Suara.com - Istri Menteri Sosial, Grace Juliari Batubara bersama istri Menkopolhukam Yati Mahfud MD ikut menyantap masakan dapur umum saat meninjau posko siaga bencana di Kelurahan Bintaro Pesanggrahan Jakarta Selatan, Sabtu (4/1/2019).
Grace mengaku sangat menyukai masakan yang dibuat relawan di posko siaga bencana.
"Enak ya, apalagi masih hangat," kata Grace setelah mencicipi makanan dan diaminkan Yati.
"Sedap," kata Yati saat ditanya rasa masakan yang dicobanya.
Grace dan Yati meninjau posko bertepatan dengan saat relawan menyiapkan makan siang untuk para pengungsi korban banjir di wilayah setempat.
Menu yang disiapkan berupa nasi putih, telur dadar dan mi instan goreng yang dilengkapi dengan sayuran.
Para relawan tampak sibuk menyiapkan makan siang yang dibungkus kertas nasi sebanyak sekitar 300 porsi. Ada yang menggoreng telur, membungkus nasi dan lainnya.
Nasi bungkus tersebut nantinya akan dibagikan untuk para pengungsi termasuk relawan yang membantu membersihkan lingkungan sekitar dari sisa-sisa banjir.
Grace yang merupakan Penasehat Dharma Wanita Kementerian Sosial itu bahkan sempat membantu para relawan membungkus nasi.
Baca Juga: Tewas saat Rumah Terendam Banjir, Jasad Ratna Dievakuasi Pakai Perahu Karet
Ia yang tadinya duduk di atas kursi bersama Yati langsung turun duduk di tikar bersama para relawan yang bertugas di dapur umum.
Relawan yang semuanya perempuan itu terdiri dari berbagai unsur seperti Karang Taruna, Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), Taruna Siaga Bencana (Tagana) dan ibu PKK setempat serta unsur lainnya.
Grace dan Yati bersama Dharma Wanita Kementerian Sosial meninjau lokasi pengungsian banjir di sejumlah titik di Jakarta seperti di Rawa Buaya Jakarta Barat, Pesanggrahan dan Pangadegan Jakarta Selatan.
Selain memberikan bantuan senilai Rp 550 juta berupa logistik, peralatan kebersihan dan perlengkapan sekolah, mereka juga bernyanyi dan bermain bersama anak-anak pengungsi untuk menghibur mereka sebagai bentuk dukungan psikososial. (Antara).
Tag
Berita Terkait
-
TGUPP soal Banjir Kiriman: Bukan Tugas Anies Bos, Jokowi dan Menterinya
-
TransJakarta: Halte Bisa Digunakan Pengungsi Banjir jika Rumah Belum Bersih
-
Warga Rawa Buaya Mengeluh Sampah Banjir: Liput Dong Biar Diangkut Petugas
-
Tewas saat Rumah Terendam Banjir, Jasad Ratna Dievakuasi Pakai Perahu Karet
-
BNPB Sebut Sungai Tak Bisa Tampung Tingginya Curah Hujan Saat Awal Tahun
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan