Suara.com - Sebuah kejadian unik terjadi saat pertemuan di Parlemen Canberra. Sebenarnya kejadian biasa, namun menjadi perhatian ketika terjadi di tengah pandemi Covid-19.
Bendahara Federal Australia, Josh Frydenberg, mengalami batuk-batuk saat memberi informasi terbaru tentang kondisi ekonomi di Parlemen di Canberra.
Menyadur BBC News, akibat batuk tersebut, pidato yang semula diperkirakan 15 menit menjadi 30 menit. Akibat batuk tersebut sampai menyebabkan suaranya hilang sesaat.
Dia mengambil beberapa teguk air sambil berdiri di depan meja namun terus batuk selama satu menit. Bahkan dia sampai menyeka air matanya sambil bercanda: "Maaf, pidato terlalu lama"
Mendengar lelucon tentang pidato yang terlalu lama memicu tawa Perdana Menteri, Scott Morrison, yang duduk di sebelah bendahara.
Dikutip dari ABC News, setelah kejadian batuk di ruang parlemen tersebut, Josh Frydenberg telah diuji Covid-19. Dia percaya itu hanya batuk kering tetapi sedang diuji sebagai pencegahan.
"Setelah rapat, saya meminta saran dari Wakil Kepala Medis yang menasihati saya bahwa... sebuah kebijaksanaan jika saya dites Covid-19," kata Frydenberg dikutip dari ABC News.
"Setelah menerima sarannya, saya segera meninggalkan Gedung Parlemen untuk dites dan akan menunggu hasilnya secara terpisah." tambahnya.
Ini adalah kedua kalinya sang Bendahara telah dites Covid-19. Yang pertama adalah pada bulan Maret ketika ia mengalami gejala seperti pilek setelah kembali dari Arab Saudi, hasilnya negatif.
Baca Juga: Pembatasan Dilonggarkan, Anak-anak Australia Mulai Masuk Sekolah
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
Terkini
-
Terancam 5 Tahun Bui Tapi Tak Ditahan, Eggi Sudjana: Ada 'Tangan' Politik di Kasus Roy Suryo!
-
Ancol Kaji Hapus Tiket Per Orang, Siapkan Skema 'Special Zone' Berbasis Parkir
-
Tok! Bos BJU Divonis 8 Tahun Penjara di Kasus Korupsi LPEI
-
Saling Dorong di Depan DPR! Polisi Paksa Padamkan Simbol 'Kematian' Pemerintah Milik Mahasiswa
-
Karangan Bunga Hitam Putih KDM di HUT Jakarta Curi Perhatian, Ketua DPRD DKI: Unik
-
DPR Bukan Tukang 'Stempel' Pemerintah! Saan Mustopa Kalim Fungsi Kontrol Parlemen Tetap Tajam
-
Parkir Cawang Tak Dilarang Total, Sudinhub: Kami Tindak yang Bandel!
-
Bukan Merendahkan, Wamenaker Ungkap Alasan Batasi Aturan Outsourcing di 4 Jenis Pekerjaan
-
Sasar 5 Provinsi, Program Lanskap Berkelanjutan Targetkan Konservasi Jutaan Hektare Kawasan
-
Muktamar PBNU dan Gertakan Cak Imin: Siapa yang Dianggap 'Main-main'?