"Kan infonya malam, sekarang sedang mematangkan beberapa opsi. Mudah-mudahan bisa ketemu," ujar Hilbram saat dihubungi, Kamis (6/2/2020).
Untuk perencanaannya, kata Hilbram, dibutuhkan pembicaraan lebih lanjut dengan perancang desain lintasan. Karena perubahan lintasan akan berpengaruh pada sarana dan infrastuktur untuk balapan.
"Karena harus dibicarakan dengan teman-teman infrastrukturur pembuatan desain sirkuit seperti apa alternatifnya," jelasnya.
3. Anies Terlanjur Kasih Duit Rp 360 Miliar, Formula E Tak Bisa Batal
DPRD DKI Jakarta meyakini ajang balap mobil formula E akan tetap dilanjutkan meski kawasan Monumen Nasional (Monas) yang direncanakan akan menjadi trek balap ditentang Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg). Pasalnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sudah menyetorkan sejumlah uang untuk penyelenggaraan ini.
Sekretaris Komisi B DPRD DKI Jakarta Pandapotan Sinaga mengatakan setoran uang itu sudah diterima oleh Fédération Internationale de l'Automobile selaku pencetus Formula E. Karena itu ia meyakini ajang balap mobil listrik ini tak bisa dibatalkan
Untuk menggelar acara ini, Anies sudah menyetorkan uang sebesar Rp 360 miliar untuk commitment fee dan Rp 934 miliar untuk biaya penyelenggaraan.
“Prinsipnya Formula E enggak bisa dibatalkan karena kita sudah kasih plan A plan B yang sudah disetor ke organisasinya itu (FIA),” ujar Pandapotan saat dihubungi Kamis (6/2/2020).
Baca Juga: Trotoar Jakarta Alih Fungsi Jadi Begini, Warganet Sindir Anies Baswedan
Terkait pelarangan penggunaan Monas sebagai sirkuit, ia akan memanggil PT Jakarta Propertindo (Jakpro) selaku penyelenggara Formula E Jakarta. Ia ingin mendapatkan informasi soal rencana perubahan jalur balapan nantinya.
“Nanti kita panggil Jakpronya. Kita akan tanyakan kelanjutanya gimana, kalau tidak dilaksanakan (di Monas) mau dimana dilakukan,” jelasnya.
4. Jalur Formula E yang Baru Diklaim Siap, Disebut Tak Kalah dengan Monas
PT Jakarta Propertindo (Jakpro) selaku penyelenggara ajang balap mobil listrik formula E di Jakarta mengaku telah selesai mempersiapkan jalur baru. Lintasan yang dibuat diklaim tak kalah dengan rencana lokasi sebelumnya, kawasan Monumen Nasional (Monas).
Deputy Director Communications Formula E Jakpro, Hilbram Dunar mengatakan, dari awal rencananya jalur yang dibuat harus berdekatan dengan ikon kota Jakarta sebagai ajang promosi kota ramah lingkungan. Karena itu, pada jalur baru nanti, ia menyebut pemilihan lintasan akan tetap mengacu pada rencana tersebut.
"Intinya pasti sirkuit jalan raya dan kami mengusahakan bisa se-'iconic' Monas. Karena salah satu inti penyelenggaraan Jakarta E-Prix adalah mempromosikan Jakarta sebagai Sustainable city yang ramah lingkungan," ujar Hilbram saat dihubungi, Jumat (7/2/2020).
Saat ditanya, Hilbram enggan membeberkan lokasi rinci jalan raya yang akan digunakan nantinya. Ia menyebut akan mengumumkannya setelah rencana matang dan berdiskusi dengan pihak terkait.
"Alternatif sirkuit sudah kami siapkan, tapi maaf belum bisa kami infokan dimana, karena masih harus diskusi dengan pihak-pihak terkait," katanya.
Meski ada perubahan jalur, Hilbram menyatakan, penyelenggaraan formula E tidak akan molor. Ia meyakini pihaknya akan membuat lintasan yang sesuai standar.
"Bocorannya jalannya harus sesuai standar FIA. Untuk timeline masih bisa dalam 4 bulan ini," kata dia.
5. Gagal di Monas, Kawasan Sudirman-Thamrin Jadi Opsi Sirkuit Baru Formula E
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bersama Fédération Internationale de l'Automobile (FIA) sudah melakukan survei untuk mengganti jalur balapan formula E. Jalan Sudirman-Thamrin, Jakarta Pusat yang menjadi salah satu opsi untuk balapan mobil listrik ini.
Hal ini diungkap oleh Kepala Dinas Bima Marga Hari Nugroho. Rencananya jalur balapan juga dibelokan ke arah Gelora Bung Karno.
"Sepanjang Jalan Sudirman dan Thamrin. Sedikit belok ke GBK," ujar Hari saat dihubungi, Jumat (7/2/2020).
Nantinya Jalan Sudirman-Thamrin ini akan menjadi usulan awalnya. Namun jika tidak disetujui, pihaknya akan mempersiapkan opsi untuk jalur lainnya.
"Pastinya Pemprov sudah menyiapkan apabila usulan awal tidak disetujui," jelasnya.
Menurutnya banyak jalan protokol di Jakarta yang sudah memenuhi standar untuk balapan Formula E. Pasalnya kualitas jalan arteri di Jakarta banyak yang sudah tergolong grade 3.
Grade 3 itu menjadi syarat minimal untuk mengadakan Formula E. Berbeda dengan Formula 1 yang membutuhkan kualitas di atasnya, yakni grade 1.
"Kriteria lintasan balap kami pakai grade 3. Artinya jalan arteri atau protokol kita sudah memenuhi standar FIA," pungkasnya.
Itulah lima polemik Formula E di Jakarta yang berhasil dirangkum Suara.com!
Berita Terkait
-
Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
-
Dari Masjid Nabawi, Anies Berdoa agar Aib Pelaku Kejahatan Dibuka Allah
-
Ditanya Nyesal Ikut Pilpres 2024, Anies Balik Tanya Publik: NyeseI Tak Memilih Saya?
-
Prabowo dalam Tekanan! Media Asing Sebut Anies Baswedan Saat Rupiah dan IHSG Kompak Jebol
-
Anies Baswedan Skakmat Seskab Teddy yang Sebut Dino Patti Djalal 'Pejabat Cuma 3 Bulan'
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan
-
Jadwal Padat Piala Presiden 2026 Diprotes Klub, Panpel Klaim Sudah Direstui AFC
-
Sambut HUT RI ke-81, PB ORADO Gelar Turnamen Bertajuk Piala Panglima TNI
-
Terancam Sanksi! FK UGM Investigasi dr. Elda Putri Soal Komentar Rendahkan Pasien BPJS
-
Tiket Pesawat Jakarta-Yogyakarta Rp890 Ribuan! Ini Daftar Promo untuk Liburan Hemat
-
Perang Timur Tengah Belum Goyahkan Ekspor RI, BPS Ungkap Mesin Pertumbuhan Ekonomi Masih Ngebut
-
Bukan Sekadar Tempat Transit, Wajah Baru Lounge Bandara Ini Setara Hotel Berbintang
-
Bahlil Beri Tugas Baru Lemigas Urus Impor Minyak dan LPG, Targetkan Pasokan Nasional Lebih Terjamin
-
Tunda Kenaikan Gaji Kepala Daerah! Korupsi Itu Soal Integritas, Bukan Kurang Penghasilan