Suara.com - Sejumlah bukti menunjukkan seekor binatang "merupakan perantara" yang menularkan virus corona dari kelelawar liar ke manusia.
Tetapi sejumlah ilmuwan mengatakan mungkin tidak akan pernah diketahui bagaimana pasien pertama terinfeksi.
Masih belum jelas juga apakah binatang perantara ini dijual di pasar binatang liar Wuhan, China.
Tetapi perdagangan satwa liar memang dipandang sebagai kemungkinan sumbernya.
Para peneliti mengatakan perdagangan tersebut menjadi sumber transmisi penyakit dari spesies ke spesies lainnya.
Hal ini yang menyebabkan munculnya wabah di masa lalu dan dipandang menjadi penyebab pandemi saat ini.
Pimpinan teknis WHO terkait Covid-19, Dr Maria Van Kerkhove, mengatakan kepada BBC: “Kami telah bersiap-siap menghadapinya, ini bukan masalah apakah akan terjadi, tetapi lebih merupakan kapan hal ini akan terjadi.”
Berpindah karena luapan
Ahli penyakit menular sepakat, sama seperti kebanyakan penyakit manusia, virus ini pada mulanya meloncat tanpa diketahui, melintasi batas spesies.
Baca Juga: Cabuli Anak Temannya Hingga Hamil 4 Bulan, Seorang Lansia Ditangkap Polisi
Prof Andrew Cunningham, dari Zoological Society of London, menjelaskan: “Kami sebenarnya selama beberapa waktu telah memperkirakan hal ini akan terjadi.
"Berbagai penyakit ini lebih sering muncul dalam beberapa tahun terakhir, karena manusia merambah ke habitat liar dan terjadi peningkatan kontak serta penggunaan binatang liar oleh manusia.”
Virus yang menyebabkan Covid-19 sama sekali bukanlah kasus pertama virus corona.
Sebelumnya sudah terdapat virus seperti Ebola, rabies, Sars dan Mers – yang berasal dari populasi kelelawar liar.
Sejumlah bukti terkait virus kelelawar dan kemampuannya dalam menginfeksi manusia, memang berasal dari pencarian sumber wabah Sars.
Virus dapat menginfeksi tempat tinggal baru karena kemampuannya “membuka kunci” dan memasuki sel sehingga terjadi replikasi.
Berita Terkait
-
Cek Fakta: Benarkah Hantavirus Disebabkan Efek Samping Vaksin Covid-19 Pfizer?
-
Drama China Love Between Lines: Dimulai dari Permainan, Menjadi Perasaan
-
Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China
-
Jika Impor Baja China Dibiarkan, Penutupan PT Krakatau Osaka Steel Akan Disusul Perusahaan Lain
-
Viral Cuitan 2022 yang Singgung Hantavirus 2026, Disebut Prediksi Masa Depan
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- Promo Alfamart Hari Ini 7 Mei 2026, Body Care Fair Diskon hingga 40 Persen
- 5 Pilihan HP Android Kamera Stabil untuk Hasil Video Minim Jitter Mei 2026, Terbaik di Kelasnya
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Fakta Sarang Judi Online Internasional di Hayam Wuruk: Kelola 75 Situs Haram!
-
Aksi Bersih Pantai di Kepulauan Seribu Berhasil Kumpulkan Hampir 1 Ton Sampah Plastik
-
Menlu: Prabowo Tekankan Jalur Dialog Atasi Konflik Perbatasan Myanmar di KTT ASEAN
-
Ribuan Hektare Sawah Terdampak Bencana Mulai Ditanami Kembali
-
Tragis! ILRC Temukan 20 Kasus Femisida di 2025, Korban Banyak Dibunuh Pasangan
-
Bareskrim Gerebek Markas Judi Online Internasional di Hayam Wuruk, 321 WNA Ditangkap
-
Prabowo Tinjau Kampung Nelayan Merah Putih di Gorontalo, Sapa Warga dari Atas Maung
-
Mau Penghasilan Pencari Ikan Meningkat, Prabowo Targetkan 1.386 Ribu Kampung Nelayan Tahun Ini
-
Bakar Semangat Mahasiswa UI, Afi Kalla: Industri Besar Mulai dari Garasi
-
Markas Judi Online Lintas Negara di Hayam Wuruk Digerebek, Polisi Sita Banyak Barang Bukti