Suara.com - Anggota Komisi I DPR RI Nurul Arifin mengusulkan kepada pimpinan DPR agar ada pemotongan sebagian gaji dewan untuk kemudian disalurkan dalam penanganan virus corona atau Covid-19 di tanah air.
Usulan itu disampaikan secara pribadi oleh Nurul saat rapat paripurna pembukaan masa sidang III di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (30/3/2020).
Nurul ingin, para anggota DPR memiliki rasa solidaritas nasional dan solidaritas sosial dengan ikut membantu memberi dukungan dari sebagian gaji mereka menjadi anggota legislatif.
"Tapi secara pribadi saya ingin, saya ingin mengetuk kepada rekan-rekan semua bagaimana seandainya kita bersama-sama dalam situasi sulit ini untuk memberikan gaji kita. Paling tidak setengahnya untuk membantu saudara kita yang sedang mengalami kesulitan di masa-masa yang prihatin ini," kata Nurul.
Usulan serupa kemudian juga disampaikan oleh Wakil Ketua Komisi II dari Fraksi Partai Nasdem, Saan Mustopa. Ia mengusulkan agar gaji bulan April dapat dipotong.
"Terkait dengan solidaritas tadi yang ibu ketua sampaikan dalam sambutan pembukaan masa sidang semangat gotong royong kepedulian kita terhadap wabah yang sedang kita hadapi. Kami usul nanti pimpinan inisiasi pemotongan gaji bagi anggota DPR per bulan April ini. Ini penting sebagai bentuk kepedulian kita di DPR," kata Saan.
Sebelumnya, menanggapi usulan dari Nurul Arifin, Ketua DPR Puan Maharani berujar nantinya usulan akan ditindaklanjuti oleh fraksi masing-masing di DPR.
"Usul akan ditindaklanjuti oleh fraksi masing-masing sesuai dengan kebijakan fraksi masing-masing," kata Puan.
Baca Juga: DPR Desak Pemerintah Tindaklanjuti Hasil Kajian FKM UI di Episentrum Covid
Berita Terkait
-
Dampak dari Lesunya Perekonomian Akibat Wabah Corona
-
STOP PRESS! Kota Surabaya Bersiap Lockdown
-
Sedih Kompetisi Ditunda, Sandi Sute Enggan Komentar Soal Pemotongan Gaji
-
Spanduk Provokatif 'Takut Kok Dengan Corona', Bikin MUI Kota Serang Berang
-
Pakar Virus: Harusnya Corona Lebih Cepat Mati di Indonesia daripada Wuhan
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
- Sepeda Lipat Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Rekomendasi Terbaik untuk Gowes
Pilihan
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
-
Iran Tuduh AS-Israel Langgar Kesepakatan, Gencatan Senjata Terancam Batal
Terkini
-
Dinilai Lebih Hemat, Bisakah Energi Surya Gantikan PLTD dan Kurangi Impor BBM?
-
Hilang 2 Hari, Mobil Boks Curian Tiba-Tiba Muncul Terparkir di Jalan S Parman
-
Ramai Polemik Blokir Komdigi: Magdalene dan Kritik Warganet Dibungkam?
-
Menlu Iran Peringatkan Amerika Serikat Jangan Mau Jadi Pion Benjamin Netanyahu
-
KPI Dorong Perempuan Jadi Pengawas Kebijakan Publik, Bukan Sekadar Partisipan
-
Skandal 'Foto Palsu' di Laporan JAKI Terbongkar, Dishub Jaksel Janji Evaluasi Integritas Jajaran
-
Iran Ancam Hancurkan Kapal yang Lewati Selat Hormuz Tanpa Izin
-
PBB Kutuk Serangan Israel di Lebanon yang Tewaskan Warga Sipil, Risiko Gagalkan Gencatan Senjata
-
Jakarta Lancar Berkat ASN WFH, Tapi Kenapa Slipi-Semanggi Tetap Padat? Ini Penyebabnya Kata Polisi!
-
Riset: Perempuan Jadi Garda Terdepan Jaga Hutan dan Ketahanan Iklim