Suara.com - Per 10 April, Provinsi DKI Jakarta telah resmi memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Oleh karena itu pemerintah propinsi bekerjasama dengan RT dan RW untuk memberi edaran pedoman PSBB.
Dalam hal ini, pemprov mengeluarkan pedoman siaga RT/RW yang di dalamnya termasuk tentang pedoman isolasi diri.
Menurut edaran tersebut, isolasi diri bisa dilakukan oleh siapa saja, terutama bagi warga yang tergolong sakit ringan. Begitu juga dengan warga yang merasakan gejala infeksi pernapasan.
Isolasi diri bisa dilakukan di rumah dengan sukarela maupun atas rekomendasi petugas. Sementara itu, bagi warga yang dinyatakan positif Covid-19, maka isolasi dilakukan sesuai rekomendasi petugas kesehatan sampai dinyatakan benar-benar negatif.
Saat melakukan isolasi diri, Anda juga diimbau tetap di rumah, menghindari tempat ramai, dan transportasi umum. Meskipun begitu, pastikan komunikasi tetap lancar agar selalu bisa dikontak.
Pedoman isolasi juga menganjurkan ventilsi ruangan yang baik, berada di ruang terpisah dengan keluarga, jaga jarak dengan orang sehat minimal 1 meter, dan selalu menggunakan masker.
Anda juga harus menerapkan etika batuk maupun bersin, kemudian buang tisu bekas ke tempat sampah yang tertutup, dan rajinlah mencuci tangan.
Meskipun berada di rumah sendiri, pedoman ini juga meminta Anda untuk menghindari pemakaian barang pribadi bersama, cuci alat makan dengan air dan sabun, dan memisalhan tisu, sarung tangan, serta pakaian ke wadah linen khusus.
Saat mencuci pakaian, pakailah mesin dengan suhu 60-90°C menggunakan deterjen biasa. Serta lakukan pembersihan dan desinfektan rutin pada area yang tersentuh.
Baca Juga: Pacar Pertama Almarhum Glenn Fredly, 5 Potret Baru Nola Be3
Untuk meminimalisir transmisi virus saat mengisolasi diri, pedoman RT RW juga mengimbau untuk membatasi jumlah perawat dan pengunjung.
Berita Terkait
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- 5 HP Infinix Kamera Beresolusi Tinggi Terbaru 2026 dengan Harga Murah
- 7 Rekomendasi Parfum Lokal Tahan Lama dengan Wangi Musky
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
Pilihan
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
-
Isak Tangis Pecah di Kulon Progo, Istri Praka Farizal Romadhon Tiba di Rumah Duka
-
Bareskrim Periksa Pasangan Artis Dude Herlino-Alyssa Terkait Skandal Kasus PT DSI Rp2,4 Triliun
-
BREAKING NEWS: Peringatan Dini Tsunami 3, BMKG Minta Evakuasi Warga
Terkini
-
Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit
-
Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak
-
Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026
-
Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS