Suara.com - Harga emas dunia menguat pada Senin (30/3/2020), setelah perpanjangan pembatasan di Amerika Serikat (AS) memperburuk kekhawatiran tentang dampak ekonomi akibat pandemi virus corona, mendorong investor ke aset safe-haven.
Mengutip Reuters Selasa (31/3/2020), harga emas di pasar spot naik 0,1 persen menjadi 1.618 dolar AS per ounce. Sementara, emas berjangka Amerika Serikat ditutup 0,2 persen lebih rendah menjadi 1.622 dolar AS per ounce.
Logam kuning itu berada di jalur untuk mencatatkan kenaikan kuartalan 6,8 persen - peningkatan keenam berturut-turut - dan bersiap untuk mengakhiri bulan volatile ini dengan 2,2 persen lebih tinggi.
"Emas akhirnya mulai mengoyak peran baru-baru ini sebagai aset berisiko dan menjadi lebih dari aset safe-haven lagi, terutama dengan perpanjangan kontrol social-distancing hingga 30 April," kata Tai Wong, Kepala Perdagangan BMO.
Pandemi virus corona telah melumpuhkan ekonomi di seluruh dunia.
"Virus itu mendorong ekonomi global ke jurang resesi dan semua negara harus menanggapinya dengan anggaran pengeluaran yang "sangat besar" untuk menghindari gelombang kebangkrutan dan gagal bayar utang emerging market, kata Kepala Dana Moneter Internasional.
"Resesi akibat Covid-19 pada ekonomi global menunjukkan investor cenderung terus mencari perlindungan dalam emas," kata analis BNP Paribas dalam sebuah catatan.
"Kami memperkirakan permintaan emas tetap kuat, setidaknya sampai kondisi ekonomi stabil dan prospek mulai membaik mengikuti langkah-langkah stimulus yang belum pernah terjadi sebelumnya yang dilakukan oleh pemerintah dan bank sentral."
Di antara logam lainnya, palladium melambung 1,7 persen menjadi 2.308 dolar AS per ounce, platinum anjlok 3,4 persen menjadi 716 dolar AS per ounce, dan perak tergelincir 3,8 persen menjadi 13,91 dolar AS per ounce.
Baca Juga: Harga Emas, Palladium Hingga Perak Kompak Turun karena Virus Corona
Berita Terkait
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
Mengurai Krisis Dokter Spesialis di Indonesia: Di Mana Letak Masalahnya?
-
Sekolah Swasta Gratis di Semarang Bertambah Jadi 133, Jangkau Lebih Banyak Siswa
-
Anies Baswedan Soroti Dinasti Politik: Pemerintah Harusnya Bekerja untuk Rakyat, Bukan Keluarga!
-
Anies Baswedan Beri Restu: Ormas Gerakan Rakyat Resmi Jadi Partai, Apa Langkah Selanjutnya?
-
Terbongkar! Hutan Kota Cawang Jadi Sarang Aktivitas Asusila, Pemkot Gerebek dan Segel Lokasi
-
Tolak Ambang Batas Parlemen, Partai Gerakan Rakyat Usul PT 0 Persen: Jangan Ada Suara Mubazir!
-
Luput dari Pengawasan, Praktik Tak Manusiawi di Panti Disabilitas Mental Dilaporkan ke Mensos
-
Siap Berdebat dengan Menteri Pigai Soal HAM, Zainal Arifin Mochtar: Bukan Teoretis tapi Tagih Janji
-
Demo Mahasiswa di Mabes Polri saat Ramadan, Polisi Berpeci dan Bersorban Siap Bagi Takjil
-
Geger Mobil Dinas Rp8,5 M, Golkar "Semprot" Gubernur Kaltim: Ukur Kondisi Rakyat