- Ketua YLBHI nilai Indonesia tinggalkan politik bebas aktif demi aliansi Amerika.
- Isnur kritik Presiden Prabowo teken perjanjian internasional tanpa persetujuan DPR.
- Keanggotaan Indonesia di Board of Peace dianggap menggadaikan kedaulatan bangsa.
Suara.com - Ketua Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), Muhammad Isnur, menilai Indonesia telah meninggalkan prinsip politik luar negeri bebas aktif menyusul keikutsertaan dalam Board of Peace (BoP) serta penandatanganan perjanjian dagang dengan Amerika Serikat (AS).
Dalam diskusi publik bertajuk "Bahaya di Balik Perjanjian Dagang USA-Indonesia dan Problematika Pengiriman Militer ke Palestina (BoP)", Isnur menekankan bahwa prinsip bebas aktif merupakan amanat konstitusi yang kini seolah terabaikan. Melalui Agreement on Reciprocal Trade (ART) dengan AS dan keanggotaan di BoP, Indonesia dinilai cenderung membentuk aliansi atau blok tertentu.
"Dulu Indonesia bangga dengan Gerakan Non-Blok (GNB) dan semangat Asia-Afrika. Namun kini, Indonesia secara gamblang menjadi bagian dari blok politik dagang aliansi Amerika," ujar Isnur di Tebet, Jakarta Selatan, Rabu (25/2/2026).
Menurut Isnur, langkah ini menunjukkan Indonesia tidak lagi menjadi negara bebas aktif, melainkan berada di bawah kendali AS di era Donald Trump. Ia menyebut hal tersebut sebagai bentuk penggadaian kedaulatan negara.
Isnur juga menyoroti perubahan sikap diplomatik Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo yang dinilai sangat drastis dibandingkan tujuh presiden sebelumnya.
"Mulai dari Soekarno hingga Jokowi, konsistensi kita terjaga. Namun kini, Prabowo bersandingan dengan Israel di BoP. Ini sangat bertentangan dengan pilihan diplomatik Indonesia selama ini," tuturnya.
Lebih lanjut, Isnur mengkritik langkah Presiden yang meneken perjanjian internasional tanpa melalui persetujuan DPR. Tindakan tersebut dinilai mengabaikan mekanisme demokrasi serta ketentuan konstitusi, khususnya Pasal 11 UUD 1945.
"Bagi kami, ini meneguhkan sikap otoritarianisme. Kebijakan diplomatik diambil tanpa memperhatikan ruang demokrasi dan kepentingan nasional secara utuh. Saya meyakini sikap ini bahkan berseberangan dengan pandangan mayoritas diplomat di Kementerian Luar Negeri," jelas Isnur.
Isnur pun mendesak DPR dan elemen bangsa lainnya untuk bersikap kritis terhadap langkah pemerintah. Ia mempertanyakan lemahnya fungsi pengawasan legislatif terhadap kebijakan strategis yang diambil Presiden.
Baca Juga: Golkar Dukung Langkah Sufmi Dasco Tunda Impor 105 Ribu Mobil Niaga India
"Ke mana Komisi I, Komisi III, dan komisi lainnya? Di mana suara mereka yang selama ini meneriakkan nasionalisme dan Pancasila? Seharusnya mereka tersinggung karena Presiden seolah mengangkangi konstitusi tanpa ada pengawasan yang berarti," pungkas Isnur.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
- Danantara Sumberdaya Indonesia Batal Beroperasi Penuh, Pemerintah Mundurkan Skema Ekspor SDA di 2027
- Gugurkan Klaim Santriwati 'Hamil Tanpa Hubungan Badan', Polisi Tangkap Kiai di Pekalongan
Pilihan
-
Live 'Pocong Jadi-Jadian' Hebohkan Warga Sragen, 3 Pelajar Diamankan Polisi
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
Terkini
-
Aseng Tak Mungkin Main Sendiri, Eks Pimpinan KPK Minta Jaksa Kejar Pejabat Pemberi Izin
-
Aksi Kamisan ke-909 Soroti Penghilangan Paksa dan Tahanan Demonstrasi 2025
-
Saling Balas Serangan! Iran Targetkan Pangkalan Militer AS Setelah Washington Gempur Bandar Abbas
-
8 Fakta Dugaan Kekerasan Seksual di Ponpes Pekalongan, Korban Disebut Mencapai Puluhan
-
Terkuak! Sebelum Tewas Dihantam Selebgram Woodyrman, WN Brunei Sempat Kirim VN Tantangan Berkelahi
-
Satu Keluarga Asal Ambarawa Ditemukan Tewas di Tempat Wisata Temanggung, Ini Kronologinya
-
Dugaan Riset Palsu WNI di Denmark Ikut Jadi Perbincangan di Australia
-
Ungkit UU, Habiburokhman Sebut 1.098 Sapi Kurban Presiden Pakai Dana APBN Sah Secara Syari
-
Jokowi Siap Safari Politik, Partai Besar Wajib Waspada Basis Suara Digoyang Demi PSI
-
Masih Diselidiki, Polisi Sebut Video Viral Prostitusi Anak Bukan di Lokasari