Suara.com - Salah satu momentum yang diperingati dalam hidup manusia antara lain adalah ulang tahun atau hari jadi. Ingin dirayakan sebagai bentuk syukur ke tempat ibadah, menggelar santap bersama orang terkasih, sampai berpesta dengan kawan-kawan dekat bisa dipilih sebagai bentuk seremoni atau perayaan.
Namun tahun ini, di hari ini, Selasa (24/3/2020) adalah suatu hari ulang tahun yang "extra ordinary", demikian disebutkan oleh Raphael Durham, seorang narasumber Suara.com yang bermukim di Teddington, salah satu kota satelit London di bagian barat daya, County of Middlesex, England, serta berada di tepian Sungai Thames.
"Kebiasaaan yang sudah-sudah, bila berulang tahun, saya merayakannya dengan kedua orangtua serta pasangan saya. Ia berasal dari Indonesia. Tahun ini, terpaksa menjadi berbeda, karena pandemi Coronavirus Disease atau COVID-19. Beberapa pekan lalu, sudah disebutkan bahwa bandara-bandara di seluruh Britania Raya bakal berhenti beroperasi untuk sementara. Dan seluruh border control ditutup," tuturnya lewat percakapan smartphone.
Tak sebatas berbincang, ia pun menunjukkan surat kabar The Sun terbitan hari ini, seharga 30p (Pence Sterling, di bawah 1 Poundsterling) atau sekitar Rp 5.000. Tampak di sana, wajah Perdana Menteri (PM) Boris Johnson, serta ilustrasi bendera Kerajaan Bersatu, Union Jack dalam bentuk gembok, ditambah latar belakang deretan perumahan.
Tertulis sebagai judul besar adalah "House Arrest" (istilah ini lebih populer di sana dibandingkan lockdown), diteruskan sub judul "PM: Brits atau warga Britania Raya mesti tinggal di rumah, kedapatan keluyuran bisa didenda polisi sampai 1.000 Poundsterling, berkumpul lebih dari dua orang dilarang, tempat perbelanjaan hanya buka untuk kebutuhan pokok".
"Pada dasarnya saya dan pasangan saya bukan orang yang suka keramaian. Liburan kami atau perayaan ulang tahun biasanya kami trekking ke Midlands bahkan Skotlandia. Pendeknya tidak melulu berada ke London karena terlalu banyak turis. Nah, jadi saat dikenai house arrest seperti sekarang, it's not a big deal," tukasnya.
Hal ini juga berlaku untuk tidak diperkenankannya warga beribadah ke gereja serta melakukan kegiatan bersama-sama. Raphael Durham menunjuk dadanya. "He's here, nothing to worry about," tukasnya sembari menyunggingkan senyum. Dilanjutkan dengan kalimat, "Begitu juga dengan pasangan saya. Ia juga ikut imbauan "Di rumah aja". So, nothing different."
Hanya, Raphael Durham menyayangkan, saat aturan lockdown siap diterapkan, kemarin (23/3/2020) terjadi panic buying di seluruh super market. Mulai Tesco, Asda, Aldi, sampai Sainsbury's, tempatnya biasa berbelanja.
"Memang, pemerintah menyatakan pasokan pangan tidak perlu dikhawatirkan. Namun begitulah kenyataannya. Toilet paper kosong, hand sanitizer tidak bersisa sama sekali. Semua bahan makanan pokok habis, juga hidangan siap saji dan aneka roti. Cuma takjubnya, ada beberapa tart ulang tahun tidak diangkut. Jadilah saya beli. Pikiran saya bukan di ulang tahun yang mesti dirayakan sendiri ini. Saya prihatin pada kejadian panic buying. Bagaimana physical distancing bisa diimplementasikan, dan pikirkan, bila dalam antrian ada warga berusia lanjut, hanya perlu toilet paper dan mesti antri panjang. Sementara yang lebih muda enggan memberi kesempatan," ungkapnya sedih.
Baca Juga: Donald Trump Beri Lampu Hijau Pabrikan Otomotif Amerika Produksi Alkes
Mulai pagi tadi, seluruh super market di kawasan tempat lelaki yang berprofesi sebagai insinyur mesin itu bermukim, sudah dibenahi dengan penanda jarak. Kursi-kursi tempat duduk ditiadakan, pembeli dibatasi hanya satu troli per keluarga, dan tidak diperkenankan memborong dalam jumlah berlebih.
"Rasanya eerie namun di sisi lain indah. Langit begitu biru bersih, tanpa ada satu pun pesawat melintas (lokasi tempat tinggalnya tidak begitu jauh dari bandar udara London Heathrow, Red), juga tak terdengar suara kendaraan di jalan sama sekali," kisah Raphael Durham.
Dan satu hal lagi yang membuatnya takjub selain cake ulang tahun masih tersedia di super market adalah saat ia kembali ke rumah berjalan kaki.
"Seperti berada di kota hantu. Toko-toko kecil rata-rata tutup, dan hanya ada satu yang buka. Coba tebak, apa itu? Tempat cukur rambut dengan seorang hairdresser paruh baya yang merokok. Selain itu Asda super market tetap buka, demikian pula kantor-kantor perbankan," tutupnya.
Selamat ulang tahun, Raphael, semoga situasi house arrest di seluruh dunia segera rampung. Doa kita bagi seluruh suster, paramedik, dokter dan relawan yang berjuang di garis depan mengatasi Coronavirus Disease. Juga bagi kesabaran untuk melakukan house arrest secara sukarela. Bukan hanya bagi diri sendiri, namun keluarga, komunitas, bahkan dunia. Dengan menghentikan laju penyebaran virus COVID-19.
Catatan Redaksi:
Jika Anda merasakan gejala batuk-batuk, demam, dan lainnya serta ingin mengetahui informasi yang benar soal Virus Corona COVID-19, silakan hubungi Hotline Kemenkes 021-5210411 atau kontak ke nomor 081212123119
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- 5 Sepatu Running Lokal yang Anti Licin dan Senyaman Skechers, Harga Cuma Rp200 Ribuan
- 8 Sunscreen di Indomaret untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 7 Pilihan HP Murah Terbaik Harga 1 Jutaan Juli 2026: NFC hingga Baterai 7000 mAh
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 2 Juli 2026, Ada Kuda hingga Anjing
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Bukan yang Pertama! Polisi Duga Ada Korban Penyekapan Lain di Percetakan Senen
-
Dicap 'Lembek' Kritik Pemerintah, Said Didu: Saya Bukan Terwo!
-
Usai Minta Maaf, Om Zein Diminta Komnas Perempuan Perbaiki Cara Pandang soal Perempuan
-
Dulu Kontraktor Kini 'Gelandangan', Kisah Jafar Ali Setahun Bertahan di Trotoar Depan UNHCR
-
Menhut Raja Juli Soal Pertemuan dengan Bupati Kuansing: Amplop Dikembalikan, Tak Ada Pelepasan Hutan
-
Ibu Hamil Tewas Tertembak di Papua, DPR Minta Diusut Transparan
-
Said Didu Blak-blakan: Sebut Safari Politik Jokowi Disokong Oligarki hingga Para Koruptor
-
Buntut Kasus dr Icha, Kemenkes Izinkan Nakes Stop Layanan Jika Terintimidasi
-
Tapir Disembelih dan Dikonsumsi di Mesuji, Pegiat Sebut Edukasi Konservasi Masih Mandek
-
Riset: Hutan Mungkin Tak Lagi Menyerap Karbon Sebanyak yang Kita Perkirakan, Mengapa?