Suara.com - Yordania memutuskan untuk melonggarkan lockdown, yang sebelumnya diterapkan guna memutus mata rantai penyebaran virus corona. Aktivitas bisnis menjadi perhatian utama pemerintah Yordania saat ini untuk menanggulangi guncangan ekonomi negeri itu akibat corona.
Pemerintah yang sebelumnya memberlakukan jam malam selama 40 hari, saat ini sudah mengizinkan warga, khususnya di Ibu Kota, beraktivitas dengan kendaraan pribadi mulai pukul 8 pagi hingga 6 sore.
"Angkutan umum dan layanan taksi juga akan kembali beroperasi dengan pembatasan penumpang dan kewajiban pemakaian masker wajah dan sarung tangan," ujar juru bicara pemerintah Amjad Adailah.
Perlonggaran pembatasan di ibukota mengikuti langkah serupa yang diterapkan pekan lalu di Yordania selatan, termasuk kota pelabuhan Laut Merah Aqaba.
Pemerintah memberlakukan jam malam tidak lama setelah raja memberlakukan undang-undang darurat yang berujung dengan lumpuhnya sendi-sendi kehidupan sehari-hari masyarakat, dan memerintahkan toko-toko dan perusahaan untuk tutup yang menyebabkan pekerja harian tidak mendapatkan upah.
Menteri Perdagangan dan Industri Tariq Hammouri mengatakan, tukang cukur, salon kecantikan, jasa cuci baju, serta toko kosmetik dapat kembali beroperasi saat ini.
Toko pakaian, toko bunga, hingga, toko furnitur juga dapat beroperasi kembali.
"Kami berharap dapat memperlonggar langkah-langkah pembatasan seiring menyurutnya ancaman virus corona," ujar Hammouri.
Perdana Menteri Omar al Razzaz dipuji atas langkah cepatnya dalam menahan pandemi COVID-19.
Baca Juga: Rezeki Makin Seret, Wabah Corona Bikin Tukang Cukur Dijauhi Pelanggan
Namun langkah tersebut dikritik oleh para pelaku ekonomi karena sangat berdampak kepada aktivitas ekonomi.
Pemerintah telah melakukan lebih dari 60.000 tes dan mendeteksi 449 kasus, banyak di antaranya telah pulih. Sementara itu terdapat tujuh kematian akibat COVID-19.
"Tugas kami sekarang adalah untuk menghidupkan kembali aktivitas ekonomi dan kesehatan kami. Kami dapat melakukan itu," kata Menteri Kesehatan Saad Jaber seperti dikutip Antara dari Reuters.
Namun kantor-kantor pemerintah, sekolah dan universitas akan tetap tutup sampai bulan puasa Ramadhan berakhir yaitu pada tanggal 23 Mei.
Bandara dan perbatasan negara itu masih tertutup untuk lalu lintas penumpang.
Ekonomi Yordania merosot akibat sektor pariwisata, sumber utama pemerintah meraup mata uang asing, terpukul karena gangguan perjalanan global.
Berita Terkait
-
Warga Yordania Usir Militer AS, Sadar Negaranya Cuma Dijadikan 'Boneka'
-
4 Negara Debutan di Piala Dunia 2026, Ada yang Pernah Dikalahkan Timnas Indonesia
-
Radar THAAD di Yordania Hancur, Kerugian AS Tembus Rp 33,8 Triliun
-
Awas Babak Belur! Ini Tim Raksasa yang Bisa Hajar Timnas Indonesia di Piala Asia 2027
-
Presiden RI Prabowo Subianto Tiba di Yordania, Disambut Jet Tempur F-16 dan Putra Mahkota Kerajaan
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- 5 Pilihan Sepatu Running Lokal Rp100 Ribuan, Murah tapi Kualitas Bukan Kaleng-Kaleng
- Promo Alfamart Hari Ini 2 Mei 2026, Menang Banyak Diskon hingga 60 Persen Kebutuhan Harian
- 5 Cushion Waterproof dan Tahan Lama, Makeup Awet Seharian di Cuaca Panas
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Mencerahkan Wajah, Cukup 3 Langkah Praktis Murah Meriah!
Pilihan
-
Kapal Perang AS Dihantam 2 Rudal karena Coba Masuk Selat Hormuz, Klaim Iran
-
Teror di London: Penembakan Brutal dari Dalam Mobil, 4 Orang Jadi Korban
-
RESMI! Klub Milik Prabowo Subianto Promosi ke Super League
-
Dibayar Rp50 Ribu Sebulan, Guru Ngaji di Kampung Tak Terjamah Sistem Pendidikan
-
10 Spot Wisata Paling Hits di Solo 2026: Paduan Sempurna Budaya, Estetika, dan Gaya Hidup Modern!
Terkini
-
UEA Diserang Rudal dan Drone, Negara Arab dan Eropa Ramai-ramai Hakimi Iran
-
Harga Sapi Kurban 2026 Mulai Rp5 Jutaan, Cek Perbandingan Jenis dan Estimasi Biayanya
-
Bersihkan Jejak Digital Negatif, Pemerintah Masukkan 'Right to be Forgotten' ke Revisi UU HAM
-
Piala Dunia 2026 Belum Mulai, Kunjungan Turis Asing ke AS Anjlok Akibat Masalah Visa
-
Banjir Ciliwung Terjang Kebon Pala, Warga Desak Normalisasi Dipercepat
-
Indonesia Rawan Jadi 'Sarang Sunyi' Penyakit Hantavirus, Epidemiolog Soroti Lemahnya Surveilans
-
Kisahnya Viral, DPR Sebut Kematian Siswa karena Sepatu Kekecilan Jadi Alarm Keras Sistem Pendidikan
-
Pemprov DKI Pertahankan Privilege Mobil Listrik: Bebas Pajak dan Ganjil Genap
-
Eks Bintang Arsenal Alexis Sanchez Bawa Sevilla Keluar dari Zona Degradasi
-
Imbas Tembok Sekolah Roboh, Seluruh Siswa SDN Tebet Barat 08 Terpaksa Belajar Daring Hari Ini