Suara.com - Abu Nawas menjadi salah satu sosok populer dalam sejarah Islam. Ia dikenal sebagai penyair yang cerdik sekaligus jenaka.
Semasa hidupnya Abu Nawas juga dekat dengan raja dan pemerintahan. Ia adalah seorang sufi yang sering memberikan pertuh penuh hikmah yang dipercaya oleh masyarakat.
Sebagai penyair terkenal di zaman Bani Abbasiyah, Abu Nawas yang memiliki nama asli Abu Ali Alhasan bin Hani Alhakimi telah mewariskan beragam karangan yang sampai sekarang dihayati umat muslim.
Dikutip dari harakah.id --jaringan Suara.com, Hilmy Firdausy mengatakan salah satu karangan terkenal Abu Nawas adalah syair Illahi Lastu.
Syair tersebut dianggap sebagai rayuan maut yang ditulis Abu Nawas kepada Tuhan sebagai tanda pertaubatannya.
Bukan tanpa sebab, beberapa ahli menyebutkan, dahulu selain dikenal sebagai pujangga besar, Abu Nawas juga memiliki sisi gelap yakni suka mabuk-mabukan dan main wanita.
Di akhir hayatnya, Abu Nawas kemudian disebut menulis syair Illahi Lastu, yang isinya berisi permohonan supaya Tuhan mengampuni dosa-dosanya.
Berikut bunyi syair Illahi Lastu.
Ilaahii lastu lil firdausi ahlaan. Wa laa aqwaa 'alaa naaril jahiimi. Fa hablii taubatan waghfir zunuubii. Fa innaka ghaafirudzdzambil zhiimi. Dzunuubii mitslu a’daadir rimaali. Fa hablii taubata' yaa dzaaljalaali. Wa ‘umrii naaqishun fii kulli yaumi wa dzambii zaa-idun kaifah timaali.
Baca Juga: Habib Bahar bin Smith Dapat Asimilasi, Bebas dari Penjara Hari Ini
Artinya: Tuhanku, Aku tak layak menjadi penghuni Firdaus. Dan juga tak kuat menghadapi api Neraka Jahim. Maka terimalah taubat dan ampuni dosaku. Karena Engkau adalah Maha pengampun dosa. Dosaku bertebaran layaknya pasir. Terimalah taubatku wahai Dzat yang penuh keagungan. Tiap hari umurku terus berkurang. Sedangkan dosaku terus bertambah; bagaimana aku akan memikulnya?
Kekinian, syair Abu Nawa ini terus dibaca oleh umat Islam khsusnya di Indonesia. Bahkan di Pulau Jawa bagian timur, syair Abu Nawas dibacakan setelah selesai saat Jumat karena mengandung unsur makna yang dalam terkait ketidakberdayaan seorang hamba di hadapan Tuhannya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- 7 Lukisan Pembawa Hoki Menurut Feng Shui untuk Dipajang di Ruang Tamu
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- 12 Sepeda Gunung United Detroit Lengkap dengan Harga dan Spesifikasinya
- 5 Rekomendasi Rice Cooker Digital, Nasi Tetap Pulen hingga 48 Jam
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
3 Shio Paling Beruntung Pekan Ini, Ketiban Rezeki dan Kesuksesan Mulai 10 Agustus 2026
-
Teks Dasa Darma dan Tri Satya Pramuka, Lengkap dengan Tips Mudah Menghafalnya
-
Jatuh dari Tongkang di Sungai Baung OKI, Dua Korban Ditemukan Meninggal
-
Karhutla Dekati Runway Bandara Atung Bungsu, Penerbangan Pagar Alam Masih Normal?
-
Baru 2 Hari Direhab, Anak Mantan DPRD Muratara Kabur Usai Dobrak Pintu Yayasan
-
Program Cetak Sawah Berhadapan dengan Karhutla, Api Membakar Lahan di Muara Enim
-
Kebakaran Bromo Meluas hingga 520 Hektare, Destinasi Wisata Probolinggo Disebut Masih Aman
-
Pernah Jadi Anak Buah Nadiem, Pakar Minta Kejagung Ganti Jaksa Chatarina di Kasus Eks Jampidsus
-
Puluhan Kios di Bawah Jembatan Babat Terbakar, Polisi Selidiki Dugaan Pembakaran Sampah
-
30 Ribu Kopdes Merah Putih Dikebut Sebelum 17 Agustus, Siapa yang Akan Mengelola?