Suara.com - Polisi berhasil menemukan bocah yang hanyut di Kali Mangga Besar, Kelurahan Pinangsia, Tamansari, Jakarta Barat.
Bocah tersebut diketahui bernama Muhammad Sulton (14) warga Gang Langgar, Kelurahan Tangki, Tamansari, Jakarta Barat.
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat Kompol Tengku Arsya mengatakan, peristiwa itu bermula ketika Sulton dan rekannya Arian Abdullah melihat tiga orang anak tengah berenang di Kali Mangga Besar.
Tiba-tiba anak-anak tersebut hanyut, Sulton dan Arian pun bergegas terjun ke kali untuk menolongnya.
"Tidak lama kemudian anak berhasil di selamatkan oleh korban Sulton dengan cara dipanggul di bagian pundak. Karena tidak kuat lagi, Sulton mengoper dua orang anak kepada temannya Arian dan satu anak berhasil dinaikan," kata Arsya kepada wartawan, Selasa (25/2/2020).
Meski berhasil menyelamatkan anak-anak tersebut, nahasnya Sulton justru terbawa derasnya arus air di Kali Mangga Besar. Sulton sendiri sejatinya sempat ditolong oleh warga yang melihatnya hanyut terseret arus di sekitar Jembatan Beton.
"Ketika di Jembatan Beton ada warga yang ikut membantu dan berhasil memegang tangan korban Sulton, namun karena kuatnya arus pegangan warga terlepas dan korban tetap hanyut. Setelah melewati jembatan korban tenggelam dan tidak terlihat lagi," kata Arsya.
Selanjutnya, Tim SAR bersama petugas kepolisian dari Polres Metro Jakarta Barat, dan Koramil Tamansari pun melakukan upaya pencarian dengan menyusuri Kali Mangga Besar. Sampai pada akhirnya Sulton pun berhasil ditemukan di tepi Kali Mangga Besar dalam keadaan tidak bernyawa.
"Sekira pukul 14.00 WIB tim berhasil menemukan korban di bagian kiri kali dalam keadaan meninggal dunia. Selanjutnya korban dibawa ke rumah orang tuanya," ucap Arsya.
Baca Juga: Berniat Bantu Cari Korban SMPN1 Turi yang Hanyut, Motor Taufiq Malah Lenyap
Berita Terkait
-
Bocah Hanyut Terbawa Banjir di Kali Pinangsia Jakbar, Polisi: Masih Dicari
-
Minta Ganti Rugi, Warga Tamansari Beraudiensi dengan Satpol PP Kota Bandung
-
Warga Korban Penggusuran Tamansari Bandung Alami Trauma Berat
-
Cerita Pilu Warga Tamansari Bandung Usai Digusur dan Keluarnya Fatwa MUI
-
Korban Gusuran Tamansari Bertahan di Masjid, Andalkan Bantuan dan Donasi
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
Terkini
-
Filipina Mulai Ketar-ketir Efek Domino Konflik Geopolitik, Termasuk Perang AS - Iran
-
Putus Hubungan dengan WHO, Amerika Serikat Berisiko Kehilangan Jejak Penyebaran Hantavirus
-
Catatan Tertulis Suku Indian Navajo Tunjukkan Hantavirus Sudah Lama Mengintai Umat Manusia
-
Panas! Ade Armando Batal Maaf ke Jusuf Kalla Jika Laporan Polisi Tak Dicabut
-
Studi Ungkap Dilema Nikel: Dibutuhkan untuk Energi Bersih, tapi Ancam Lingkungan
-
Bidik Tersangka Tragedi Bekasi: Polisi Periksa 39 Saksi dari Pejabat KAI hingga Bos Taksi Green SM
-
Cek Fakta: Benarkah Hantavirus Disebabkan Efek Samping Vaksin Covid-19 Pfizer?
-
Kasus Kekerasan Gender Tembus 376 Ribu, LBH APIK Ungkap Lemahnya Perlindungan Korban
-
Eks Gubernur Sultra Nur Alam Dilaporkan ke KPK Terkait Korupsi Dana Unsultra Rp12 Miliar
-
Detik-Detik Sopir Taksi Green SM Selamat dari Maut Sebelum KRL Ditabrak Argo Bromo