Suara.com - Kapal China yang masuk ke Kalimantan Tengah diberhentikan terlebih dulu di luar pantai dengan jarak 2 mil lepas pantai. Mereka diperiksa dulu sebelum berlabuh.
Hal itu untuk mencegah penyebaran virus corona. Pemeriksaan dilakukan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas III Sampit melalui KKP wilayah kerja Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah. Otoritas menerapkan zona karantina di dua mil dari pantai bagi kapal asing terutama China yang akan masuk ke perairan Kumai.
"Kapal asing yang akan masuk ke perairan Kumai harus berhenti di zona karantina yaitu 2 mil lepas pantai. Sebelum dinyatakan clear maka tidak diperbolehkan masuk dan sandar ke pelabuhan," kata Kepala Seksi Pengendalian Kekarantinaan dan Surveilance Epidemiologi (PKSE) KKP Kelas III Sampit Sahuri di Pangkalan Bun, Senin (27/1/2020).
Dijelaskannya, kapal yang berhenti di zona karantina nantinya akan dipemeriksa oleh karantina dari KKP dan dilakukan pendeteksian virus corona (Ncov) menggunakan alat thermal scanner portable atau alat pemindai suhu tubuh. Skrining menggunakan alat alat pemindai suhu tubuh tersebut untuk mendeteksi suhu tubuh suhu para anak buah kapal atau ABK dan kru kapal lainnya. Jika dalam pemeriksaan suhu tubuh tersebut ditemukan ada ABK yang suhu tubuhnya di atas 39 derajat Celcius, maka akan dilakukan pengamanan dan penanganan lebih lanjut.
Selain itu dilakukan pengecekan terhadap dokumen karantina dan pendeteksian terhadap sanitasi kapal, baik kamar ABK maupun di seluruh ruang kapal. Hal itu untuk memastikan tidak ada vektor yang terdapat pada binatang yang membawa virus corona seperti pada binatang kecoa.
"Setiap kapal asing yang akan memasuki perairan di wilayah tertentu di seluruh dunia ada tanda bendera kuning yang dinaikan dan ketika sudah dinyatakan clear maka bendera kuning di kapal asing tersebut diturunkan menandakan sudah dilakukan pemeriksaan dan dinyatakan clear," terangnya.
Selain menerapkan zona karantina bagi kapal asing yang hendak berlabuh, KKP wilayah kerja Kotawaringin Barat juga memasang dua alat pemindai suhu tubuh secara permanen di Pelabuhan Panglima Utar, Kumai dan Bandara Iskandar Pangkalan Bun.
Pemindai suhu tubuh itu untuk memeriksa penumpang pesawat yang turun dari pesawat dengan kamera tersembunyi yang dapat dipantau melalui monitor.
"Kendati demikian sejauh ini belum ada kasus virus corona yang ditemukan di Kotawaringin Timur maupun di Kotawaringin Barat, tapi pengawasan akan terus kita perketat," tegasnya.
Baca Juga: Terisolasi Virus Corona, Khofifah: Mahasiswa Jatim di Wuhan Aman
Kepala KSOP Kelas IV Kumai, Wahyu Prihanto menyampaikan saat ini pihaknya juga sudah melakukan koordinasi untuk pencegahan virus Corona di Kotawaringin Barat, terutama dengan KKP dan Dinas Kesehatan Kotawaringin Barat.
Untuk diketahui, Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat melalui RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun bersama dengan KKP Wilayah Kerja Kotawaringin Barat, serta Dinas Kesehatan Kobar telah menggelar rapat koordinasi untuk melakukan langkah-langkah dalam mengantisipasi penyebaran virus corona.
Selain menyiapkan sumber daya manusia, RSUD Sultan Imanuddin juga menyiapkan dan mengatur petugas jaga untuk mengantisipasi pasien yang terserang virus corona.
Selain itu juga disiapkan ruangan khusus atau isolasi, tengah dokter spesialis, perawat analisis dan alat pelindung diri.
Terkait alat pelindung diri, KKP Kelas III Sampit juga akan mendistribusikan ke RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun dan wilayah kerja pelabuhan laut Kumai, pakaian alat pelindung diri untuk mengantisipasi bila ada yang suspec atau dicurigai terkena NCOV, masing-masing jumlah alat pelindung diri yang didistribusikan berjumlah lima pasang lengkap dengan sepatunya. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
Pilihan
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
Terkini
-
Ancam Kesehatan dan Lingkungan: DKI Gelar Operasi Basmi Ikan Sapu-sapu Jumat Lusa
-
Horor di Sekolah Turki: Anak Mantan Polisi Tembak 4 Orang Tewas, 20 Lainnya Luka-luka
-
Pemimpin Fatah Marwan Barghouti Disiksa di Penjara Israel, Dipukuli hingga Diserang Anjing
-
Fakta Baru Kasus Begal Damkar di Gambir: 3 dari 5 Pelaku Ternyata Penjahat Kambuhan!
-
Catat! Ini Jadwal Lengkap Keberangkatan Haji Indonesia 2026
-
Atasi Sampah Cilincing, Pemprov DKI Bakal 'Sulap' Limbah Kerang Jadi Material WC
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
Baleg DPR Sepakati Perubahan Prolegnas 2026, Ada Lima RUU Baru Masuk Ini Daftarnya!
-
22 Tahun Nasib PRT Dipingpong, RUU PPRT Kini Terkatung-katung di Tangan Pemerintah
-
Sopir Ambulans Kena Order Fiktif Debt Collector, Berujung Disuruh Tagih Utang