Suara.com - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo berharap Presiden Joko Widodo (Jokowi) menerbitkan instruksi presiden (Inpres) tentang kewajiban pemerintah daerah memiliki rencana darurat (contigency plan).
Inpres itu disebut Doni sangat dibutuhkan, karena hampir setiap tahun Indonesia mengalami kemarau, banjir hingga tanah longsor.
"Kami usulkan kepada presiden, terkait Inpres kewajiban daerah untuk menyusun contigency plan. Karena hampir setiap tahun kita mengalami peristiwa yang rutin ketika kemarau kita mengalami kebakaran hutan, kekeringan dampaknya luar biasa. Ketika musim hujan kita mengalami banjir, bandang dan tanah longsor," ujar Doni di Kantor Presiden, Jakarta pada Jumat (3/1/2020).
Dikemukakan Doni, setiap peristiwa tersebut kerap menimbulkan kerugian dan korban jiwa. Lantaran itu, Doni menilai dengan keberadaan inpres rencana kontijensi, diharapkan komponen pusat yang ada di daerah termasuk TNI/Polri bisa mengingatkan kepala daerah untuk melakukan mitigasi dan kewaspadaan.
"Dengan inpres seluruh komponen pusat yang ada di daerah termasuk unsur TNI/Polri ini bisa mengingatkan para kepala daerah untuk mengambil langkah, mulai dari kesiapsiagaan dan mitigasi dan kewaspadaan," kata dia.
Tak hanya itu, Doni mengatakan dengan adanya contigency plan, kepala daerah bisa menentukan status darurat bencana.
"Kemudian apabila terjadi dinamika adanya kerugian harta benda dan juga apalagi kerugian jiwa di masyarakat diharapkan adanya penentuan status dari pejabat di daerah," ucap Doni.
Lebih lanjut, Doni menyebut adanya penentuan status darurat bencana, pemerintah pusat dengan mudah memberikan anggaran dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara.
"Dengan adanya status ini, pusat akan dengan mudah memberikan bantuan anggaran termasuk BNPB kepada daerah yang telah menetapkan status daruratnya," katanya.
Baca Juga: BNPB Minta Kepala Daerah Tiru Pemkab Konawe Utara Dalam Penanganan Bencana
Berita Terkait
-
BNPB Minta Kepala Daerah Tiru Pemkab Konawe Utara Dalam Penanganan Bencana
-
Kepala BNPB Harus 2 Kali Tanya Kepastian Kantor Jokowi Tak Kebanjiran
-
Demi Sinergitas, BNPB Tunjuk Wali Kota Jadi Komandan Daerah Banjir
-
Melihat Kondisi Banjir di Kampung Pulo Lewat Udara
-
Tanggap Bencana Banjir, BNPB Langsung Gelar Rapat Koordinasi
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
Local Media Community Gandeng Google Dukung Penguatan Ekosistem Media Lokal
-
Tegas! Menkeu Purbaya Ungkap Tak Ada Kenaikan Gaji Guru di 2027
-
Renjana Perca, Saat Fashion Indonesia Bertemu Ekonomi Sirkular
-
Modal Foto AI Berseragam Polisi, Pria di Bandung Tipu Korban dan Bawa Lari Uang
-
Insentif Guru Ngaji di Bogor Jadi Rp1,2 Juta per Tahun
-
Jaga Gajah Sumatera, Pertamina Kilang Plaju Perkuat Upaya Melestarikan Warisan Alam Sumsel
-
Temukan 1.500 Warga Terjebak Grup LGBT Daring, Pemkab Serang Siapkan Langkah Pembinaan
-
Bank Sumsel Babel dan Unsri Bersinergi Menyiapkan Generasi Pemimpin Masa Depan
-
Havaianas Debut Kitten Heel di Copenhagen Fashion Week
-
Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?