Suara.com - Setidaknya 50 anggota kelompok Boko Haram tewas dalam serangan di sebuah kamp militer di tenggara Niger, media setempat melaporkan, mengutip pernyataan kementerian pertahanan Nigerien pada Selasa (17/3/2020).
“Senjata teroris Boko Haram yang berat dipersenjatai di sekitar 20 kendaraan menyerang kamp militer di Toummour di wilayah Diffa. Respons spontan pasukan pertahanan dan keamanan kami membantu mengusir musuh," kata laporan itu tentang pertempuran hari Minggu.
“[Lima puluh] pejuang Boko Haram dinetralkan sementara satu tentara terluka. Setelah serangan itu, bala bantuan dari batalion intervensi khusus tentara Niger segera mengejar musuh ke markasnya di tepi Danau Chad,"
Pernyataan itu mengatakan militer Niger menangkap beberapa tersangka, senjata dan menyita dua kendaraan.
Diffa telah berada dalam keadaan darurat selama lima tahun terakhir sejak Boko Haram meluncurkan kampanye militer pada Februari 2015.
Kelompok teror itu telah hadir di Nigeria sejak awal 2000-an dan telah menewaskan lebih dari 20.000 sejak 2009.
Kelompok Boko Haram juga telah melakukan serangan di Kamerun, Chad dan Niger sejak 2015.
Pada serangan Boko Haram di sebuah kamp militer Chetima Wangou Niger di wilayah Diffa 7 Maret menewaskan delapan tewas dan tiga hilang. Pemerintah mengatakan bahwa hampir semua penyerang yang melakukan serangan itu tewas dalam serangan udara.
Sumber: Kantor Berita Anadolu
Baca Juga: Ngeri, Anak-anak Dijadikan Pelaku Bom Bunuh Diri Teroris Boko Haram
Berita Terkait
-
Miris, Puluhan Orang di Niger Tewas Berebut Makanan Serta Pakaian
-
Ngeri, Anak-anak Dijadikan Pelaku Bom Bunuh Diri Teroris Boko Haram
-
Serangan Sadis Gerilyawan Boko Haram Tewaskan 24 Orang di Kamerun
-
55 Orang Tewas Dalam Insiden Tanker Minyak Meledak di Niger
-
Cerita Pilu Siswi Korban Penculikan Boko Haram di Nigeria
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Buruh Bersatu Desak Reformasi Total SJSN, Soroti Rendahnya Perlindungan Pekerja
-
Gus Ipul: 869 Ribu Peserta BPJS PBI Aktif Kembali
-
Riva Siahaan Dinilai Tak Nikmati Uang Korupsi: Hakim Bebaskan Uang Pengganti, Blokir Rekening Dibuka
-
Jakarta Darurat Lapangan Padel 'Bodong', 185 Bangunan Tak Berizin Terancam Ditertibkan Satpol PP
-
Vonis Korupsi Tata Kelola Minyak: Eks Dirut Pertamina International Shipping Dihukum 9 Tahun Penjara
-
Lingkaran Setan Kekerasan di Balik Seragam: Mengapa Polisi Junior Terus Jadi Korban Senior?
-
Bareskrim Ambil Alih Pengejaran Ko Erwin, Bandar Narkoba Terkait Kasus AKBP Didik
-
WNA Australia Terinfeksi Campak Usai Kunjungi RI, Kemenkes Percepat Imunisasi MR untuk Anak PAUDTK
-
Pramono Anung Instruksikan Perluasan Akses Jalan Guna Urai Kemacetan Flyover Latumenten
-
KPK Telusuri Pemilik Lima Koper Berisi Uang Rp5 Miliar dalam Kasus Bea Cukai