Suara.com - Pengemudi Ojol bernama Muhamad Tohir (29), berharap pandemi virus corona atau covid-19 di Indonesia segera berakhir sebelum memasuki bulan Ramadan. Jika masih berkepanjangan, ia mengaku bingung cara mendapatkan uang untuk keluarga.
Sejak Status Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) diterapkan Pemprov DKI Jakarta, Tohir mengaku tiga hari terakhir sempat tidak bawa uang ke rumah. Hal ini dikarenakan Pemprov DKI melang ojol mengangkut penumpang.
"Udah tiga hari saya pulang enggak bawa duit bang. Biasa bawa penumpang, Gosend sama Gofood sepi," kata Tohir kepada Suara.com di temui di Kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Selasa (14/4/2020).
Tohir mengaku terkahir kali mendapat orderan mengantar barang yakni pada Sabtu 11 April 2020. Setelahnya hingga hari ini, ia mengaku belum lagi mendapat orderan.
"Sepi ini. Kadangan kita sengaja mangkal di depan restoran juga engga dapet juga," ungkapnya.
Untuk itu ia berharap status PSBB ini segera selasai. Ia mengharapkan sebelum bulan Ramadan datang wabah virus Corona bisa hilang.
"Mudah-mudahan saja ini penyakitnya selesai bulan puasa. Kalau engga kita nyari duit dari mana," tutupnya.
Larangan pengemudi ojol membawa penumpang saat PSBB tertuang dalam Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 9 Tahun 2020 tentang pedoman PSBB yang diterbitkan Menteri Terawan Agus Putranto. Dalam aturan itu Menkes tak mengizinkan ojol membawa penumpang.
Baca Juga: Menyikapi Virus Corona, Merefleksikan Solidaritas Bangsa
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- Muncul Isu Liar Soal Rully Anggi Akbar Setelah Digugat Cerai Boiyen
Pilihan
-
Setiap Hari Taruhkan Nyawa, Pelajar di Lampung Timur Menyeberang Sungai Pakai Getek
-
Mundur Berjamaah, Petinggi OJK dan BEI Kalah dengan Saham Gorengan?
-
Kisah Pilu Randu Alas Tuksongo, 'Raksasa yang Harus Tumbang' 250 Tahun Menjadi Saksi
-
Insentif Mobil Listrik Dipangkas, Penjualan Mobil BYD Turun Tajam
-
Pasar Modal RI Berpotensi Turun Kasta, Kini Jepang Pangkas Rekemondasi Saham BEI
Terkini
-
Dari MBG Sampai ASRI, Presiden Prabowo Menggugah 4 Ribu Lebih Peserta Rakornas Kemendagri 2026
-
Eksekusi Brutal di Bali: Dua WNA Australia Dituntut 18 Tahun Penjara Kasus Pembunuhan Berencana
-
Eks Pejabat Kemendikbud Akui Terima Rp701 Juta dari Pemenang Tender Chromebook
-
Skandal Suap Jalur Kereta Api, KPK Cecar Direktur Kemenhub Jumardi Soal Aliran Dana dan Tender
-
Pantura Genuk Minim Genangan di Musim Hujan, Infrastruktur Pengendali Banjir Dioptimalkan
-
Satgas PKH Sedang Verifikasi Temuan PPATK Soal Hasil Penambangan Emas Ilegal Senilai Rp992 Triliun
-
Pandji Pragiwaksono Dicecar 48 Pertanyaan Usai Diperiksa Bareskrim: Saya Ikuti Prosesnya Saja
-
Lebih Ganas dari COVID-19, Menakar Kesiapan Indonesia Hadapi Virus Nipah yang Mematikan
-
Dirut Garuda dan Perwakilan Embraer Sambangi Istana, Bahas Rencana Pembelian Pesawat?
-
Jakarta Makin Gampang Tenggelam, Sudah Waktunya Benahi Tata Ruang?