Suara.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta, Riza Patria baru menjabat dua hari lalu setelah dilantik Presiden Joko Widodo di Istana Negara. Akan tetapi ia sudah menyampaikan hasil evaluasi penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang berjalan selama sepekan.
Riza Patria mengakui PSBB belum berjalan terlalu lancar. Pasalnya, masih ada kantor di luar sektor pengecualian masih beroperasi seperti biasa.
Saat menyampaikan evaluasi, Riza Patria juga salah menyebutkan tanggal dimulainya PSBB Jakarta. Ia menyebut pembatasan dimulai pada tanggal 9, padahal mulai berlaku pada 10 April.
"Jadi kan PSBB sudah berlaku sejak tanggal 9 April di Jakarta. Namun setelah kami evaluasi masih ada kantor yang buka," ujar Riza Patria di Balai Kota, Jakarta Pusat, Jumat (18/4/2020).
Karena itu, kata Riza Patria, masih banyak warga yang hilir- mudik keluar masuk Jakarta dari daerah penyangga. Ia menyebut tindakan ini bisa membuat penularan Corona semakin meluas.
"Kemudian setelah kita cek masih ada yang keluar masuk warga dari dan keluar Jakarta," jelasnya.
Kendati demikian, ia menyebut jumlah penumpang angkutan umum sudah menurun drastis. Salah satunya seperti MRT yang menyisakan lima persen dari jumlah penumpang normalnya.
Selain itu, angkutan umum yang dikelola DKI Jakarta dengan penumpang terbanyak juga disebutnya telah mengalami penurunan jumlah penumpang secara signifikan. Ia menyebut hanya tersisa sembilan persen dari kisaran 900 ribu sampai 1 juta penumpang normal. Namun, menurutnya pembatasan akan lebih efektif jika Kereta Rel Listrik (KRL) yang diminta stop operasi dikabulkan. Karena bukan kewenangannya, ia menghormati keputusan Pemerintah Pusat.
Baca Juga: Hari Ini KRL Tetap Beroperasi, Dimulai Pukul 06.00 Sampai dengan 18.00 WIB
"Nah untuk KRL 'kan kewenangan bukan ada di kami, ada di Pemerintah Pusat. Tugas kami hanya bisa menyampaikan masukan-masukan," pungkasnya.
Catatan dari Redaksi: Jika merasakan gejala batuk, sakit tenggorokan dan demam, informasi seputar Coronavirus Disease (Covid-19) bisa diperoleh di Hotline Kemenkes 021-5210411 atau kontak ke nomor 081-2121-23119. Terapkan imbauan tetap tinggal di rumah, dan jaga jarak atau physical distancing, minimal dua meter persegi. Selalu gunakan masker setiap keluar rumah.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 HP Helio G99 Termurah di Awal Tahun 2026, Anti Lemot
- 6 Rekomendasi HP OPPO Murah dengan Performa Cepat, RAM 8 GB Mulai Rp2 Jutaan
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
Pilihan
-
Klaim Pakai Teknologi Canggih, Properti PIK2 Milik Aguan Banjir
-
6 HP Murah dengan Kamera Terbaik Januari 2026, Harga Mulai 2 Jutaan
-
Cek Fakta: Yaqut Cholil Qoumas Minta KPK Periksa Jokowi karena Uang Kuota Haji, Ini Faktanya
-
Kontroversi Grok AI dan Ancaman Kekerasan Berbasis Gender di Ruang Digital
-
Hasil Akhir: Kalahkan Persija, Persib Bandung Juara Paruh Musim
Terkini
-
BNI Dukung Danantara Serahkan 600 Hunian Layak Pascabencana di Aceh Tamiang
-
Nota Perlawanan Kasus Dugaan Korupsi Chromebook Ditolak, Nadiem Makarim: Saya Kecewa
-
Gaji ASN Pemprov Gorontalo Macet, Gubernur Gusnar Ismail Sampaikan Permohonan Maaf
-
Terjebak Tiga Hari di Tengah Ancaman OPM, 18 Karyawan Freeport Dievakuasi TNI
-
Usai Resmikan Sekolah Rakyat, Prabowo Lanjutkan Kunjungan ke Balikpapan dan IKN
-
Indonesia Dilanda 2.139 Bencana di 2025: Didominasi Banjir dan Tanah Longsor
-
Prabowo ke Siswa Sekolah Rakyat: Bukan Salah Orang Tuamu, Memang Negara Belum Mampu Beri Terbaik
-
Rismon Desak Klarifikasi Jujur Usai Eggi Sudjana Disebut Minta Maaf dan Rangkul Jokowi di Solo
-
Bivitri Susanti Nilai Pilkada Tidak Langsung Berisiko Membuat Pemimpin Abai ke Rakyat
-
Fakta di Balik Siswa Sekolah Rakyat: 67 Persen dari Keluarga Berpenghasilan di Bawah Rp1 Juta