Suara.com - Jagat media sosial dibuat heboh dengan video aksi protes seorang wanita di Kabupaten Dairi, Sumatera Utara diminta membayar Rp 800 ribu usai makan dua ekor ayam. Sang wanita itu tidak terima dengan besaran tagihan dan menganggap sang pemilik rumah makan telah menipunya.
Video tersebut diunggah ke akun Facebook Orang Kita Batak. Dalam video tampak si pembeli menolak jumlah tagihan makanan yang harus dibayarkan. Ia merasa harga yang diberikan tidak pantas.
"Yang logika, ini pemerasan. Rp 800 ribu makan, mahal sekali makan disini. Saya makan ayam bukan makan emas," protes si pembeli seperti dikutip Suara.com, Jumat (17/1/2020).
Si pembeli yang keberatan itu menanyakan jenis ayam yang dimakannya. Menurut si penjual, ayam yang disajikan adalah ayam kampung dengan kualitas baik.
Si pembeli juga membandingkan dengan harga ayam yang dijual di rumah makan tak jauh dari rumah makan itu. Si penjual tampak kesal dan mengklaim bila harga yang diberikan sudah harga pas.
"Pas saya kasih. Pergi sana, beda lapak. Sama-sama ayam, ini beda ayamnya," ujar si penjual.
Video tersebut mendadak viral dan menjadi perbincangan warganet. Banyak warganet yang menilai si penjual sudah terlalu berlebihan dalam memasang tarif harga.
Setelah video tersebut viral, anak dari pemilik rumah makan memberikan klariffikasi melalui akun Instagram @bataknesia. Ia menjelaskan bahwa rumah makan orang tuanya itu menjual ayam dalam hitungan per potong.
Terlebih saat akhir tahun harga bahan pokok semakin melonjak. Harga untuk seekor ayam kampung biasanya Rp 80 ribu kini merangkak naik menjadi Rp 120 ribu.
Baca Juga: Wow! Uang Sebanyak Rp 2,08 Triliun di Papua Dimusnahkan
Untuk satu ekor ayam dihitung ada 14 potong ayam, sementara harga per potong ayam sudah termasuk nasi, sop dan buah dikenakan biaya Rp 40 ribu.
"Kalau anda pesan 2 ekor ayam berarti 28 potong ayam dan makan 10 orang. Saudara bisa hitung sendiri," ungkapnya.
Ia meminta kepada pembeli agar lebih teliti ketika makan di rumah makan. Sebaiknya pembeli menanyakan dulu harga menu makanan sebelum membeli agar tidak salah paham.
"Perlu anda perhatikan sebelum masuk rumah maklan yang belum pernah anda kunjungi tanyakan apa menunya, berapa harganya, ayam kampung asli atau ayam potong, bumbu apa saja yang dimasukkan dan berapa harga bumbu per detail," tandasnya.
Berita Terkait
-
Telanjur Makan Mie Instan yang Direbus Bareng Plastik? Ini Kata Ilmuwan
-
Geger Sunda Empire, Gubernur Jenderal Nusantara Klaim Bawa Misi Penting
-
Digunakan Mencari Pekerjaan, Akun LinkedIn Ini Bikin Heboh Warganet
-
Viral Rebus Mie Instan dan Bungkusnya, Pakar Gizi Buka Suara
-
Heboh Sunda Empire, Klaim Pemerintahan Dunia Berakhir Agustus 2020
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 7 Sepeda Terbaik untuk Pemula Mulai Rp1 Jutaan: dari Hybrid, Lipat hingga City Bike
Pilihan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
-
Sudaryono, Mantan Ajudan Prabowo Akan Gantikan Nanik Jadi Kepala BGN
-
Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya
-
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Prabowo Minta Tetap Awasi MBG
Terkini
-
Surya Paloh Titip Masa Depan Indonesia ke Anak Muda: Tak Bisa Lagi Berharap pada Generasi Tua
-
Sempat Kabur ke Depok, Begal Driver Lalamove di Gunung Masigit Akhirnya Diringkus Polisi
-
Polresta Solo Amankan Dua Pemuda Bawa Clurit di Jebres, Ini Kronologinya
-
Pofesi HR Kini Tak Hanya Urus Administrasi, Tapi Juga Menuju Mitra Strategis Bisnis
-
Waketum PSSI Ratu Tisha Kenalkan Liga Universitas Coca-Cola di Forum PBB
-
Liburan ke Bali Sambil Nonton Festival Musik, Ini Deretan Destinasi Seru di Bali Selatan
-
Prananda Paloh Resmi Pimpin Garda Pemuda NasDem, Surya Paloh Beri Pesan Menyentuh
-
Mengapa Banyak Proyek AI di Perusahaan Indonesia Mandek? Ternyata Bukan Salah Teknologinya
-
Keluar dari 'Zona Tidak Aman', Sarwendah Pilih Tinggalkan Rumah Gono-gini Ruben Onsu
-
Sambut Minat Besar Investor, PLN Siapkan Kontrak Jangka Panjang untuk Akselerasi Proyek PSEL