Suara.com - Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2020 telah dimulai. Lolos ke Perguruan Tinggi Negeri adalah harapan utama para siswa kelas dua belas SMA. Sayangnya, tidak sedikit siswa yang melakukan kesalahan ketika mendaftar seleksi nasional ini. Berikut adalah kesalahan-kesalahan yang sering terjadi di kalangan siswa.
1. Mendaftar pada Waktu-waktu Terakhir
Siswa seringkali mengulur waktu ketika mendaftar SNMPTN. Banyak waktu yang terbuang untuk berpikir memilih jurusan, PTN dan kota tujuan. Pertimbangan-pertimbangan tersebut bisa dilakukan sebelum masa pendaftaran SNMPTN dimulai.
Jika memang tidak memungkinkan untuk mendaftar pada masa-masa awal pendaftaran karena mengurus administrasi misalnya, usahakan untuk tidak mendaftar di hari-hari terakhir. Ketika siswa mendaftar di hari terakhir, lalu kemudian ada kendala teknis ataupun sistem error, maka tidak ada hari lain untuk dijadikan kesempatan kedua karena waktu pendaftaran teah berakhir.
2. Salah Meletakkan Urutan Prodi dan PTN
Kesalahan meletakkan urutan bisa terjadi karena berbagai hal, salah satunya adalah karena terburu-buru. Bisa karena panik, grogi, ataupun kehabisan waktu sebab mendaftar di menit-menit terakhir. Program studi yang seharusnya diletakkan di urutan pertama PTN pertama, malah jadi diletakkan ke urutan kedua.
Padahal, urutan jurusan memengaruhi proses seleksi. Prodi urutan pertama lah yang menjadi pertimbangan besar PTN menyeleksi calon mahasiswanya.
3. Memilih Program Studi berdasarkan Passing Grade
Sebelum mendaftar SNMPTN, seringkali siswa bertanya mengenai passing grade yang dimiliki PTN. Padahal, passing grade tidaklah tepat jika dijadikan acuan dalam memilih program studi dan universitas dalam SNMPTN.
Baca Juga: Tontowi Ahmad Benarkan Rencana Mundur dari Pelatnas PBSI
Selain karena angka yang belum tentu akurat, passing grade memiliki dasar perhitungan yang berasal dari SBMPTN bukan SNMPTN.
4. Memilih Prodi yang Sepi Peminat
Demi bisa lolos SNMPTN, terkadang siswa memilih program studi yang sepi peminat. Strategi ini tidak salah, jika siswa memiliki minat terhadap program studi tersebut.
Yang akan menjadi masalah adalah ketika siswa lolos dan diterima di prodi tersebut tapi tidak diambil karena tidak suka atau merasa tidak mampu menanggung beban kuliah nantinya.
Penolakan ini bisa berdampak pada SMA akan masuk daftar hitam (blacklist) oleh PTN. Ingat, SNPMTN merupakan jalur undangan masuk PTN, jika siswa yang diundang tidak menindaklanjutinya, maka pihak pengundang berhak untuk tidak mengundang lagi. Dengan kata lain, PTN bisa menolak menerima siswa angkatan selanjutnya dari sekolah siswa tersebut.
Proses pendaftaran SNMPTN telah dimulai sejak 24 hingga 27 Februari 2020, sementara bagi siswa yang mengikuti pendaftaran KIP Kuliah, periode pendaftaran diperpanjang hingga 31 Maret 2020. Informasi resmi mengenai mengenai SNMPTN bisa diakses melalui https://snmptn.ac.id/.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Tinggal di Kawasan Industri, Warga Pasirranji Justru Sulit Dapat Air Layak Konsumsi
-
Megawati Terima Utusan Presiden Korsel, Bahas Perdamaian Semenanjung Korea?
-
Mantan Ketua KPPU Soroti Denda Rp 755 Miliar untuk Pinjol, Sebut Ada Kekeliruan Fundamental
-
Suasana Hangat Warnai Kunjungan Rajiv ke SLB Lembang, Bantuan PIP hingga Kursi Roda Disalurkan
-
Modus Pijat dan Doktrin Patuh Guru, Cara Keji Kiai Ashari Berkali-kali Cabuli Santriwati
-
Peringati Usia ke-80, Persit Kartika Chandra Kirana Mantapkan Pengabdian Dalam Berkarya
-
Indonesia Darurat Kekerasan Anak? MPR Soroti Celah Sistem Perlindungan Anak
-
Polisi Bongkar Gudang Penadah HP Curian di Bekasi, 225 iPhone dan Android Disita
-
Yuk Liburan ke Surabaya! Jelajahi Panggung Budaya Terbesar Tahun Ini di Perayaan HJKS ke-733
-
DPR Ragukan Status Pesantren Predator Seks di Pati: Itu Hanya Kedok!