Suara.com - Mulai Selasa (17/3/2020), angkutan publik TransJakarta akan menambah jam operasi yakni mulai pukul 05.00-22.00 WIB.
Sebelumnya, layanan Transportasi Jakarta mengalami pembatasan angkutan dan jam operasional dari pukul 06.00-18.00 yang dimulai pada Senin (16/3/2020).
Pembatasan ini dilakukan guna mencegah perluasan sebaran pandemi Virus Corona baru atau Novel Coronavirus (COVID-19).
TransJakarta mengalami pemangkasan armada pada hari Senin (16/3/2020). Dari 248 rute, hanya ada 13 koridor yang beroperasi. Kedatangan di tiap halte juga akan dibatasi.
Namun, pengelola PT Transportasi Jakarta mengumumkan melalui Twitter resminya bahwa mulai Selasa (17/3/2020), bus Trans Jakarta akan menambah jam operasi mulai pukul 05.00-22.00 WIB.
Sementara itu untuk Bus Amari akan beroperasi mulai pukul 22.00-05.00 WIB.
Selain itu, headway bus Transjakarta akan kembali beroperasi normal. Namun tetap akan ada penyesuaian rute.
Hingga berita ini diturunkan, masih belum diketahui apakah akan ada penormalan rute bus Trans Jakarta lagi, mengingat pembatasan rute juga dilakukan sebagai salah satu langkah Pemprov DKI menekan penyebaran virus corona.
Baca Juga: Arahan Jokowi, Stok Pangan Tak Boleh Kurang Saat Pandemi Corona
Berita Terkait
-
Jam Angkutan Umum Dikembalikan, Anies Tetap Batasi Jumlah Penumpang
-
Antrean Mengular, Anies Cabut Pembatasan Operasional 3 Angkutan Umum
-
Kemenhub Kritik Kebijakan Pemprov Jakarta Kurangi Frekuensi Transportasi
-
DKI Batasi Operasional Angkutan Umum, Tsamara Amany Minta Anies Evaluasi
-
Cara Bikin Disinfektan Pencegah Corona Mudah di Rumah ala Adik Najwa Shihab
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar
-
Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat
-
19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!
-
Riset Ungkap Skema Hibah dan Pinjaman Lunak Paling Efektif Danai PLTS Komunitas
-
Hari Pelaut Sedunia, Pelindo Dukung Potensi Ekonomi di Selat Malaka
-
Prabowo Percepat Pengembangan Mobil Nasional hingga Farmasi, Kampus Diminta Kejar Kebutuhan SDM
-
Geledah Kantor BKP Sumsel, KPK Temukan Bukti Upaya Ubah Opini WTP Usai Bupati Muara Enim Kena OTT