Suara.com - Pemerintah Indonesia hingga Jumat (28/2/2020), secara resmi belum mengungkapkan adanya pasien positif pengidap virus corona alias Covid-19.
Namun, sedikitnya dua orang meninggal dunia saat status kesehatannya adalah terduga atau suspect virus mematikan tersebut.
Warga negara Singapura berinisial ALS meninggal dunia di Rumah Sakit Badan Pengusaahaan Batam.
Namun belakangan, Dinas Kesehatan Kota Batam Kepulauan Riau mengklaim ALS meninggal di Batam sepekan lalu bukan karena virus corona.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam Didi Kusmarjadi, Jumat (28/2/2020) mengatakan, ALS sempat menjalani tes virus corona, tapi hasilnya negatif.
"Hasilnya sudah keluar. Hasilnya negatif," kata Didi.
WNA yang sempat ditangani di RS Badan Pengusahaan Batam itu memang menderita pneumonia, tapi bukan akibat COVID-19.
"Pneumonia sebab lain," kata dia.
WNA itu dikebumikan di Batam, karena juga memiliki kerabat di Provinsi Kepulauan Riau. Sementara itu, hingga kini tidak ada pasien positif COVID-19 yang terjadi di Kota Batam.
Baca Juga: Petugas Bandara Adisutjipto Temukan Suspect Corona, Ini Faktanya
Beberapa orang sempat diduga dan dalam pengawasan. Dan dalam hasil pemeriksaan laboratorium, semuanya negatif.
Sementara satu pasien suspect corona yang wafat, terdapat di Semarang, Jawa Tengah. Pasien itu hanya diidentifikasi sebagai lelaki berusia 37 tahun.
Namun belakangan, Rumah Sakit Umum Pusat dr Kariadi yang menanganginya membantah pasien tersebut meninggal karena virus corona.
"Jadi pasien pria usia 37 tahun yang meninggal pada Minggu (23/2) itu, karena penyakit Bronkopneumonia sehingga paru-parunya mengalami kerusakan akibat infeksi, bukan karena Virus Corona," kata Dokter Penanggung Jawab Pelayanan (DPJP) RSUP dr Kariadi Fathur Nur Kholis.
Ia menjelaskan, bronkopneumonia merupakan infeksi yang mengakibatkan terjadi peradangan pada paru-paru dengan tingkat kematian akibat penyakit Bronkopneumonia memang tinggi.
Dia menyebutkan, penyebab infeksi pada bagian paru-paru dan saluran pernapasan itu bisa karena virus, bakteri, jamur atau makhluk hidup yang lain.
Berita Terkait
-
Isu Virus Corona Menghempaskan Nilai Rupiah, Kini Rp 14.025 per Dolar AS
-
Dilanda Wabah Virus Corona, Singapura Potong Gaji Seluruh Pejabat Politik
-
Pengidap Virus Corona Pertama Selandia Baru sempat Transit di Bali
-
WNI ABK World Dream Tiba di Pulau Sebaru Kecil
-
Angkut Tim Evakuasi WNI ke Jepang, Dirut Garuda: Pesawatnya Lega
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
-
Massa Aksi di Depan Polda DIY Dibubarkan Paksa oleh Sekelompok Orang Berpakaian Sipil
-
5 Fakta Mencekam Demo di Mapolda DIY: Gerbang Roboh hingga Ledakan Misterius
-
Suasana Mencekam di Depan Polda DIY, Massa Berhamburan Usai Terdengar Ledakan
Terkini
-
Konflik Kartel Meksiko Geser Rantai Pasok Narkoba ke Indonesia, BNN Waspadai Jalur Alternatif
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
-
Massa Aksi di Depan Polda DIY Dibubarkan Paksa oleh Sekelompok Orang Berpakaian Sipil
-
Jelang Vonis Korupsi Pertamina, Ketua Hakim Beri Peringatan Keras: Jangan Coba-coba Pengaruhi Kami!
-
Sudah Jatuh Tertimpa Tangga: Kerry Adrianto Merasa Dijebak dalam Kasus Korupsi Pertamina
-
Suasana Mencekam di Depan Polda DIY, Massa Berhamburan Usai Terdengar Ledakan
-
Unik, Aksi Massa di Mapolda DIY Bergerak Organik Tanpa Orasi dan Tuntutan Tertulis
-
Aksi di Mapolda DIY: Massa Kecam Kekerasan Aparat yang Tewaskan Bocah di Maluku
-
Terkuak! Bukan Polisi, Pelaku Penganiaya Pegawai SPBU di Cipinang Ternyata Wiraswasta
-
Rekaman CCTV Ungkap Kronologi Kecelakaan Transjakarta dan Ojol di Gunung Sahari