Suara.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI kembali mananam sejumlah pohon di kawasan Monumen Nasional (Monas). Kebijakan tersebut dikeluarkan sebagai imbas revitalisasi Monas yang semula menuai polemik.
Untuk melancarkan proyek itu, mulanya Pemprov DKI memilih untuk menebang sejumlah 191 pohon yang berada di sisi selatan Monas. Khalayak pun mempertanyakan sikap Gubernur DKI Anies Bawedan terkait kebijakan tersebut.
Kekinian, Pemprov DKI memilih untuk menghijaukan kembali kawasan Monas. Hal itu dikonfirmasi oleh Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta, Saefullah yang mengatakan sejauh ini sudah ditanam 300 pohon.
"Sedang dikerjakan perhari Minggu sore sudah ada 300 lebih di kawasan Monas dan sekitarnya sebagai pohon pengganti," ujar Saefullah .
Terkait keputusan tersebut, beragam reaksi muncul di media sosial. Tak sedikit warganet yang justru menyoroti pohon-pohon yang kembali ditanam di Monas.
Mereka mengklaim, pohon tersebut berbeda dengan pohon Mahoni yang ditanam sebelumnya. Pohon itu disebut lebih kecil dan murah dibanding Mahoni.
Komentar tersebut salah satunya dituliskan oleh pemilik akun @Airin_NZ.
"Di Monas itu pohonnya gede-gede & pohon Mahoni. Saat ditebang alasan mereka di sehatkan. Setelah disehatkan pohonnya malah mengecil. Lucunya tadinya pohon Mahoni kenap sekarang berubah jadi pohon gini..?? Harganya juga jauh lebih mahal Mahoni," tulisnya.
Sementara akun @ParwatyRizky mengatakan, "Ternyata hasil dari penyehatan pohon di Monas telah merubah dari mahoni menjadi pohon sejenis pule. Sedangkan pule ini lebih murah dn dahanya pun rapuh. Kemanakah pohon reinkarnasi mahoni yang dikutuk.
Pendapat lain lantas disampaikan oleh @dikawiriyawan yang justru menyoroti alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk penanaman pohon kembali.
Baca Juga: Xanana Gusmao Minta Warga Timor Leste dari Wuhan Dikarantina di Indonesia
"Pohon ditebang menggunakan APBD. Beberap hari setelah ditebang. Nanam Pohon pake APBD lagi. Buat Jalur sepeda pake APBD. Beberapa hari kmudian dibongkar lagi menggunakan APBD..Yu Ketawa Bareng," terangnya.
Fraksi PDIP Buka Suara
Ketua fraksi PDI-P DPRD DKI, Gembong Warsono turut menanggapi kebijakan penanaman pohon di Monas. Menurutnya tindakan ini menunjukan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan telah bertobat. Ia menyambut baik upaya Anies yang akhirnya kembali menanam pohon di Monas.
“Alhamdulillah Pak Anies tobat," ujar Gembong di Gedung DPRD DKI Jakarta Selasa (4/2/2020).
Gembong menyebut tindakan penanaman pohon ini mengindikasikan Anies telah menyadari kesalahannya. Menurutnya tindakan ini perlu diapresiasi.
“Saya bersyukur Pak Anies menyadari kekeliruannya. Orang berbuat baik kan harus diapresiasi,” pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Muncul Isu Liar Soal Rully Anggi Akbar Setelah Digugat Cerai Boiyen
Pilihan
-
Mundur Berjamaah, Petinggi OJK dan BEI Kalah dengan Saham Gorengan?
-
Kisah Pilu Randu Alas Tuksongo, 'Raksasa yang Harus Tumbang' 250 Tahun Menjadi Saksi
-
Insentif Mobil Listrik Dipangkas, Penjualan Mobil BYD Turun Tajam
-
Pasar Modal RI Berpotensi Turun Kasta, Kini Jepang Pangkas Rekemondasi Saham BEI
-
Jeffrey Hendrik Belum Resmi jadi Pjs Direktur Utama BEI
Terkini
-
Pandji Pragiwaksono Dicecar 48 Pertanyaan Usai Diperiksa Bareskrim: Saya Ikuti Prosesnya Saja
-
Lebih Ganas dari COVID-19, Menakar Kesiapan Indonesia Hadapi Virus Nipah yang Mematikan
-
Dirut Garuda dan Perwakilan Embraer Sambangi Istana, Bahas Rencana Pembelian Pesawat?
-
Jakarta Makin Gampang Tenggelam, Sudah Waktunya Benahi Tata Ruang?
-
Noel Ngaku Dilarang Ungkap Partai K: Benernya Lidah Gue Mau Ngomongin Hari Ini
-
Prabowo Sentil Bogor Semrawut Banyak Spanduk, Wawako Jenal: 61 Baliho Sudah Kami Bongkar
-
Saksi Kasus Noel Ebenezer Ungkap Ada 4 Orang dari Kejagung Minta Duit Masing-masing Rp 1,5 Miliar
-
DJKI Perkenalkan Layanan Konsultasi Kekayaan Intelektual Melalui Video Call
-
Saksi Sidang Noel Akui Pernah Ditawari LC Oleh 'Sultan Kemnaker': Saya Tidak Tahu Sumber Duitnya
-
Singgung Kasus Pertamina, Eks Ketua MK Beberkan Persoalan Besar Penegakan Hukum