Pagebluk ini muncul secara berkala dan mencapai puncaknya pada masa Kekaisaran Bizantium. Untuk itu, wabah ini pun dinamai sesuai dengan nama kaisar yakni Kaisar Biziantium Justinia.
Sang kaisar sempat terjangkit wabah ini namun berhasil sembuh. Tapi wilayah kerjaan lama kelamaan tergerus akibat wabah ini. Diperkirakan, wabah ini telah menewaskan 10 persen populasi dunia.
6. Black Death (1346-1353)
Wabah yang disebabkan oleh kutu pada tikus yang terinfeksi ini menyerang warga Asia hingga Eropa. Akibatnya, menewaskan setengah populasi dari Eropa saat itu.
Black death membawa perubahan kehidupan Eropa terutama untuk sisi ketenagakerjaan. Upah tenaga kerja naik karena berkurangnya populasi, hingga berakhirnya sistem berpudakan di Eropa.
7. Epidemi Cocolizti (1545-1548)
Cocoliztli berasal dari bahasa Aztec yang berarti hama. Wabah ini sejenis penyakit demam berdarah yang telah menewaskan 15 juta penduduk Meksiko dan Amerika Tengah.
Dalam studi terbaru yang meneliti DNA dari kerangka korban Cocolizti, menemukan bahwa penyakit ini menyebabkan demam enterik, yakni demam tinggi yang disusul dengan dehidrasi dan masalah pencernaan.
8. Wabah Amerika (Abad ke-16)
Baca Juga: Ombudsman RI Terima 387 Aduan Minimnya Pelayanan Publik Selama Corona
Pagebluk dengan penyakit sejenis cacar yang dibawa oleh penjelajah Eropa ini, menyerang masyarakat Amerika dan menewaskan 90 persen populasi asli bumi bagian barat.
Wabah Amerika memuluskan pergerakan Spanyol dalam menyerang Inca dan Aztec. Akibatnya, peradaban kedua suku ini pun berakhir.
9. Wabah Besar London (1665-1666)
Wabah yang berasal dari kutu pada tikus yang terinfeksi ini menyerang Inggris selama berbulan-bulan sejak April 1665. Hingg akhir wabah, sekitar 100.000 warga Inggris tewas.
Selanjutnya pada 2 September 1666, wabah ini memicu kebakaran besar di Londo yang berlangsung selama 4 hari dan meluluhlantahkan sebagian besar kota.
10. Wabah Besar Marseille (1720-1723)
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 HP Helio G99 Termurah di Awal Tahun 2026, Anti Lemot
- 6 Rekomendasi HP OPPO Murah dengan Performa Cepat, RAM 8 GB Mulai Rp2 Jutaan
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
Pilihan
-
QRIS Jadi 'Alat Bantu' Judi Online: Mengapa Sistem Pembayaran BI Ini Rentan Disalahgunakan?
-
Klaim Pakai Teknologi Canggih, Properti PIK2 Milik Aguan Banjir
-
6 HP Murah dengan Kamera Terbaik Januari 2026, Harga Mulai 2 Jutaan
-
Cek Fakta: Yaqut Cholil Qoumas Minta KPK Periksa Jokowi karena Uang Kuota Haji, Ini Faktanya
-
Kontroversi Grok AI dan Ancaman Kekerasan Berbasis Gender di Ruang Digital
Terkini
-
Gus Ipul Berkelakar soal Khofifah: Tiga Kali Pilgub Lawannya Sama, Bergantian Jadi Mensos
-
Waspada Banjir di Puncak Musim Hujan, Ini 5 Hal Penting yang Wajib Disiapkan
-
Rismon Siap Buka-bukaan di Sidang KIP Besok: Sebut Ijazah Gibran Tak Penuhi Dua Syarat Krusial
-
Tepis Isu Perpecahan Kabinet, Prabowo: Jangan Percaya Analisis Orang Sok Pintar di Medsos!
-
Kisah Warga Cilandak Timur Hadapi Banjir di Balik Tanggul Anyar
-
Megawati Hadiri Penutupan Rakernas I PDIP, Sampaikan Arahan dan Rekomendasi Partai
-
BNI Dukung Danantara Serahkan 600 Hunian Layak Pascabencana di Aceh Tamiang
-
Nota Perlawanan Kasus Dugaan Korupsi Chromebook Ditolak, Nadiem Makarim: Saya Kecewa
-
Gaji ASN Pemprov Gorontalo Macet, Gubernur Gusnar Ismail Sampaikan Permohonan Maaf
-
Terjebak Tiga Hari di Tengah Ancaman OPM, 18 Karyawan Freeport Dievakuasi TNI