Suara.com - Pemprov DKI Jakarta merencanakan kenaikan tarif parkir bagi kendaraan bermotor di sejumlah lokasi. Rencana itu diklaim bisa menjadi terobosan untuk mengatasi kemacetan lalu lintas.
Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo mengatakan, kebijakan itu tengah dipersiapkan. Kebijakan itu juga bakal mengature soal kendaraan yang tidak lulus uji emisi tapi masih bisadigunakan.
"Tarif parkir yang tinggi, termasuk di dalamnya insentif bagi kendaraan yang tidak lulus uji emisi," ujar Syafrin saat dikonfirmasi, Selasa (4/1/2020).
Nantinya, untuk mendukung aturan ini, akan mengubah golongan parkir yang sebelumnya terbagi tiga menjadi dua.
Ia mengatakan, golongan parkir nantinya dipangkas menjadi dua, yakni kawasan pengendalian parkir golongan A dan pengendalian parkir tipe B.
"Untuk yang A termasuk di dalamnya parkir on street atau gedung di jaringan sistem angkutan umum massal," kata dia.
Ia mengatakan, yang termasuk parkiran dengan tarif tinggi adalah kawasan golongan A. Sementara parkir tipe B merupakan lokasi parkir sisa atau yang belum tercakup kebijakan ini.
Syafrin mengatakan, aturan ini berlaku bagi kendaraan bermotor roda dua dan empat. Namun untuk tarif kenaikannya, masih dalam tahap perhitungan.
Menurutnya, pengerjaan rencana ini sudah mulai berjalan dengan mengoptimalisasi kawasan parkir yang sudah ada.
Baca Juga: Empat Tahun Ditinggal di Ngurah Rai, Tarif Parkir BMW Ini Tembus Rp 70 Juta
Sementara dalam pembuatan regulasinya, kata Syafrin, Pemprov DKI Jakarta sudah mengajukan rancangan peraturan daerah.
Tag
Berita Terkait
-
Tarif Parkir di Jakarta Akan Mahal untuk Kendaraan yang Tak Lolos Uji Emisi
-
Anies akan Berlakukan Tarif Parkir Jakarta Bervariasi, Ini Penjelasannya
-
Anies: Tarif Parkir Jakarta Akan Naik Amat Drastis
-
Anies Naikkan Tarif Parkir Jakarta, Ferdinand: Cari Solusi Lebih Keren Lah
-
Anies Instruksikan Kenaikan Tarif Parkir di Jakarta
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Biodata dan Agama DJ Patricia Schuldtz yang Resmi Jadi Menantu Tommy Soeharto
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
- 5 Sepatu Jalan Lokal Terbaik Buat Si Kaki Lebar Usia 45 Tahun, Berjalan Nyaman Tanpa Nyeri
- DPUPKP Catat 47 Hektare Kawasan Kumuh di Kota Jogja, Mayoritas di Bantaran Sungai
Pilihan
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
-
Mengapa Purbaya Tidak Pernah Kritik Program MBG?
-
Kuburan atau Tambang Emas? Menyingkap Fenomena Saham Gocap di Bursa Indonesia
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
Terkini
-
Pascabanjir Sumatra, Penanganan Beralih ke Pemulihan Layanan Kesehatan dan Kebutuhan Dasar
-
Indonesia Tancap Gas Jadi Pusat Halal Dunia lewat D-8 Halal Expo Indonesia 2026
-
Literasi Halal Dinilai Masih Lemah, LPPOM Siapkan Pelajar Jadi Agen Perubahan
-
Jepang Studi Banding Program MBG di Indonesia
-
Kasus Korupsi LPEI Berkembang, Kejati DKI Tetapkan 4 Tersangka Baru dan Sita Aset Rp566 Miliar
-
Merasa Tak Dihargai, Anggota DPR Semprot Menteri KKP: Kami Seperti 'Kucing Kurap'
-
Korban Bencana Boleh Manfaatkan Kayu Hanyut, Kemenhut Juga Stop Penebangan Hutan
-
Politisi PDIP Ingatkan Prabowo: Jangan Buru-buru Bangun IKN, Siapkan Dulu Ekosistemnya
-
Bukan Sekadar Banjir: Auriga Desak KLHK dan KPK Usut Dugaan Korupsi di Balik Perusakan Lahan PT TPL
-
BNI Bersihkan Masjid Darul Aman Pascabanjir di Agam