Suara.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan beserta jajarannya tengah melakukan kunjungan ke beberapa pintu air. Pasalnya air di sejumlah sungai di Jakarta meluap hingga membuat status pintu air meningkat.
Akibatnya, terhitung lebih dari 200 RW terendam air. Ribuan warga juga telah mengungsi ke tempat aman meninggalkan rumahnya.
Sejak Selasa (25/2/2020) pagi, Anies mengunjungi pintu air Manggarai. Ia mengaku tengah mengawasi ketinggian pintu air yang sempat berstatus siaga 1 ini.
Setelah itu, ia berkunjung ke pintu air Karet, Jakarta Pusat. Meski kawasan sekitarnya banjir, ia menyebut penanganan akan berlangsung lancar karena pompa bisa berfungsi baik.
Usai kunjungannya ke Karet, ia kembali lagi ke Manggarai. Namun tak lama setelah sampai di lokasi, ia justru pergi meninggalkan jajarannya termasuk Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) dan Sekretaris Daerah (Sekda).
Anies berjalan bersama beberapa orang stafnya meninggalkan Pintu Air. Ketika ditanya, salah seorang stafnya itu mengatakan akan kembali ke Balai Kota untuk sementara waktu.
"Ke Balai Kota dulu ya," ujar stafnya itu di lokasi, Selasa (25/2/2020).
Bahkan, Anies terlihat menggunakan kendaraan yang berbeda dengan yang ia naiki saat tinjauan. Anies menaiki kendaraan pribadinya, bukan mobil hiace besar untuk 15 orang.
Hingga kini, tak diketahui apa tujuan Anies kembali ke Balai Kota. Namun menurut info yang terhimpun, Anies ingin bertemu dengan salah satu Kepala Daerah di Balai Kota.
Baca Juga: Anies Serukan Seluruh Kantor Pemprov Jadi Lokasi Pengungsi Korban Banjir
Namun, kepergian Anies ini berlawanan dengan seruannya kepada jajarannya.
Ia meminta bawahannya membatalkan semua pertemuan dan fokus menangani banjir di lapangan.
"Semua kegiatan Pemprov fokuskan ke lapangan, pertemuan rapat batal semuanya, turun ke lapangan," ujar Anies di Pintu Air Manggarai, Selasa (25/2/2020).
Berita Terkait
-
Manajer: Performa HangTuah Turun Salah Satunya karena Banjir
-
Banjir Jakarta Selasa Sore: 294 RW Terendam Banjir, Tiga Pintu Air Siaga 1
-
Mantan Wagub DKI: 90 Persen UMKM Rugi Gara-gara Banjir Jakarta
-
Kaesang Pangarep: Gerai Tutup karena Banjir, Karyawan Saya Asyik Main Air
-
Banjir Mengepung Jakarta, Cermati Ancaman Water Hammer
Terpopuler
- Bedak Tabur atau Bedak Padat Dulu? Panduan Makeup Flawless Tahan Lama
- 4 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Sesuai Review Pembeli
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan 12 Juli 2026, Masa Sulit Diprediksi Berakhir
- Aisyah Zakkiyah, Komisaris Baru PTPP yang Viral Punya Gaji dan Tunjangan Miliaran
- Bedak Tabur Apa yang Bikin Glowing dan Tahan Lama? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
-
Iran Luncurkan Serangan Balasan ke Amerika, Serbuan Drone Meluncur
-
Garda Revolusi Iran Tutup Lagi Selat Hormuz Sampai Batas Waktu Tak Ditentukan
-
Jadi Tersangka Bareng Eks Jampidsus Febrie, Don Ritto Sudah Ditahan di Rutan Polda Metro Jaya
-
Polri Tetapkan Febrie Adriansyah dan DR Tersangka Kasus Dugaan Korupsi serta TPPU
Terkini
-
Biaya Haji 2027 Diusulkan Naik, Mengapa DPR Menolak APBN Menanggung Ongkos Jemaah?
-
IRGC Iran: Operasi Pembalasan ke Amerika Akan Terus Berlanjut
-
Prabowo Harus Turun Tangan! Minta KPK Ambil Alih Kasus Febrie Demi Selamatkan Sistem Hukum
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
-
Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Potensi Menang Praperadilan: Siasat Redam Konflik Polri-Kejagung
-
Daftar Gempuran AS ke Iran Terbaru karena Ngamuk Selat Hormuz Kembali Ditutup
-
Iran Luncurkan Serangan Balasan ke Amerika, Serbuan Drone Meluncur
-
Ranjau Politis dan Perang Proksi: Sisi Gelap di Balik Pengalihan Kasus Febrie dari Polri ke Kejagung
-
Serangan GFS Galaxy, Jalur Dagang Dunia Mencekam Setelah Iran Tutup Paksa Selat Hormuz
-
Penuh Ranjau Politis! Tiga Skenario Berbahaya di Balik Pengalihan Kasus Febrie ke Kejagung