Suara.com - Founder Toge Productions, Kris Antoni mengeluh kepada bea cukai lantaran kenang-kenangan dari partnernya di Jepang dipermasalahkan.
Developer game tersebut mendapat surat dari Bea Cukai RI untuk menebus paket kenang-kenangan tersebut. Dalam surat itu disebutkan nominal Rp 6.174.000 untuk menebus paket.
Kris merasa hal ini tidak benar. Sebab isi paket itu adalah box fisik game hasil karyanya sendiri.
Ia juga mengeluhkan kejadian itu dalam akun media sosialnya, baik di Twitter maupun di Facebook.
Melalui cuitan di akun @kerissakti, Rabu (29/1/2020), Kris menceritakan, "Jadi kami akan merilis game Coffee Talk hari ini, karya kami 2 tahun terakhir. Game kami akhirnya akan rilis di Steam, Xbox, PS4, Nintendo Switch dalam wujud digital dan fisik".
Bagi Kris sebagai pengembang game Indonesia, ini merupakan sebuah pencapaian luar biasa.
"Partner kami dari Jepang mengirimkan beberapa copy fisik game Coffee Talk sebagai memento/kenangan atas rilisnya game tersebut. Gratis!" kata Kris.
Ia melanjutkan, "Namun, tiba-tiba hari ini dapat surat cinta dari bea cukai. Kami harus menebus paket tersebut sebesar 6 juta! Eh gmana?"
Rencananya, Kris akan membagikan salinan game ini ke tim developer, keluarga, dan teman-teman terdekat yang telah mendukungnya.
Baca Juga: Proklamator Negara Rakyat Nusantara Ternyata Eks Caleg Partai Gerindra
"Ini game bikinan kami sendiri loh! Dan bukan kami beli atau ada niatan untuk dijual-belikan. Kok malah dipalak sama negara sendiri? Sedih," ujar Kris.
Belakangan, Kris telah mendapatkan penjelasan dari pihak Bea Cukai. Pajak enam juta rupiah yang dikenakan untuk paket itu berasal dari nominal nilai barang sebesar 150 ribu Yen.
Kris menjelaskan, "Saya sudah dihubungi kantor Bea Cukai Pasar Baru dan diberikan penjelasan dan klarifikasi mengenai kenapa dikenakan pajak sebesar itu. Yang bikin kaget adalah di surat tertulis nilai barang 150 ribu, tapi pajaknya 6 juta. Ternyata yang dimaksud 150 ribu Yen".
Karena paket ini adalah hadiah, Kris tidak tahu isi dan nilai barang di dalamnya. Pihak Bea Cukai mempersilahkan Kris untuk mengajukan keberatan atas jumlah pajak yang dikenakan.
Keluhan Kris ini menjadi viral dan mendapat perhatian. Mereka telah merencanakan pertemuan dengan Kementerian terkait dan game developer.
Kris berharap kejadian yang dialaminya menjadi pemantik agar industri kreatif Indonesia bisa lebih maju lagi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Rekomendasi Sepatu Jalan Kaki dengan Sol Karet Anti Slip Terbaik, Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas di Bawah 60 Juta, Pilihan Terbaik per Januari 2026
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
Pilihan
-
Sita Si Buruh Belia: Upah Minim dan Harapan yang Dijahit Perlahan
-
Investor Besar Tak Ada Jaminan, Pinjol Milik Grup Astra Resmi Gulung Tikar
-
5 HP Infinix Memori 256 GB Paling Murah untuk Gaming Lancar dan Simpan Foto Lega
-
John Herdman Teratas Soal Pelatih ASEAN dengan Bayaran Tertinggi
-
Coca-Cola Umumkan PHK Karyawan
Terkini
-
Suara dari Aksi Buruh: Hidup di Jakarta Butuh Rp6,4 Juta, Upah Saat Ini Tak Cukup
-
KPK Ultimatum Nyumarno, Politisi PDIP Bekasi Didesak Bersaksi di Kasus Suap Bupati
-
Susah Jadi Diktator di Era Medsos, Pengamat Nilai Tuduhan ke Prabowo Tak Tepat
-
4 Personel Brimob Diamankan Usai Insiden Penembakan di Tambang Ilegal Bombana
-
Merangkak Pulang dari Semak Belukar: Kisah Nenek Saudah Korban Perlawanan terhadap Mafia Tambang?
-
Tunjangan Hakim Karir Tembus Rp110 Juta, Hakim Ad Hoc Ancam Mogok Sidang 12-21 Januari
-
Respons Istana soal Beredar Perpres Tugas TNI Atasi Terorisme
-
Aceh Masih 'Lumpuh', Status Tanggap Darurat Bencana Diperpanjang Hingga 22 Januari
-
Rekrutmen TNI AD 2026: Jadwal, Syarat Pendidikan, Batas Usia, dan Ketentuan Fisik
-
Jaksa Incar Aset Mewah Nadiem, Izin Sita Tanah-Bangunan di Dharmawangsa Diajukan ke Hakim