Suara.com - Sunda Empire kembali menggegerkan khalayak, dengan mengunggah video baru berisi pernyataan bombastis pemimpin mereka, Raden Rangga alias HRH Rangga.
Pada video berdurasi 1 menit 35 detik itu Rangga berceloteh banyak hal termasuk mengklaim mampu menghentikan senjata nuklir.
Dalam video berjudul Harapan Petinggi Sunda Empire Ki Ageng Rangga Sasana yang diunggah tanggal 18 januari 2020 itu, Raden Rangga menegaskan tujuan kelompoknya menguasai dunia.
“Ini berkaitan dengan persoalan manusia mengikuti sistem internasional, yaitu sistem Sunda Empire. Proses tatanan bagi keseluruhan itu mewujudkan apa yang ditentukan Allah yang maha kuasa,” kata Rangga Sasana.
Ia mengklaim, Sunda Empire tak merugikan masyarakat. Juga tak mengganggu stabilitas nasional.
“Justru Sunda Empire melahirkan tatanan bumi yang menyelamatkan atas keselamatan bumi dan umat keseluruhan,” celotehnya.
Rangga lantas melemparkan klaimnya, “Saya bilang yang bisa hentikan nuklir tidak diledakkan adalah Sunda Empire,” klaimnya.
Satu warganet memberikan pernyataan lucu pada kolom komentar Facebook Raden Rangga tersebut.
"Om katanya anggota NATO yah? Mana tank sama pesawat tempurnya yang punya Sunda empayer?"
Baca Juga: Ternyata Keraton Agung Sejagat dan Sunda Empire Sudah Lama Dipantau BIN
Pertanyaan itu lantas dijawab, "Ada belum tiba. Barusan mewujudkan empire Sunda terakhir. Pasti semua panasaran , sabar ya."
Tak Aneh
Direktur Jenderal Kebudayaan Kemendikbud RI Hilmar Farid mengatakan, tidak ada yang aneh atas kemunculan kerajaan-kerajaan baru.
"Menurut saya tidak ada yang aneh. Dari waktu ke waktu terus bermunculan. Kalau kita lihat, sejak 1970-an, kerajaan-kerajaan seperti itu bermunculan," ujar Hilmar di Jakarta, Minggu (19/1/2020).
Kemunculan kerajaan-kerajaan baru tersebut, merupakan bentuk ekspresi dari masyarakat yang mengidentifikasi diri dengan kejayaan masa lalu.
"Tidak ada yang aneh. Cara mengekspresikan bermacam-macam," kata dia.
Berita Terkait
-
Ternyata Keraton Agung Sejagat dan Sunda Empire Sudah Lama Dipantau BIN
-
Klaim Kuasai Modal Bank Dunia, Sunda Empire Kirim Surat ke Donald Trump
-
9 Fakta Mengejutkan Kelompok Sunda Empire yang Klaim Kuasai Dunia
-
Sunda Empire Menyamar saat Mau Muncul di Hadapan Publik
-
Eks Jenderal Sunda Empire Ungkap Alasan Raja Keraton Agung Sejagat Diciduk
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas yang Nyaman untuk Lansia, Legroom Lega dan Irit BBM
- 7 Mobil Bekas untuk Grab, Mulai Rp50 Jutaan: Nyaman, Irit dan Tahan Lama!
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
Pilihan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
-
Purbaya Merasa "Tertampar" Usai Kena Sindir Prabowo
-
Darurat Judi Online! OJK Blokir 31.382 Rekening Bank, Angka Terus Meroket di Awal 2026
Terkini
-
60 Ton Sampah Menggunung, Pemprov DKI Janji Pasar Induk Kramat Jati Bersih dalam 5 Hari
-
Sinyal Bahaya Demokrasi, Lakso Anindito Sebut KUHP Baru Berpotensi Hidupkan Rezim Otoritarian Orba
-
KPK Sempat Terbelah dan Ragu Jadikan Yaqut Tersangka Korupsi Haji?
-
Lakso Anindito Prediksi Gelombang Praperadilan Koruptor Akibat KUHP Baru
-
Rumah Yaqut 'Dikepung' Aparat, Tamu Diperiksa Ketat Usai Jadi Tersangka Korupsi Haji
-
BNI Hadirkan agen46 hingga Pelosok Kota Bima, Perluas Inklusi Keuangan
-
Indonesia Terpilih jadi Presiden Dewan HAM PBB, Amnesty International Indonesia: Kebanggaan Semu!
-
KPK Bongkar Alasan Jerat Eks Menag Yaqut: 'Permainan' Kuota Haji Tambahan Jadi Pemicu
-
Sinyal Keras KPK, Eks Menag Yaqut Secepatnya Ditahan di Kasus Korupsi Haji
-
Tanggapi Soal Pilkada Langsung dan Tidak Langsung, Menko Yusril: Keduanya Konstitusional