Suara.com - Mufti Besar Arab Saudi Sheikh Abdulaziz Al al-Sheikh mengatakan ibadah selama Ramadan 2020 dan Idul Fitri 2020 mesti ditunaikan di rumah jika pandemi virus corona alias COVID-19 terus berlanjut.
"Sholat Tarawih selama Ramadan bisa dilakukan di rumah jika tidak dapat dilakukan di masjid karena tindakan pencegahan untuk memerangi penyebaran coronavirus," kata dia seperti dikabarkan surat kabar Okaz.
Sebagaimana disadur Suara.com dari laman Gulf News, Sabtu (18/4/2020), Sheikh Abdulaziz juga mengatakan hal itu juga berlaku untuk sholat Idul Fitri. Adapun bulan puasa Ramadan 2020 dimulai minggu depan.
Sebelumnya, Kementerian Urusan Islam, Dakwah dan Bimbingan Arab Saudi mengumumkan sholat Tarawih selama Ramadan hanya akan dilakukan di rumah.
Pasalnya, penangguhan sholat di masjid tidak akan dicabut hingga akhir pandemi virus corona alias Covid-19. Demikian surat kabar Al Riyadh mengutip Dr. Abdul Latif Al Sheikh, Menteri Urusan Islam Saudi.
Menurut Al Sheikh, penangguhan sholat lima waktu sehari di masjid lebih penting ketimbang penangguhan sholat Tarawih.
"Kami meminta kepada Allah SWT untuk menerima doa Tarawih apakah diadakan di masjid, atau di rumah, yang kami pikir lebih baik untuk kesehatan masyarakat," ujar Al Sheikh.
Dia mengatakan, "Kami meminta kepada Allah SWT untuk menerima doa dari kita semua dan melindungi umat manusia dari epidemi yang melanda seluruh dunia."
Ada pula aturan terkait pemakaman sejalan dengan instruksi dan tindakan pencegahan oleh Departemen Kesehatan dan otoritas setempat. Dikatakan, hanya lima hingga enam orang dari keluarga almarhum yang diperbolehkan melakukan doa pemakaman bagi orang meninggal.
Baca Juga: Arab Saudi Dikabarkan Tiadakan Sholat Tarawih selama Ramadan
"Ini adalah tindakan pencegahan sejalan dengan larangan berkumpul, sehingga doa pemakaman yang dilakukan di pemakaman tidak boleh melebihi lima hingga enam kerabat yang meninggal, dan sisanya berdoa di rumah mereka," tegas Al Sheikh.
Al Sheikh membenarkan, doa pemakaman tidak lebih besar dari doa wajib, sehingga dimungkinkan untuk berdoa secara individu. Sebab yang lebih penting adalah bahwa tidak boleh ada banyak orang berkumpul di tempat yang sama, di mana dimungkinkan untuk mengirimkan infeksi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- Misteri Lenyapnya Bocah 4 Tahun di Tulung Madiun: Hanya Sekedip Mata Saat Ibu Mencuci
Pilihan
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
-
Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Jadi Tersangka Kejagung, Tangan Diborgol
-
Bukan Hanya soal BBM, Kebijakan WFH Mengancam Napas Bisnis Kecil di Magelang
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
Terkini
-
Walhi Soroti Pertemuan Satgas PKH dengan Gubernur Sherly Tjoanda, Ada Apa?
-
RUU Pemilu Jadi Tarik Ulur: Demokrat Nilai Tak Perlu Buru-Buru, Golkar Minta Segera Dibahas
-
Israel Diserang Jutaan Lebah, Warga Zionis Ketakutan Yakin Itu Kiriman dari Tuhan
-
Perang Bikin Harga-harga Naik, Kaesang Lobi Dubes Iran Buka Jalur Selat Hormuz untuk Pertamina
-
DPM Perdokjasi Resmi Bekerja Sama dengan 13 Asuransi untuk Perkuat Penilaian Klaim
-
Polisi Selidiki Kasus Begal Viral di Gunung Sahari Meski Korban Belum Melapor
-
Kemkomdigi Beberkan 7 Ancaman Digital yang Bisa Rusak Mental Anak: PP Tunas Hadir Untuk Melindungi
-
Bukti Awal Sudah di Kantong! Polda Metro Jaya Siap Usut Skandal Pelecehan Seksual Mahasiswa FH UI
-
Jarwinn Solar Panel Solusi Listrik Lebih Hemat Di Saat Viral BBM Naik
-
BGN Pastikan Motor Listrik Bakal 'Blusukan' Antar MBG di Seluruh Indonesia