Suara.com - Pandemi virus corona Covid-19 dikhawatirkan merusak sektor perekonomian Indonesia.
Pemerintah dalam hal ini berupaya menyalurkan dana bantuan langsung tunai kepada masyarakat yang terdampak.
Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso mengatakan, kelompok masyarakat yang paling terkena dampak adalah pekerja di sektor informal, UMKM dan pengemudi ojek online.
Selain itu, kata Susiwijono, para pegawai yang bekerja di pusat perbelanjaan turut terkena dampak.
"Kami menyiapkan bantuan sosial untuk meningkatkan daya beli kelompok terdampak. Siapa itu, pertama pekerja sektor informal, warung, toko-toko kecil dan sebagainya," ujar Susiwijono dalam keterangan resmi yang disiarkan akun YouTube BNPB, Kamis (26/3/2020).
"Kedua, para pelaku usaha transportasi online, baik Gojek dan Grab. Demikian juga pekerja harian yang ada di mal dan pusat perbelanjaan," sambungnya.
Kekinian, pemerintah tengah mendata pihak-pihak yang akan diberikan bantuan. Nantinya, penyaluran bantuan tersebut akan diberikan melalui program kartu Pra-Kerja.
Susiwijono menyebut, besaran bantuan yang akan diberikan masih diperhitungkan. Hitungan tersebut merujuk pada proporsi yang cukup untuk meningkatkan daya beli mereka.
"Besarnya kami masih hitung. Kemarin kami mengajukan angka, setiap orang pekerja di sektor informal dan UMKM bisa mendapatkan biaya pelatihan Rp 1 juta dan insentif Rp 1 juta per bulan selama 4 bulan. Totalnya jadi Rp 5 juta," papar Susiwijono.
Baca Juga: Ma'ruf Amin Minta Pastikan Penerima Bantuan Corona Bukan Orang Kaya
Lebih lanjut, Susiwijono menyebut bantuan yang diberikan juga menyasar masyarakat rumah tangga termiskin. Total ada 40 persen masyarakat rumah tangga termiskin yang baru terdata.
"Untuk meningkatkan daya beli, kami bagi dalam beberapa kelompok tujuan stimulus, pertama pasti adalah masyarakat rumah tangga termiskin, 40 persen rumah tangga termiskin, 29,3 juta akan alokasikan dalam bentuk bantuan langsung tunai," kata dia.
Berita Terkait
-
Terjebak Lockdown di Italia, Valentino Rossi: Seperti Medan Perang
-
Ancaman Pidana Berkerumun Saat Wabah Covid-19, ICJR: Penyesatan Informasi
-
Presiden Brasil Dikecam Habis karena Sibuk Mikir Bisnis Ketimbang Corona
-
Ribuan Warga Mudik, Jumlah Pasien Positif Corona di Jateng Terus Bertambah
-
Provinsi Aceh Kini Berstatus Tanggap Darurat Corona Hingga 29 Mei 2020
Terpopuler
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
Pilihan
-
Hakim Andi Sebut Nadiem Makarim Seharusnya Dibebaskan
-
Selain 10 Tahun Penjara, Nadiem Makarim Wajib Bayar Uang Pengganti Rp809,59 Miliar
-
Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun Penjara!
-
Jangan Puji Pemerintah karena Kerja: Mengapa Publik Begitu Mudah Terpesona?
-
Kabar Duka! Legenda Persija Si Macan Betawi Tan Liong Houw Tutup Usia
Terkini
-
Wabah Misterius Menyerang AS! 145 Orang Korban Diare Akut di 20 Negara Bagian
-
Gelombang Panas di Prancis: Bayi Kembar 15 Bulan Tewas, Orang Tua Ditangkap
-
Gelombang Panas Mematikan di Eropa: 1300 Orang Tewas, Suhu Tembus 41,7 C di Jerman
-
Di Balik Viral Jokowi Injak Kepala Kerbau di Lampung: Tradisi Adat atau Simbol Politik?
-
Potongan Jadi 8 Persen Mulai Besok, Koalisi Ojol Nasional: Janji Prabowo-Dasco Terbukti
-
MUI Usul RUU Pidana LGBT, Gus Ipul: Patut Ditindaklanjuti, Tapi Dibahas Dulu
-
TKD Anjlok 59 Persen, Jakarta Tak Bisa Lagi Bergantung pada APBD demi Kejar Status Kota Global
-
Sempat Tertahan di Papua, Bobby Nasution Pastikan Kontingen Pesparawi Sumut Pulang Besok
-
PDIP Surati Nanik S Deyang Minta Data Nama-nama Kader yang Terlibat MBG
-
BNN Catat 50 Orang Meninggal Tiap Hari Akibat Narkoba, Rehabilitasi Harus Jadi Prioritas