Suara.com - Video seorang pemuda membakar kucing untuk dimakan dagingnya beredar di media sosial. Alasan pemuda itu melakukan aksinya lantaran populasi kucing yang tinggi.
Salah satu yang membagikan video itu adalah Christian Joshua Pale, pengelola Yayasan Sarana Metta Indonesia. Ia mengunggah video tersebut pada Senin (20/1/2020).
Dalam rekaman berdurasi 27 detik ini, terlihat seorang pria berbaju merah maroon membakar seekor kucing. Ia membakar tubuh hewan itu dengan menggunakan las karbit.
Tampak tubuh kucing itu sudah kaku dan mulai menghitam. Saat sadar dirinya direkam, pemuda itu langsung berusaha meraih kamera dan video berakhir.
Berdasarkan penjelasan Christian, pria yang membakar kucing disebut hobi makan daging hewan tersebut. Alasannya karena populasi kucing cukup banyak.
"Pelaku ini hobinya mengkonsumsi daging kucing dan ini ia jelaskan di kolom komennya," tulis Christian dalam akun Instagram @christian_joshuapale seperti dikutip Suara.com, Rabu (22/1/2020).
Ia melanjutkan, "Dengan dalih populasi kucing sangat banyak dan hal wajar memakannya, ia pun langsung post cara membunuh dan memasak daging kucing."
Menurut Christian, peristiwa dalam video tersebut terjadi di Bitung, Sulawesi Utara. Ia pun berharap agar pelaku segera ditindak tegas oleh pihak yang berwajib.
"Sekali lagi mohon maaf jika postingan ini melukai perasaan temen-temen pecinta dedek empus, aku berharap pelakunya bisa ditindak tegas karena kucing dan anjing bukan hewan ternak yang layak dikonsumsi sesuai UU Peternakan negara kita," ucap Christian.
Baca Juga: Diguyur Hujan Deras di Kemenkumham, Massa: Warga Priok Gak Takut Air!
Rekaman itu telah disaksikan lebih dari 25 ribu kali pada Rabu (22/1/2020) siang. Rata-rata warganet yang berkomentar di unggahan itu mengutuk aksi si pemuda.
"Ya Allah ya rhobie sakit hati aku ngliat yang kayak ginian, benar-benar bodoh orang ini," komentar dari @eva_rahmadani97.
"Boleh gak dilaporinnnn, ya Allah..sosmed do ur magic," tulis @shearlyda
"Semoga segera kena karma," tulis @wl.ch
Berita Terkait
-
Viral Ibu Tua Ditendang di Pasar Piyungan, Netizen: Ya Allah Ngga Tega
-
Subsidi Gas Elpiji Dicabut, Warga di Pandeglang Siap Beralih ke Kayu Bakar
-
Bermain Seorang Diri, Balita Tersetrum hingga Derita Luka Bakar Tingkat 4
-
Misteri Virus Kucing Mematikan, Panleukopenia
-
Viral Video Pengendara Memaki Polantas, Berakhir Minta Maaf
Terpopuler
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- 4 HP Motorola Harga Rp1 Jutaan, Baterai Jumbo hingga 7.000 mAh
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Palu dan Amarah Terpendam: Remaja 16 Tahun di Kelapa Gading Habisi Kakak Kandung Gegara Hal Sepele
-
Mahasiswa Serang Mahasisiwi di Pekanbaru Diduga Karena Obsesi, Ini Sosok Terduga Pelaku
-
Gus Ipul: Guru Sekolah Rakyat Harus Profesional, SKP Jadi Kompas Perubahan Siswa
-
KPK Periksa 14 Saksi Terkait Kasus Pemerasan Jabatan Perangkat Desa di Pati
-
Peringatan Keras PDIP Soal Perjanjian Tarif AS: Hati-hati, Jangan Ulangi Sejarah Freeport!
-
6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
-
Sisi Hangat John Tobing Pencipta Lagu 'Darah Juang', Begini Sosoknya di Mata Keluarga!
-
Ngeri! Sopir Calya Ugal-Ugalan di Gunung Sahari Ternyata Bawa 4 Pelat Palsu, Sajam, dan Senpi Mainan
-
Hotman Paris Dampingi Keluarga Fandi Ramadhan ke DPR, Protes Tuntutan Mati Kasus 2 Ton Sabu
-
Kronologi Pemobil Calya Hitam Ugal-ugalan Lawan Arah di Gunung Sahari, Ternyata Pelatnya Palsu