Suara.com - Sejak Presiden Joko Widodo melarang masyarakat untuk mudik, pembatalan tiket langsung dilakukan di berbagai stasiun kereta api. Salah satunya di stasiun Pasar Senen, Jakarta Pusat.
Meski ramai-ramai menukar tiket mudik, ternyata uang yang dikembalikan belum tentu diberikan saat itu juga. Pengembalian uang dari PT Kereta Api Indonesia (KAI) baru akan diberikan dalam jangka waktu 30 hingga 40 hari.
Salah seorang petugas di stasiun Pasar Senen bernama Indra menjelaskan, PT KAI hanya membatalkan keberangkatan kereta untuk jadwal tanggal 24-31 April.
Jika tiket yang ditukar termasuk jangka waktu itu, maka uang akan langsung diberikan ke calon penumpang saat itu juga.
"Kalau tanggal 24-31 April uang langsung diberikan oleh petugas di loket. Karena kami yang membatalkan jadwalnya," ujar Indra di lokasi, Jumat (24/4/2020).
Sementara untuk tiket yang dijadwalkan di atas tanggal 31 April tidak langsung diberikan. Jika pembeliannya online, maka harus menunggu selama 40 hari.
Kalau pembelian di tempat atau offline, maka uang diberikan 30 hari setelah waktu pembatalan.
"Karena kalau di atas tanggal 31 itu berarti termasuk keinginan sendiri untuk membatalkan. Ketentuannya seperti pembatalan seperti biasa," jelasnya.
Padahal di lokasi, pantauan suara.com, kebanyakan masyarakat menukar tiketnya di tanggal 1 Mei ke atas. Pasalnya waktu lebaran sendiri diperkirakan jatuh pada pertengahan Mei.
Baca Juga: 2 Stafsus Jokowi Pamit, ORI: Jangan sampai Mundur untuk Selamatkan Proyek
Seperti yang dialami oleh warga Tebet bernama Joko. Ia baru akan menerima uang 45 hari untuk tiket istrinya karena membeli lewat aplikasi.
"Iya saya beli online, jadinya 45 hari lagi baru dapat uangnya," pungkasnya.
Tag
Berita Terkait
-
Terminal Pulo Gebang Tutup Layanan Bus Antar Kota
-
Sebelum Dilarang Jokowi, 2.580 Warga Mudik Lewat Terminal Baranangsiang
-
Dicegat Polisi di Pintu Tol, 800 Kendaraan Pemudik Disuruh Balik Kanan
-
Resmi! Garuda Indonesia Stop Penerbangan ke Daerah PSBB Corona Mulai Sabtu
-
Arus Lalu Lintas di Tol Jakarta-Cikampek Hari Pertama Larangan Mudik
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- 5 Motor Irit tapi Bukan Honda BeAT, Mesin Awet untuk Jangka Panjang, Cocok untuk Pejuang Nafkah
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 23 Maret 2026: Klaim THR, Diamond, dan SG2 Tengkorak
Pilihan
-
Puncak Arus Balik dari Jogja Pertama Terlewati, Gelombang Kedua Diprediksi Akhir Pekan
-
Bocor! China Bikin Peta Laut hingga Indonesia untuk Hadapi AS di Perang Dunia III
-
Iran Angkat Mohammad Bagher Zolghadr sebagai Pengganti Ali Larijani
-
Heboh Wanita Muda Hendak Akhiri Hidup di Depan Istana Merdeka, Untung Ketahuan Paspampres
-
Kasus Dean James Memanas, Pundit Belanda: Efeknya Bisa Guncang Eredivisie
Terkini
-
KPK Panggil Ulang Gus Yaqut Hari Ini, Ada Apa Setelah Status Penahanan Kembali ke Rutan?
-
Iran Ajak Negara Arab Bersatu Bentuk Pakta Pertahanan Berbasis Al Quran
-
Noel Mau Ikutan Yaqut untuk Ajukan Pengalihan Penahanan, KPK: Kewenangan Hakim
-
Pramono Anung Tegaskan Kebijakan WFA bagi ASN DKI Berlaku hingga 27 Maret
-
Awal Retaknya Hubungan Trump - Netanyahu, Skenario Rahasia Mossad yang Gagal
-
Nasib Selat Hormuz dan Pasokan Minyak Dunia Bergantung Pada Respon Iran Terhadap Proposal AS
-
ASN Jakarta Malas Kerja Usai WFA Siap-siap Disanksi, Pramono Anung: Tak Ada Keringanan!
-
Puncak Arus Balik dari Jogja Pertama Terlewati, Gelombang Kedua Diprediksi Akhir Pekan
-
Syarat Mutlak Iran Bagi Kapal Internasional di Selat Hormuz Agar Bisa Melintas Dengan Selamat
-
Pramono Minta Penertiban Parkir Liar Diperkeras, Soroti Monas hingga Belakang Grand Indonesia