Suara.com - Anggota Komisi I DPR Fraksi Partai Golkar Christina Aryani mengimbau kepada seluruh warga Natuna untuk tetap tenang dan menerima 234 WNI dari Kota Wuhan, China yang hendak dikarantina di daerah tersebut.
Christina meyakini, WNI yang akan dikarantina dalam kondisi sehat. Lebih lanjut, dia meminta kepada seluruh warga yang berada di Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau untuk mempercayakan kinerja pemerintah mengevakuasi ratusan WNI dari China ke Natuna.
Sebagaimana diketahui, para WNI itu akan ditempatkan di sebuah hanggar Bandara Raden Sadjad. Hanggar tersebut akan menjadi ruang isolasi serta observasi para tim medis dan psikolog.
"Masyarakat terutama yang ada di Natuna kami imbau agar tetap tenang dan percayakan sepenuhnya pada pemerintah bisa melakukan proses transit observasi ini secara profesional. Masyarakat perlu disampaikan juga bahwa yang dievakuasi ini adalah WNI yang semuanya sehat," kata Christina dalam keterangan tertulisnya pada Sabtu (1/2/2020).
Christina menyakini pemilihan Kabupaten Natuna sebagai tempat transit observasi oleh pemerintah sudah melalui proses kajian mendalam dan sesuai dengan standar yang ditentukan dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
"Transit observation merupakan protokol evakuasi dari organisasi kesehatan dunia," ucapnya.
Selainitu, Komisi I DPR memberikan apresiasi kepada pemerintah yang telah menyiapkan fasilitas untuk menjemput WNI dari Kota Wuhan. Untuk selanjutnya, Komisi I tetap akan memantau proses evakuasi WNI dari China hingga tahap akhir.
Dengan begitu, Christina mengungkapkan, Komisi I sangat berharap agar proses pemulangan hingga observasi para WNI tersebut berjalan dengan lancar.
"Maka tentu saja kita sama-sama berharap agar proses ini berjalan lancar selama keberangkatan sampai tiba di tanah air, baik melalui tempat transit di Batam, maupun saat tiba di tempat observasi di Kepulauan Natuna hingga kembali ke keluarga masing-masing," katanya.
Baca Juga: Warga Natuna Tolak WNI dari Wuhan
Untuk diketahui, warga Ranai, Natuna menggelar aksi unjuk rasa terkait adanya karantina dan proses evakuasi ratusan WNI dari China.
Terkait aksi penolakan itu, warga ternyata telah sejak malam telah menginap di kantor DPRD Natuna. Kabag Humas Pemkab Natuna, Defrizal mengatakan masyarakat tetap menyuarakan sikap penolakan mereka.
"Masyarakat masih bertahan di kantor DPRD untuk menyuarakan aspirasi mereka, bahwa mereka menolak kedatangan WNI dari China untuk proses evakuasi dan karantina di Natuna," kata Defrizal saat dihubungi Batamnews--jaringan Suara.com, Sabtu (1/2/2020).
Pemkab Natuna sampai saat ini juga belum bisa meyakinkan warga tetap tenang karena tidak memiliki informasi apa pun terkait proses evakuasi tersebut.
Tidak hanya proses evakuasi, bahkan jumlah WNI yang akan datang, hingga lokasi karantina pihaknya juga belum mendapat informasi resmi.
"Dari pihak berwenang belum mengeluarkan informasi. Bahkan kedatangan teman-teman pusat tanpa pemberitahuan ke pemerintah daerah," katanya.
Berita Terkait
-
Warga Natuna Tolak WNI dari Wuhan
-
Tiga Pesawat Disiapkan TNI AU di Batam untuk Evakuasi WNI ke Natuna
-
Tolak Evakuasi WNI dari China, Warga Natuna Tidur di Kantor DPRD
-
Siapkan Lokasi Evakuasi WNI di Hanggar Bandara Natuna, Ini Penampakannya
-
Isolasi WNI di Natuna, Panglima TNI: Tempat Terbaik dan Jauh dari Penduduk
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Sepeda Murah Kelas Premium, Fleksibel dan Awet Buat Goweser
- 5 HP Murah RAM Besar di Bawah Rp1 Juta, Cocok untuk Multitasking
- 5 City Car Bekas yang Kuat Nanjak, Ada Toyota hingga Hyundai
- Link Epstein File PDF, Dokumen hingga Foto Kasus Kejahatan Seksual Anak Rilis, Indonesia Terseret
Pilihan
-
CV Joint Lepas L8 Patah saat Pengujian: 'Definisi Nama Adalah Doa'
-
Ustaz JM Diduga Cabuli 4 Santriwati, Modus Setor Hafalan
-
Profil PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA), Saham Milik Suami Puan Maharani
-
Misi Juara Piala AFF: Boyongan Pemain Keturunan di Super League Kunci Kekuatan Timnas Indonesia?
-
Bukan Ragnar Oratmangoen! Persib Rekrut Striker Asal Spanyol, Siapa Dia?
Terkini
-
OTT Beruntun di Kemenkeu, KPK Sita 3 Kg Emas dan Duit Miliaran dari Penangkapan Pejabat Bea Cukai
-
Edit Logo NU dan Disamakan dengan Simbol Yahudi, Warga Laporkan Akun X ke Polda Metro Jaya
-
Mensesneg Bocorkan Jadwal Pelantikan Hakim MK Baru Adies Kadir
-
PM Australia Anthony Albanese ke Jakarta Besok, Cek 8 Ruas Jalan yang Kena Rekayasa Lalin
-
BPJS PBI Dinonaktifkan Tanpa Pemberitahuan, Puluhan Pasien Cuci Darah Jadi Korban Ditolak RS
-
Bocah 10 Tahun di Ngada Bunuh Diri, Menteri PPPA Sentil Kerapuhan Sistem Perlindungan Anak Daerah
-
Istana Buka Suara soal Siswa SD Akhiri Hidup di NTT
-
Momen Langka di Abu Dhabi, Kala Prananda Prabowo Jadi Fotografer Dadakan Megawati
-
Haris Rusly Moti: Strategi Multi-alignment, Manuver Cerdas Prabowo untuk Palestina Merdeka
-
Anak Buah Terjaring OTT KPK, Menkeu Purbaya: Kenapa Terpukul? Ini Titik Masuk Perbaikan