Suara.com - Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya akan menerapkan sistem tilang elektronik atau electronic traffic law enforcement (ETLE) terhadap pengguna sepeda motor mulai 1 Februari 2020. Nantinya akan ada dua ruas jalur di Jakarta yang akan diterapkan sistem E-TLE terhadap pemotor.
"Iya benar, sama seperti tilang elektronik (biasa), kan mekanisme enggak berubah, cuma masalah fitur tambahan sepeda motornya aja (untuk penindakan)," kata Kasubdit Gakkum Polda Metro Jaya AKBP Fahri Siregar kepada wartawan, Rabu (21/1/2020).
Fahri menyebut, dua jalur yang akan dipasang kamera tilang elektronik yakni di kawasan Sudirman dan Thamrin. Selain itu enam koridor jalur TransJakarta juga akan dipasang.
"Kita pasang saja emang di situ. Karena beberapa ruas jalan (itu) sering digunakan sepeda motor untuk masuk kan," katanya.
Hanya saja, kamera tilang elektronik tersebut baru mampu mendeteksi sepeda motor dengan pelat B. Nantinya, kamera akan beroperasi 24 jam nonstop.
Sistem kerja kamera tersebut serupa dengan tilang elektronik terhadap mobil. Kamera akan menyajikan data ke sistem yang terpusat di Subdit Gakkum Polda Metro Jaya.
"Kalau melanggar motor, nanti sepeda motornya terfoto pelat motornya, disajikan datanya nanti data situ lah data pemilik kendaraan untuk melakukan konfirmasi," imbuh Fahri.
Berita Terkait
-
Surabaya Uji Coba Tilang Elektronik, Apa Bedanya dengan di Jakarta?
-
ETLE Jalur Busway, Jitu Buat Sterilkan Para Penyerobot Jalur
-
Pengendara Motor yang Langgar Lalu Lintas Bakal Ditilang Pakai Sistem ETLE
-
Polda Tambah Kamera Tilang Elektronik, Anies Harap Jumlah Pelanggar Menurun
-
Awas! Motor Mulai Kena Tilang Elektronik Mulai 2020
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Warga Perumahan Taman Mangu Indah Bantah Isu Banyak Rumah Dijual Akibat Banjir
-
Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit
-
Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru
-
Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate
-
Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?
-
Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus
-
Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?
-
Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos
-
Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!
-
Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli