Suara.com - Hampir tiga bulan virus corona atau COVID-19 merebak hingga ke penjuru dunia. Virus mematikan yang bersumber dari Kota Wuhan, China itu telah banyak mengubah kebiasaan warga dunia, salah satunya tak mau bersalaman.
Warga di penjuru dunia telah mengubah kebiasaan mereka saat berada di tempat kerja, rumah, hingga tempat ibadah. Bila biasanya warga berjabat tangan, berpelukan hingga mengecup pipi saat bertemu kerabat, kini kebiasaan itu telah sirna.
Kebiasaan-kebiasaan tersebut dapat memicu tertularnya virus corona. Warga juga diminta untuk tidak memegang area mulut, hidung dan mata untuk meminimalisir penularan virus yang telah menewaskan ribuan orang itu.
Berikut Suara.com merangkum kebiasaan warga dari berbagai penjuru dunia yang mulai berubah seperti dialihbahasakan dari Channel News Asia, Selasa (3/3/2020).
China
Di Beijing, ibu kota negara tempat virus corona dimulai, warganya diminta untuk tidak berjabat tangan. Sebagai gantinya, mereka diminta menyatukan kedua tangan mereka atau pose namaste sebagai tanda salam.
Selain itu, mereka juga diminta untuk membuat gerakan tradisional bernama gong shou, yakni gerakan kepalan di telapak tangan yang berlawanan. Gerakan ini digunakan sebagai pengganti berjabat tangan untuk menyapa.
Perancis
Di Perancis, warga terbiasa menyapa satu sama lain dengan cara menicum pipi kanan dan kiri. Mereka juga terbiasa untuk berjabat tangan dengan orang yang baru ditemui.
Pakar etiket Philippe Lichtfus mengatakan jabat tangan adalah bentuk perkembangan yang baru dimulai pada abad pertengahan. Sesungguhnya, warga cukup menatap mata seseorang saja sudah memiliki makna yang sama dengan salam.
Brazil
Kementerian Kesehatan Brazil merekomendasikan agar warganya tidak menggunakan sedotan logam untuk mengonsumsi minuman Amerika Serikat yang kaya kafein atau chimarrao.
Baca Juga: Suruh Kapolri Buru Penimbun Masker, Jokowi: Saya Ingatkan Hati-hati!
Jerman
Menteri Dalam Negeri Jerman Horst Seehofer sempat menolak upaya kanselir Angela Merkel untuk bersalaman. Sebagai gantinya ia tersenyum dan menjaga kedua tangannya.
Spanyol
Virus corona menyebabkan salah satu tradisi Spanyol berhenti dilakukan, yakni mencium patung Perawan Maria sepekan jelang paskah. Satu bulan sebelum tradisi ini dimulai, pemerintah melarang tradisi tersebut.
Rumania
Di Rumania rutin digelar Festival Martisor Rumania yang menandai awal musim semi. Biasanya dalam festival tersebut warga pria akan memberikan seikat bunga kepada wanita disertai kecupan.
Sejak wabah virus corona menyebar ke penjuru dunia, pemerintah meminta agar warganya hanya memberikan bunga tanpa kecupan dalam festival tersebut. Ini dilakukan untuk melindungi warganya agar tak terinfeksi virus mematikan.
Polandia
Polandia dikenal sebagai salah satu negara Katolik kuat di Eropa. Biasanya, dalam beribadah mereka akan mengonsumsi roti yang diambil dari tangan ke mulut.
Pemerintah setempat meminta agar warganya tidak mencelupkan tangan ke dalam air suci ketika masuk dan keluar dari gereja. Sebagai gantinya cukup membuat tanda salib.
Berita Terkait
-
Jangan Buat Ketakutan, Ketua DPRD Minta Anies Terbuka Soal Pasien Corona
-
Suruh Kapolri Buru Penimbun Masker, Jokowi: Saya Ingatkan Hati-hati!
-
Seruan Bersatu Lawan Virus Corona, Video Jokowi Minum Jamu Diungkit
-
Masker untuk Cegah Virus Corona Mulai Langka di Kediri
-
Dokter RSA UGM Ungkap Gejala Utama Terjangkit Virus Corona
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan