Suara.com - Polisi meringkus seorang remaja berinisiak DA (15) terkait kasus dugaan penganiayaan dan pencabulan terhadap Ar, bayi berusia tiga tahun hingga tewas. Korban tak lain adalah keponakan dari pelaku.
Dikutip dari terkini.id--jaringan--Suara.com, aksi cabul pelaku terjadai di rumah korban di Bengkulu Tengah pada Sabtu (4/1/2020) lalu. DA beraksi ketika korban sedang ditinggal orang tuanya berkebun.
Kasat Reskrim Polres Bengkulu Tengah, Iptu Rahmat mengatakan, setelah mendalami laporan dari keluarga korban, polisi lalu meringkus DA pada Minggu (5/1/2020) kemarin.
"Sudah kami amankan kemarin, dan saat ini masih menjalani pemeriksaan,” kata Rahmat.
Korban sempat dibawa dirujuk ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Bengkulu. Namun saat menjalani perawatan, nyara korban tak tertolong. DA diduga jadi korban pencabulan karena alat kelamin korban mengalami bengkak dan mata sebelah kiri lebam.
Setelah dinyatakan meninggal dunia, jasad Ar akhirnya dikembalikan kepada keluarga untuk disemayamkan.
Terkait kasus ini, polisi juga telah menyita sejumlah barang bukti seperti satu unit handphone dan pakaian yang terakhir kali dipakai korban.
"Barang bukti juga sudah kami amankan,” kata dia.
Baca Juga: Mau Gangbang Gadis Teler, Aksi Cabul 4 Remaja Digagalkan Resepsionis Hotel
Berita Terkait
-
Tak Kuat Menahan Hasrat, Kuli Bangunan Cabuli Remaja SMP di WC Umum
-
Guru NY Cabuli Bunga, dari Ruang Perpus hingga Ditonton Siswa Lain di Kelas
-
Dari Ajakan Ngopi Gratis, Predator Anak Sudah Cabuli Enam Korban
-
Kerap Dicabuli Paman Sendiri, Siswi SMP di Lampung Rutin Dicekoki Pil KB
-
Cabuli Sembilan Siswi, Guru SD Terancam Kurungan 15 Tahun Penjara
Terpopuler
- 4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh
- 3 Klub Pemain Timnas Indonesia Berhasil Raih Tiket Promosi Musim Ini
- Silsilah Keluarga Lim Xin Rui yang Resmi Jadi Menantu Hasto Kristiyanto
- HP Vivo yang Bagus Seri Apa? Ini Rekomendasi Seri X, V, dan Y Sesuai Kebutuhan
- 4 Rekomendasi Sampo Urang-Aring untuk Menghitamkan dan Menyuburkan Rambut
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
Terkini
-
DPR Beberkan Poin-poin Perubahan di RUU Polri: Ada Soal Aturan Polisi Bertugas di Luar Institusi
-
Bukan Dibacok Begal! Pria di Tambora Patah Kaki Hantam Beton Gara-gara Mabuk
-
Bukan Sabotase, Ini Alasan PLN Butuh Waktu Lama untuk Pulihkan Listrik Sumatra
-
Sisi Getir Pasca-Bencana Sumatra: Masih Ada Sekolah yang Bertahan di Tenda dan Kelas Darurat
-
Menagih Janji di Atas Puing: Sepuluh Bulan Pedagang Taman Puring Menunggu
-
Pertumbuhan Ekonomi dan Swasembada Pangan Jateng Memuaskan, Tuai Berbagai Pujian
-
Tuntutan 5 Tahun Penjara Dianggap 'Fiksi', Noel Sebut Jaksa Paksakan Fakta di Kasus K3
-
Gaji Rp7 Juta Tapi Punya Nissan GT-R Rp12 M, Noel Heran Kekayaan Bobby Mahendro: Gila Ini Orang!
-
Sanksi Tegas Tawuran: 40 KJP Siswa Jakarta Melayang, Tapi Harapan Sekolah Tak Boleh Padam
-
Didampingi Haris Azhar, Anggota Ombudsman Yeka Hendra Fatika Diperiksa Kejagung Soal Skandal Migor