Suara.com - Komisi IX DPR mendukung instruksi pemerintah untuk mewajibkan semua orang menggunakan masker, sebagaimana rekomendari dari Badan Kesehatan Dunia atau WHO untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19.
Anggota Komisi IX Kurniasih Mufida mengatakan, masifnya penyebaran virus corona harus diwaspadai. Apalagi tercatat, penularan melalui orang tanpa gejala (OTG) juga masih terus terjadi.
"OTG yang bisa jadi ada di sekitar kita, pakai masker lebih baik untuk jaga diri," kata Mufida saat dihubungi, Senin (6/4/2020).
Meski begitu, perintah tersebut harus diimbangi dengan ketersediaan pasokan masker yang saat ini langka dan harganya melambung tinggi. Ia berujar pemerintah harus bisa memastikan ketersediaan masker, bahkan membagikannya secara cuma-cuma.
"Kondisi masyarakat kita sebagian sudah sangat memprihatinkan kehidupan ekonominya. Jangankan beli masker, untuk beli bahan pokok harian saja mereka sudah kesulitan. Pemerintah harus memberikan masker gratis kepada masyarakat yang gak mampu beli," kata Mufida.
Ia berharap dengan ketersediaan masker terjangkau bahkan gratis, nantinya masyarakat dapat mematuhi perintah penggunaan masker. Sehingga langkah pencegahan penyebaran Covid-19 dapat maksimal.
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo atau Jokowi janji akan memberikan masker ke rakyatnya karena negara mewajibkan masyarakat pakai masker saat keluar rumah. Ini disebabkan virus corona di Indonesia kian merebak.
Perintah penggunaan masker tersebut merujuk pada rekomendasi dari Badan Kesehatan Dunia atau WHO. Jokowi meminta jajaranya agar ketersediaan masker betul-betul disiapkan. Terlebih, masker tersebut harus sampai langsung ke mulut masyarakat untuk dipakai.
"Saya juga minta penyiapan masker ini sekarang ini betul-betul disiapkan dan diberikan kepada masyarakat. Karena kami ingin setiap warga yang harus keluar rumah itu wajib memakai masker," kata Jokowi saat memimpin rapat terbatas yang disiarkan akun Youtube Sekretariat Presiden, Senin (6/4/2020).
Baca Juga: Masih Bandel, Mulai 12 April Tidak Pakai Masker Dilarang Naik KRL
Jokowi menekankan, setiap masyarakat kekinian diwajibkan memakai masker meski dalam keadaan sehat. Sebab, WHO mewajibkan jika penggunaan masker berlaku bagi si sehat maupun si sakit.
Berita Terkait
-
Masih Bandel, Mulai 12 April Tidak Pakai Masker Dilarang Naik KRL
-
Tolong Bocah Terjebak Kebakaran di Rumah, Anggota DPRD Mukomuko Meninggal
-
Cegah Penularan Corona, Polisi Sudah Bubarkan 10.873 Kerumunan Massa
-
Guru Kreatif, Orang Tua Aktif: Kunci Sukses Anak Belajar di Rumah
-
Pemerintah Klaim 56 Persen Masyarakat Tahu Bahaya Corona dan Tidak Mudik
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Desil Tak Akurat Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!
- Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh NU Ngaji Kitab Kuning Saat Muktamar
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 7 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Dua Sepeda Motor yang Dibakar Massa di Pos Polisi Pejompongan Diduga Milik Intel
-
Sepeda Motor Dibakar Dekat Pos Polisi Pejompongan, Bentrok Pecah
-
Tolak MBG dan Kopdes, FMN: Anggaran Hanya Lari ke Prabowo dan Kroni-kroninya!
-
AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
-
Kecewa Ditinggal Begitu Saja, Ojol Jakarta Murka Massa Pati Langsung Pulang Usai dari DPR
Terkini
-
Mengejar Brain Gain Indonesia, Pendidikan Tinggi Perlu Perluas Akses Global
-
Hakim Sebut Ada Dugaan Febrie Terima Uang Rp40 Miliar dari Tan Kian
-
Antisipasi Dampak Kemarau, Kemenhut Evakuasi Tiga Orangutan dari Permukiman Ketapang
-
Belanja Kini Makin Seru, Kuliner Lezat dan Promo Menarik Jadi Magnet Baru Pengunjung
-
Review Viva Moisturizer Gel Hydra Lift, Ini Kandungan dan Pengalaman Pembeli
-
Muktamar ke-35 NU Teguhkan Taawun, Kemandirian Umat dan Persatuan Bangsa
-
Bonus Pulsa Telkomsel Rp17 Ribu Khusus Transaksi via BRImo, Klaim Sekarang!
-
Pos Polisi Slipi Dirusak Massa, Warga Palmerah Rasakan Pedihnya Gas Air Mata
-
Buka Muktamar ke-35 NU, Prabowo Subianto: Saya Tak Ikut Campur
-
Terungkap, Revaldo Fifaldi Terjerat Narkoba Lagi Usai Bertemu Residivis di Tempat Rehab