkait
-
Banjir di Jakarta, 2 Penerbangan Dari Solo ke Halim Dibatalkan
-
Keliling Pantau Banjir Bareng Anies, Menteri Basuki Bikin Catatan Ini
-
Tina Toon Bagikan Call Center untuk Warga yang Kebanjiran
-
Jalan Tendean Lumpuh, Banyak Motor Mogok Karena Nekat Terjang Banjir
-
Layanan Jaringan Terganggu Akibat Banjir, Indosat Minta Maaf
Terpopuler
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
- Link Resmi Pandang.istanapresiden.go.id buat Daftar Upacara Bendera HUT RI di Istana Negara
Pilihan
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
Terkini
-
Bank Sumsel Babel Raih Apresiasi Hari Anak Nasional, Tegaskan Komitmen Bangun Generasi Emas
-
Bank Sumsel Babel Perkuat Peran Dukung 100.000 Sultan Muda, Perluas Inklusi Keuangan Sumsel
-
El Nino 2026 Lampaui Level Kuat, Abdul Azis Desak Pemerintah Serius Atasi Kekeringan
-
Bank Sumsel Babel Perkuat Kemitraan Strategis dengan Pemkab Lahat, Dukung Akselerasi Ekonomi Daerah
-
6 Fakta Pemecatan dan Sanksi Pungli 4 ASN di Pemprov Banten
-
Usut Mutilasi Depok, Polisi Temukan HP Pelaku Tergabung dalam Grup Komunitas Gay
-
Macet Jalur Bojonegara Bikin Sopir Angkot Merugi, Pemprov Banten Janjikan Keputusan Baru 4 Hari Lagi
-
Tumbangkan Persib Bandung, Persebaya Surabaya Juara Piala Presiden 2026
-
KPK Bedah Dugaan Permainan Jalur Hijau dan Jalur Merah di Kasus Suap Bea Cukai
-
74 Kontraktor SPPG Minta Kepastian Pembayaran dan Penyelesaian Administrasi Proyek