Suara.com - Bagi wanita yang mengalami haid di bulan Ramadan, haram hukumnya untuk berpuasa. Lantas apa saja yang bisa dilakukan agar bisa mendulang pahala di bulan suci ini?
Ibadah puasa seorang perempuan otomatis batal ketika keluar haid sebelum tiba waktunya berbuka. Ia juga diharamkan berpuasa Ramadan jika masih mengalami haid.
Menyadur dari NU Online, dalam kitab Taqrib disebutkan bahwa selain diharamkan berpuasa, wanita yang sedang haid juga dilarang untuk salat, membaca Al-qur'an, menyentuh dan membawa mushaf, masuk masjid, thawaf, jima, dan bersenang-senang di sekitar organ kemaluan.
Namun mazhab Maliki memperbolehkan wanita haid membaca Alquran. Sedangkan Mazhab Hambali membolehkan wanita haid beritikaf di masjid.
Lantas, apakah itu berarti wanita tidak bisa mendulang pahala selama bulan Ramadan? Jawabannya, wanita haid tetap bisa mendapat pahala saat bulan Ramadan.
Wanita haid masih bisa mengerjakan amalan-amalan berikut untuk tetap beribadah di bulan puasa atau bulan Ramadan.
1. Mencari Ilmu
Sebuah hadis riwayat Ad-Dailami menyebut,
"Belajarlah ilmu, sesungguhnya belajar ilmu karena Allah adalah suatu bentuk ketakwaan. Mencari ilmu adalah ibadah, menelaahnya adalah tasbih, dan mengkajinya adalah jihad."
Baca Juga: Kabar Baik! Vaksin Corona Sukses Diuji Coba ke 6 Monyet Terinfeksi Covid-19
Mencari ilmu bersifat wajib faidlah. Selain bisa diniati sebagai ibadah, mencari ilmu juga memberi manfaat yang besar.
Mencari ilmu bisa dilakukan dengan membaca buku, mengikuti kajian, atau mencari bimbingan guru.
2. Berdzikir
Perempuan bisa tetap berdzikir untuk selalu mengingat Allah. Dzikir bisa dilakukan dengan mengucap tasbih, tahmid, takbir, haulawah, dan sebagainya.
Hadist riwayat Imam Bukhari menyebut bahwa Rasulullah pernah bersabda, "Perumpamaan antara orang yang dzikir pada Tuhannya dan yang tidak, seperti antra orang yang hidup dan yang mati".
Tak hanya perempuan yang sedang haid, namun umat muslim pada umumnya juga dianjurkan untuk memperbanyak berdzikir terutama di bulan Ramadan untuk meraih anugerah malam Lailatul Qadar.
3. Berdoa
Dalam sebuah hadits doa disebut sebagai mukhul ibadah (otak dari ibadah).
Doa merupakan amalan paling mudah dan memungkinkan untuk dilakukan oleh wanita yang tengah haid.
Perempuan yang sedang haid bisa membaca doa dengan menggunakan bahasa apa saja dan kapan saja.
Berdoa atau bermunajat dapat berarti mendekatkan diri kepada Allah.
4. Mendengarkan ayat Al Qur'an
Karena wanita yang sedang haid tidak diperbolehkan membaca Alquran, tapi mereka tetap boleh mendengarkan lantunan ayat suci Alquran.
Terlebih, seorang muslim bisa mendapat pahala hanya dengan mendengarkan ayat Alquran.
Seperti yang dikutpi NU Online, KH Masykur Mu'in dalam sebuah pengajian pada tahun 2015 lalu mengatakan, "Orang yang membaca dan mendengarkan Alquran keduanya sama-sama mulia."
Bagaimana dengan membaca Alqur'an? Seperti yang disebut di atas, ada perbedaan mazhab soal hukum bagi seorang wanita haid membaca Alqur'an.
Mengenai hal ini I'anatuth Thalibin menjelaskan:
"Apabila ada tujuan berdzikir saja atau berdoa, atau mencari berkah atau menjaga hafalan, atau tanpa tujuan apa pun (selama tidak berniat membaca Al-Qur'an) maka (membaca Al-Qu'an bagi perempuan haid) tidak diharamkan. Kerena ketika dijumpai suatu qarinah, maka yang dibacanya itu bukanlah Al-Qur'an kecuali jika memang dia sengaja berniat membaca Al-Qur'an. Walaupun bacaan itu seseungguhnya adalah bagian dari Al-Qur'an semisal surat al-ikhlas".
5. Beramal
Beramal bisa dilakukan dengan berbagai cara, termasuk melakukan kegiatan sosial. Di bulan Ramadan, wanita haid bisa tetap beramal meski hanya menyuguhkan sebutir kurma untuk berbuka kepada seseorang yang berpuasa.
Puasa adalah kesempatan untuk manusia berlatih merasakan kesulitan saudara-saudara sesama manusia lainnya yang dilanda lapar dan haus karena tidak mampu.
Maka, tidak ada salahnya untuk tetap membantu sesama makhluk Allah dengan beramal di bulan suci Ramadan ini.
Sumber: Artikel "Amalan-amalan Ibadah Bagi Perempuan Haid di Bulan Ramadan" oleh Mahbib.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
Terkini
-
Dedi Congor Kabur dari Wartawan Usai Diperiksa Kasus Bea Cukai, KPK: Ada Dugaan Terima Uang
-
Cak Imin Sebut Kasus Pencabulan di Pati Alarm Darurat Pesantren: Itu Kiai Palsu, Cuma Manipulasi!
-
Banjir Bone Telan Dua Korban Jiwa, Bocah 5 Tahun Tenggelam Saat Evakuasi
-
Wamendagri Wiyagus Ajak Pemda di Asia Pasifik Perkuat Sinergi Pariwisata Berkelanjutan
-
Pura-pura Mogok! Sabu 16 Kg dalam Ban Mobil Towing Terbongkar, Polda Metro Bekuk 2 Kurir di Depok
-
Filipina Mulai Ketar-ketir Efek Domino Konflik Geopolitik, Termasuk Perang AS - Iran
-
Putus Hubungan dengan WHO, Amerika Serikat Berisiko Kehilangan Jejak Penyebaran Hantavirus
-
Dukung Asta Cita Prabowo Subianto, Kodim 0623 Cilegon Ajak Pelajar Melek Ketahanan Pangan
-
Catatan Tertulis Suku Indian Navajo Tunjukkan Hantavirus Sudah Lama Mengintai Umat Manusia
-
Panas! Ade Armando Batal Maaf ke Jusuf Kalla Jika Laporan Polisi Tak Dicabut