Suara.com - Juru bicara Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, Dahnil Anzar Simanjuntak mengimbau seluruh masyarakat untuk tidak mudik lebaran untuk memutus rantai penyebaran virus corona COVID-19. Mudik disebutnya bisa menimbulkan darurat pangan.
Dahnil mengatakan jika seseorang memaksakan diri untuk mudik maka ia akan berpeluang menjadi pembawa virus atau carrier ke kampung halaman, terlebih banyak sekali kasus positif corona tanpa gejala.
Kemudian jika orang-orang di desa tertular oleh mereka yang mudik ini, lanjut Dahnil, maka akan membuat masyarakat desa tidak bisa bekerja yang berujung pada kebutuhan pangan daerah bahkan nasional akan terganggu.
"Secara ekonomi di desa kampung kita itu adalah lumbung pangan, pertanian, bayangkan kalau merebak covid di desa kita karena mudik tadi maka lumbung pangan pertanian kita, darurat kesehatan akan bergeser jadi darurat pangan, atau bisa bergeser ke darurat-darurat yang lain, dan ini berbahaya," kata Dahnil dalam diskusi virtual Let's Talk With Sara di Youtube, Minggu (19/4/2020).
Dahnil menegaskan jika memang ada kebutuhan yang sangat mendesak yang tidak bisa ditinggalkan di kampung halaman, maka pemudik itu harus ditetapkan sebagai Orang Dalam Pemantauan dan harus dikarantina selama 14 hari sesuai dengan protokol kesehatan pemerintah di desa.
"Protokol mudik itu setiap orang tidak ada larangan mudik,tapi ketika ada orang akan melakukan mudik maka dilakukan protokol mudik terhadap yang bersangkutan," ucapnya.
Sementar itu, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar mengungkapkan bahwa hingga Minggu (19/4/2020) hari ini sudah terdapat 24.519 orang yang ditetapkan sebagai ODP Corona karena nekat mudik, angka ini belum masuk ke musim mudik lebaran.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
- Danantara Sumberdaya Indonesia Batal Beroperasi Penuh, Pemerintah Mundurkan Skema Ekspor SDA di 2027
- Gugurkan Klaim Santriwati 'Hamil Tanpa Hubungan Badan', Polisi Tangkap Kiai di Pekalongan
Pilihan
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
-
Live 'Pocong Jadi-Jadian' Hebohkan Warga Sragen, 3 Pelajar Diamankan Polisi
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
Terkini
-
IMM Minta Polemik Sapi Kurban Presiden Prabowo Disudahi: Tak Langgar Aturan dan Banyak Manfaatnya
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS Tiba-tiba Serang Iran, IRGC Balas Hantam Pangkalan Udara di Kuwait!
-
Tragedi TV Tabung di Atas Kepala Siswi SD, Akhir Tragis JN di Tangan Pemuda Haus Darah
-
Satu Keluarga Rugi Rp700 Juta, Jemaah Hanania Travel Geruduk Polda Metro Jaya
-
Siapa Dalangnya? Polisi Kumpulkan Bukti Dugaan Pembubaran Ibadah di Gereja Sewon Bantul
-
Harta Karun RI Nyaris Lenyap, TNI AL Sergap 25 Kontainer Mineral Ilegal di Batam
-
Tak Peduli Lokasi Munas, HIPMI Jaya: Di Mana Pun Oke, Yang Penting Jangan Pecah!
-
Aksi Kamisan di Istana: Menagih Janji Negara yang Hobi Lupa pada Korban Penghilangan Paksa
-
PKS Salurkan Hewan Kurban hingga ke Wilayah Bencana Banjir Sumatra