Suara.com - Sebanyak empat pintu air di Jakarta berstatus siaga satu. Hal itu berdasarkan data laman posko banjir Sumber Daya Air DKI Jakarta per pukul 08.10 WIB, Selasa (25/2/2020).
Kenaikan status pintu air itu disebabkan hujan deras yang mengguyur hampir sebagian besar wilayah Jakarta sejak Selasa dini hari.
Pintu Air Karet sumber air Banjir Kanal Barat dengan status siaga satu ketinggian air 722 sentimeter. Ketinggian normal pompa pintu air itu berada di bawah 450 sentimeter.
Pintu Air Angke Hulu sumber Angke dengan status siaga satu ketinggian air 330 sentimeter. Ketinggian normal pintu air itu berada di bawah 150 sentimeter.
Pintu air Air Jembatan Merah yang dilalui aliran Sungai Ciliwung berstatus siaga satu dengan ketinggian air 291 sentimeter. Normalnya ketingggian air di bawah 100 cm.
Sementara itu, enam pintu air lainnya berstatus siaga dua.
Pintu air Manggarai bersatus siaga dua dengan ketinggian air 939 sentimeter. Pintu air Marina Ancol dengan ketinggian air 203 sentimeter.
Pintu air Pluit dengan ketinggian 29 sentimeter. Pintu air Sunter Hulu dengan ketinggian air 227 sentimeter.
Pompa Kali Duri (Kalijodo) berstatus dengan ketinggian air 304 sentimeter dan pintu air Istiqlal dengan ketinggian 321 sentimeter.
Baca Juga: Banjir Jakarta, Istana Kepresidenan Tergenang
Posko banjir Sumber Daya Air DKI Jakarta memantau sebanyak 21 pintu air dan pompa se Provinsi DKI Jakarta dan Provinsi Jawa Barat.
Ruas jalan banjir
Sebanyak 30 ruas jalan di wilayah Jakarta Timur terendam banjir. Tinggi banjir bervariasi imbas curah hujan yang tinggi sejak Selasa (25/2/2020) dini hari.
Dua lintasan jalan di wilayah Kecamatan Matraman dilaporkan tidak bisa dilewati kendaraan, yakni di Jalan Nanas Raya depan SMKN 40 dan Jalan Balai Rakyat dengan ketinggian air berkisar 40 cm.
"Hingga pukul 05.00 WIB ruas jalan di sepuluh kecamatan Jakarta Timur terendam banjir," kata Kasi Dalops Sudin Perhubungan Jakarta Timur Riky Erwinda.
Kecamatan Ciracas terdapat dua jalan yang terendam yakni Jalan Raya Ciracas Depan PHB Kali Jodo setinggi 20 cm namun dapat dilalui kendaraan. Sedangkan Jalan Raya Ciracas depan Taman Silih Asih sepanjang 18 meter tidak bisa dilalui kendaraan sebab terendam air 30-40 cm.
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Evaluasi MBG dan Krisis Regenerasi Petani Jadi Sorotan, Dudung Akui Program Perlu Ditata Ulang
-
Klaim Perdamaian Baru Versi Trump: Iran Setuju, Hormuz Dibuka, Nuklir Dibatasi
-
Sebut Bukan Insiden Kebetulan, Nandang Sutisna Desak Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis
-
Tiyo Ardianto Respons Viral Aksi Penolakan di UGM, Singgung Kondisi Mahasiswa 'Terpaksa' Demo
-
Aksi Bersih & Penghijauan dalam Memperingati HLH 2026, NHM Ajak Masyarakat Jaga Lingkungan Bersama
-
Wamendagri Bima Arya Tekankan Penguatan Karakter Generasi Muda Berbasis Nilai Budaya
-
Bukan Ancaman, Anis Matta Sebut Demo Justru 'Picu' Pemerintah Kerja Lebih Baik
-
Massa Bertahan di Gejayan Meski Aksi Selesai, Bunyi Klakson - Seruan Turunkan Prabowo Terus Menggema
-
Soal TNI-Komcad Dikerahkan di Demo Mahasiswa, Ini Reaksi Komisi I DPR
-
Turun Aksi di Jogja, Cholil ERK Tegaskan Gerakan Masyarakat Jangan Mengempis