Suara.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta sudah melakukan rapid test atau tes massal corona di kawasan Jakarta Selatan. Saat ini Pemprov masih menunggu hasilnya.
Hal ini diungkap oleh Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Widyastuti. Rapid test ini dilakukan dengan kerjasama bersama Kementerian Kesehatan pekan lalu.
"Hasilnya sedang diproses, jumlah berapa yang positif dan negatif," jelasnya.
Widyastuti menjelaskan, rapid test di Jaksel tidak dilakukan secara acak. Menurutnya tes dalam jumlah banyak ini merupakan bagian dari penyelidikan epidemiologi yang berarti hanya melakukan tes pada orang dengan indikasi corona.
"Uji coba bersama dilakukan di Jakarta Selatan untuk dilakukan bersamaan dengan penyelidikan epidemiologi," jelasnya.
Dalam rapid test nantinya, bukan berarti setelah dinyatakan negatif masyarakat boleh dibebaskan. Mereka tetap diminta melakukan isolasi dalam waktu yang ditentukan.
"Jadi rapid test yang dipakai ini berbasis anti body, itu tetap kita pesankan, seandainya seandainya negatif tetap kalau menunjukan gejala orang dalam pemantauan dengan gejala ringan, tetap kita anjurkan isolasi diri," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Batuk Kering Menjadi Salah Satu Gejala Covid-19, Apa Tandanya?
-
Korban Meninggal Terus Bertambah, Real Madrid Ikut Perangi Pandemi COVID-19
-
Hindari Virus Corona, Anggota Kerajaan Inggris Berpencar di Segala Penjuru
-
CEK FAKTA: Bukan Jenis Baru, China Melaporkan Ada Kasus Hantavirus
-
Ini Imbauan Ketum PSSI Guna Menekan Penyebaran Virus Corona
Terpopuler
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- 5 HP Android dengan Kualitas Kamera Setara iPhone 15
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Bisik-bisik Trump Saat Salaman Erat dengan Xi Jinping, Pakar Etika Bilang Begini
-
Hantavirus Strain Andes Bisa Menular Antar Manusia, Tapi Harus Kontak Erat dan Lama
-
Pesan Xi Jinping Saat Bertemu Donald Trump, Singgung Hubungan China dan AS
-
Dinkes DKI Ungkap Penyebab Keracunan 252 Siswa Usai Santap MBG di 3 SDN Kawasan Cakung
-
Bukan Solusi! FSGI Sebut jika Final LCC 4 Pilar MPR Diulang Berdampak Psikis dan Berpotensi Digugat
-
Penjelasan Nadiem Soal Harta Naik Rp4,87 Triliun: Itu Nilai IPO GoTo, Bukan Korupsi Chromebook
-
Asteroid Terdeteksi Mendekat Sangat Cepat ke Arah Orbit Bumi, Jaraknya Lebih Dekat dari Bulan
-
Prostitusi Berkedok Karaoke di Jakbar Terbongkar, Ada Anak di Bawah Umur
-
Dokter Stephen Kornfeld Keluar Ruang Isolasi Biokontainer Meski Hasil Tes Hantavirus Meragukan
-
Momen Haru Nadiem Makarim Peluk Pasukan Ojol Usai Dituntut 18 Tahun Bui: Tuhan Tidak Diam