Suara.com - Yulianus Kores Dimara, putra pahlawan nasional asal Papua, Johannes Abraham Dimara kini mendapatkan penanganan maksimal setelah diterima di RSPAD Jakarta. Padahal sebelumnya, ia sempat ditolak beberapa rumah sakit karena dianggap sudah tidak mungkin mendapatkan perawatan.
Tidak banyak orang yang tahu, bila Yulianus Kores Dimara saat ini hidup dengan kondisi tubuh yang tinggal tulang dibalut kulit saja. Tubuhnya digerogoti oleh penyakit yang diidapnya yakni TBC.
Kondisi Yulianus Kores Dimara kemudian viral usai diunggah oleh artis dan juga kawannya, Zack Lee melalui akun Instagramnya. Setelah informasinya menyebar, bala bantuan pun datang.
Yulianus Kores Dimara dijemput di tempat kost yang terletak di kawasan Cipulir, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Dirinya sempat ditolak oleh sejumlah rumah sakit, namun akhirnya ada RSPAD Jakarta yang mau merawatnya.
Mulai dari Kodam XVII/Cenderawasih hingga Ketua Umum Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) Diaz Hendropriyono ikut membantu Yulianus Kores Dimara. Diaz Hendropriyono bahkan turut menjenguknya di RSPAD Jakarta untuk melihat kondisi lelkia itu.
Tampak dari foto yang diterima, Yulianus Kores Dimara terbaring dengan selang yang dipasangkan ke mulutnya.
"Kami sangat menghormati jasa-jasa Pahlawan Nasional serta memperhatikan nasib keluarga mereka. Untuk itu PKPI akan terus memberikan bantuan maksimal dan memonitor perkembangan Pak Kores," kata Diaz Hendropriyono dalam keterangan tertulisnya, Kamis (14/5/2020) malam.
Sebagai bentuk tanggung jawab, Diaz Hendropriyono bahkan menerjunkan beberapa kadernya untuk menjaga Yulianus Kores Dimara apabila sewaktu-waktu dibutuhkan. Dirinya menjamin kalau pihaknya akan memberikan bantuan semaksimal mungkin untuk Yulianus Kores Dimara dapat pulih kembali.
Sebelumnya, kondisi Yulianus Kores Dimara diungkap oleh aktor Indonesia, Zack Lee melalui unggahan Instagramnya pada Selasa (12/5/2020).
Baca Juga: Satu Hasil Tes Reaktif Corona, 214 ABK Diboyong ke RSD Wisma Atlet
Tubuh Yulianus Kores Dimara terlihat kurus kering seolah hanya kulit yang menyelimuti tulangnya. Ia hanya bisa duduk di kursi roda atau berbaring di tempat tidurnya.
Menurut Zack Lee, Yulianus Kores Dimara juga tengah menderita penyakit yang cukup parah. Sehingga memerlukan uluran bantuan.
"Kores adalah temen baik kita yang kalau pernah atau sering ke Blok M pasti mengenal dia. Orang yang begitu baik dan selalu ceria," tulis Zack Lee.
Yulianus Kores Dimara adalah anak dari Pahlawan Nasional Indonesia asal Papua, Johannes Abraham Dimara.
Johannes Abraham Dimara lahir di Biak Utara, Papua pada 16 April 1916. Ia turut serta dalam memperjuangkan pembebasan wilayah Irian Barat dan diangkat menjadi Ketua Organisasi Pembebasan Irian Barat (OPI).
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- 5 Sepatu Running Lokal yang Anti Licin dan Senyaman Skechers, Harga Cuma Rp200 Ribuan
- 8 Sunscreen di Indomaret untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 7 Pilihan HP Murah Terbaik Harga 1 Jutaan Juli 2026: NFC hingga Baterai 7000 mAh
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 2 Juli 2026, Ada Kuda hingga Anjing
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Penguatan Fiskal hingga Digitalisasi Layanan Masuk 10 Rekomendasi untuk Kota di Indonesia
-
Bukan Provokasi, Boikot Pajak Dinilai jadi Hak Pembangkangan Sipil
-
Minta Bantuan Dana Parpol Naik, ICW Tantang Partai Buka Laporan Keuangan
-
Perludem Usul Sistem e-Banpol, Publik Bisa Pantau Penggunaan Dana Partai Secara Real-Time
-
Vonis Seumur Hidup untuk Priyo, Eksekutor Keji yang Habisi 5 Nyawa di Indramayu
-
Korban Penyekapan 3 Tahun Bakal Jalani Operasi Bertahap, Begini Kondisinya Kini
-
Bayar Rp200 Ribu Sebulan Bisa Naik Transjakarta Setiap Hari? Begini Skemanya
-
PBNU Masih Survei Lokasi Muktamar ke-35 NU, Persiapan Teknis Terus Dikebut
-
'Daripada Liburan Mending Melawan', Ibu-ibu di Jogja Geruduk Bundaran UGM Gugat Kebijakan Korup
-
Dalami Amplop dari Bupati Kuansing, KPK Buka Peluang Periksa Menhut Raja Juli