Suara.com - Komisioner Komnas HAM Choirul Anam menyambut baik terkait sanksi fisik berupa hukuman push-up yang dilakukan aparat kepada warga yang tidak mengenakan masker saat ke luar rumah.
Choirul menilai jika sanksi push-up ini bukan merupakan tindakan penghukuman, melainkan untuk membangun kesadaran warga supaya bisa lebih waspada terhadap penyebaran virus Corona (COVID-19).
"Imbuan ada yang disertai nasihat, push up dan juga ngasih masker. Saya kira, ini langkah ini masih baik. Watak dasarnya bukan penghukuman, namun membangun kesadaran atas tanggung jawab kesehatan bagi semua," ungkap Choirul kepada Suara.com, Senin (13/4/2020).
Diketahui, hukuman push-up itu diterapkan aparat TNI kepada warga yang tak mengenakan masker saat berkendara terjadi di hari pertama pemberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di DKI Jakarta.
Choirul mengatakan, sanksi push-up itu menandakan aparat sudah menerapkan tindakan yang humanis terhadap warga yang melanggar PSBB. Lantaran dianggap bagus, Choirul meminta agar penerapan sanksi push-up terus diberlakukan selama penerapan PSBB di Ibu Kota.
"Saya kira fenomena ini baik. Petugas lapangan persuasif sampai saat ini. Kami berharap kondisi ini akan terus berjalan. Petugas lapangan semakin humanis," kata dia.
Choirul menganggap pula bahwa masyarakat sudah sadar bahwa virus covid-19 bukan hanya mengancam individu. Namun, dampaknya pula terhadap orang banyak.
"Masyarakat semakin sadar bahwa COVID-19, ancaman kita semua dan kesehatan kebutuhan bersama," kata dia.
Untuk diketahui, pada hari pertama penerapan PSBB di DKI Jakarta, Jumat (10/4/2020), ternyata masih banyak warga yang melanggar aturan.
Baca Juga: Polisi Disebut Lebay Tuduh Anarko Mau Menjarah, Sosiolog: Ada Datanya Gak?
Pengamatan Suara.com di depan pasar tradisional Sumur Batu, warga yang berkendaraan roda dua tanpa mengenakan masker dihentikan oleh aparat TNI.
Aaprat TNI itu tampak menegur warga yang tak memakai masker dan memberikan sanksi dengan menyuruh mereka push-up. Setelah push-up, orang-orang tak pakai masker tersebut disuruh pulang ke rumah.
Di hari pertama PSBB, Kodam Jaya mengerahkan sebanyak 1.000 personel TNI untuk mengawasi aktivitas warga DKI di luar rumah saat wabah Corona.
Berita Terkait
-
Jokowi Minta Akses Data Corona RI Mudah Diakses Publik
-
Jokowi Ingin Tes PCR Virus Corona 10.000 Per Hari, Memang Bisa?
-
Wali Kota Serang Tolak Jenazah Corona Dikubur di Sayar, Alasannya Itu RTH
-
Razia Corona, Orang Mabuk hingga Pemakai Narkoba di Warung Nasi Terciduk
-
Nasib Polisi di Medan Ludahi Pengendara Mobil saat Pandemi Corona
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
PAM Jaya Siapkan Ribuan Toren Gratis, Warga Jakarta Diminta Tak Tunggu Kemarau Datang
-
Kerry Dibebani Rp13,4 Triliun, Pengacara Sebut Hakim Pakai Analisis LSM yang Tak Berwenang
-
Putusan Banding Dianggap Janggal, Kerry Riza Ajukan Kasasi ke MA
-
Kepercayaan Polri Tembus 82,4 Persen, Habiburokhman: Jangan Puas Diri, Terus Berbenah
-
Prabowo Tanya Akademisi: Kenapa 81 Tahun RI Tidak Bisa Bikin Mobil Buatan Sendiri?
-
Sikat Parkir Liar di Cawang, 250 Personel Gabungan Derek Mobil yang Nekat Bandel!
-
Perempuan Didorong Jadi Aktor Utama Ekonomi Restoratif, Tak Lagi Sekadar Penerima Manfaat
-
Terkuak! Ini Pemicu Longsor Petamburan: Dari Abrasi Kali BKB hingga Bangunan di Sempadan
-
Sekjen Partai Buruh Ferri Nuzarli Mundur! 1,3 Juta Anggota ORI Kompak Tinggalkan Partai
-
Prabowo Singgung Kegaduhan Usai Pemilu, Istana Langsung Klarifikasi