Pada 25 Desember 2018 yakni pada 23.28 WIB, 23.37 WIB dan 23.52 WIB beberapa warga di wilayah Jawa Barat melaporkan mendengar suara gemuruh misterius.
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika atau BMKG Bandung memberikan penjelasan terkait adanya laporan warga yang mendengar suara dentuman misterius di sejumah daerah Jawa Barat seperti Kabupaten Bandung, Cianjur dan Sukabumi.
Kepala Stasiun Geofisika Bandung Tony Afus Wijaya menjelaskan dari analisa alat Lightning Detector atau alat untuk memantau aktivitas petir milik BMKG yang dioperasikan di Lembang dan dapat memantau seluruh wilayah Jawa Barat bahwa pada jam tersebut telah terjadi petir di barat dan tenggara wilayah Bandung.
4. April 2019 di Sukabumi
Warga Kabupaten Sukabumi yang mendiami daerah selatan wilayah tersebut dikagetkan dengan suara dentuman keras.
Suara tersebut didengar oleh warga di dua kecamatan, yakni Surade dan Ciracap pada Senin (22/4/2019) pagi.
"Kami semua berhamburan keluar rumah, dan kaget dengan suara dentuman keras tersebut," ungkap Perangkat Desa Pasiripis, Kecamatan Surade, Ecang kepada Sukabumi Update--jaringan Suara.com.
Sementara itu, polsek setempat mengaku belum mendapatkan laporan tentang suara dentuman tersebut. Selain itu tak ada latihan yang dilakukan TNI di daerah selatan Kabupaten Sukabumi.
Itulah empat fenomena dentuman misterius yang pernah terjadi di Indonesia. Beberapa sudah bisa dijelaskan ahli, namun masih ada yang menjadi misteri.
Baca Juga: BMKG Jelaskan Misteri Dentuman dan Kondisi Laut saat Anak Krakatau Erupsi
Berita Terkait
-
Anak Krakatau Erupsi, Ini Dampak Abu Vulkanik di Permukaan Bodi Mobil
-
Gunung Anak Krakatau Erupsi, Tips Menjaga Diri dari Paparan Abu Vulkanik
-
BMKG Jelaskan Misteri Dentuman dan Kondisi Laut saat Anak Krakatau Erupsi
-
Trauma Tsunami, Warga Pandeglang Lari ke Bukit saat Anak Krakatau Erupsi
-
Trauma Tsunami, Warga Lari ke Pegunungan saat Gunung Anak Krakatau Erupsi
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Sadis! Pria di Bantul Tewas Ditebas Parang di Depan Anak Istri Saat Tertidur
-
Minta Restu Jokowi, Mantan Bupati Indramayu Nina Agustina Bachtiar Gabung PSI
-
Sumsel Berduka, Mantan Gubernur Alex Noerdin Meninggal Dunia
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
Terkini
-
Sadis! Pria di Bantul Tewas Ditebas Parang di Depan Anak Istri Saat Tertidur
-
Mahfud MD Geram Pernyataan Dwi Sasetyaningtyas Soal Anak WNA, Setuju Sanksi Cabut Beasiswa
-
Jaksa Tetap Tuntut Marcella Santoso 17 Tahun Penjara Terkait Kasus Suap Minyak Goreng
-
Menkes Akui Pendidikan Dokter Spesialis di Indonesia Super Mahal, Sebut di Luar Negeri Justru Digaji
-
Kerusuhan Meksiko Disorot, Pemerintah Diminta Lindungi WNI dan Waspadai Ancaman Narkoba ke Indonesia
-
BEM se-DIY Gelar Aksi Damai di Malioboro, 400 Personel Polisi Siaga Humanis
-
DPR Sebut Tragedi di Kawasan IMIP Alarm Nasional, Desak Evaluasi Total Tata Kelola Lingkungan
-
Desakan Tarik Brimob dari Pengamanan Sipil Menguat, Polri: Ini Ulah Individu, Bukan Struktural
-
Karier Alex Noerdin: Dari Anak Tentara Hingga Gubernur Sumsel
-
Sumsel Berduka, Mantan Gubernur Alex Noerdin Meninggal Dunia