"Kami menawarkan paket yang segera bisa digunakan untuk menangani masalah-masalah kesejahteraan, pekerja yang menderita dan mereka yang membutuhkan," ungkap Nirmala, seperti dikutip dari CNBC.
Di lain pihak, subsidi ini dinilai tak bisa menjamin kebutuhan warga selama lockdown. Terlebih sekembalinya para buruh ke kampung halaman.
Kondisi tersebut diperkirakan justru memicu persoalan baru lantaran membludaknya warga di kampung. Apalagi nasib buruh setelah lockdown tak tentu.
3. Lockdown Terlalu Cepat, Warga Bisa Dihukum
PM Narendra Modi mengatakan penduduk India yang berjumlah sekitar 1,3 miliar jiwa akan selamat dari virus corona bila bertahan di rumah dan menaati lockdown.
Namun, setelah imbauan itu muncul, warga justru dilanda kepanikan karena terlalu cepat. Mereka yang tidak siap, menyerbu pusat kota untuk membeli logistik karena khawatir kekurangan pasokan.
Situasi pun kian berujung runyam lantaran warga masih saja mengunjungi pusat kota tak lama setelah lockdown diputuskan.
Bahkan, aparat kepolisian sampai turun tangan meminta warga untuk bertahan di rumah. Barang siapa yang melanggar aturan, akan dikenai hukuman pidana dan denda besar.
4. PM Modi Akui Lockdown Membuat Warga Sengsara
Baca Juga: Desak Jokowi Tiru Nyali Pejabat Daerah, Fadli Zon: Lockdown Segera!
Carut marut kebijakan lockdown juga diakui oleh PM Narendra Modi. Ia meminta maaf kepada warga atas kekacauan yang terjadi.
Modi mengklaim tidak ada cara lain untuk menghentikan penularan Covid-19 selain warga bertahan di rumah.
"Khususnya ketika melihat saudar-saudara saya yang malang. Saya rasa mereka pasti berpikir, perdana menteri seperti apa yang telah menempatkan kami dalam situasi buruk ini?" ungkap Modi kepada BBC.
"Saya secara khusus memohon maaf," tambahnya.
Modi menyadari banyak warganya yang marah karena sistem lockdown diterapkan.
"Saya akui kalian dalam kesulitan, tapi tidak ada cara lain untuk memerangi virus. Ini adalah pertempuran hidup atau mati dan kita harus memenangkannya," kata Modi.
Sejauh ini, India telah melaporkan lebih dari 979 kasus positif Covid-19, di mana 25 orang diantaranya dinyatakan meninggal dunia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
- 6 Sepatu Jalan Terbaik yang Nyaman Dipakai Lari dari Brand Luar dan Lokal
- Di Mana Tempat Beli Sepatu Asics Ori di Indonesia? Ini 5 Rekomendasi Toko Tepercaya
Pilihan
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
Terkini
-
Digaji Rakyat tapi Maling, Birokrat dan BUMN Nakal Siap-siap Kena Sikat
-
Rumah Sentul Jadi Materi Pemeriksaan, Febrie Klaim Sudah Dihibahkan ke Anaknya
-
Usai Diperiksa sebagai Tersangka, Febrie Adriansyah Tak Ditahan
-
Prabowo Pasang Badan untuk Petani, Minta Pengkritik Harga Beras Tanam Padi Sendiri
-
Hotman Paris: Rumah Sentul Milik Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Tapi Isinya Milik Orang Lain
-
Didampingi Hotman Paris, Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Lolos dari Penahanan Usai Diperiksa 10 Jam
-
Dosen UGM Diancam Sebar Data Pribadi hingga Dilacak Lewat Google Maps Usai Kritik Menteri PU
-
Hadiri Rakorwil PSI Bengkulu, Kaesang Pangarep: Masa Gajah Kalah dari yang Lain?
-
Balita Tewas Diduga Dianiaya Ibu Tiri, Kemen PPPA Usul Asesmen Pengasuhan Sebelum Menikah
-
Terekam CCTV dan Viral di Medsos, Remaja Pengancam Pakai Golok di Citeureup Diringkus Polisi