Suara.com - Beredar kabar yang menyebut 280 jamaah umrah asal Indonesia tertahan di pesawat karena 18 orang di antaranya terjangkit virus corona.
Kabar tersebut pertama kali dibagikan lewat unggahan akun Facebook Rae Chandra belum lama ini. Akun tersebut membagikan video pendek berdurasi 9 detik yang menggambarkan kegaduhan orang-orang di dalam kabin pesawat.
Video tersebut lantas dibubuhi narasi bertuliskan, "Ada 280 jamaah dari Palembang dan Makassar di sini, semua pada nangis. 18 jamaah Indonesia dinyatakan positif terinfeksi virus corona, sekarang mereka semua 1 pesawat tidak diizinkan masuk Saudi harus dibawa pulang ke Indonesia".
Sejak unggahan itu diabadikan, telah dibagikan 567 kali dan mendapat 23 komentar.
Benarkah 280 jamaah umrah tertahan di pesawat karena 18 orang terinfeksi virus corona?
Penjelasan
Berdasarkan hasil penelusuran turnbackhoax.id -- jaringan Suara.com, kabar tersebut tidak benar. Hal itu telah dikonfirmasi oleh sejumlah media daring Indonesia.
Tampak salah satunya muncul di situs Kompas.com dengan pemberitaan berjudul "[Hoaks] Soal 280 Jemaah Umrah Tertahan di antaranya Positif Terinfeksi Virus Corona".
Dalam artikel itu disebutkan, Konsul Jenderal Republik Indonesia di Jeddah, Eko Hartono memastikan kabar tersebut tidak benar. Begitu pula dengan video yang beredar diduga merupakan rekaman lama.
Baca Juga: RSUD Gambiran Kota Kediri Siagakan Empat Ruang Isolasi untuk Pasien Corona
Eko menyatakan, hasil pantauan sejak 27 Februari 2020, jamaah Indonesia lancar menjalankan ibadah umrah. Tidak ada jamaah yang dipulangkan ke Indonesia, setelah sampai Arab Saudi.
"Tidak ada jamaah umrah yang tertahan karena dianggap terinfeksi Covid 19 dan kemudian dipulangkan," kata Eko.
Senada, dalam situs Liputan6.com dalam artikel berjudul "Kemenag soal Isu Jemaah Umrah Terinfeksi Virus Corona: Itu Hoaks", juga dijelaskan bahwa kabar yang beredar tidak benar.
Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama, Arfi Hatim menegaskan kabar soal jamaah umrah tertahan di pesawat adalah berita palsu.
"Hoaks itu hoaks," ucap Arfi.
Di lain pihak, pemerintah Indonesia memang menyatakan untuk tidak memberangkatkan jamaah umrah ke Arab Saudi guna menghindari virus corona, Kamis (27/2/2020)
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar
-
Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat
-
19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!
-
Riset Ungkap Skema Hibah dan Pinjaman Lunak Paling Efektif Danai PLTS Komunitas
-
Hari Pelaut Sedunia, Pelindo Dukung Potensi Ekonomi di Selat Malaka
-
Prabowo Percepat Pengembangan Mobil Nasional hingga Farmasi, Kampus Diminta Kejar Kebutuhan SDM
-
Geledah Kantor BKP Sumsel, KPK Temukan Bukti Upaya Ubah Opini WTP Usai Bupati Muara Enim Kena OTT