Suara.com - NF (15) gadis pembunuh bocah berusia 5 tahun berinisial AP di Sawah Besar, Jakarta Pusat ternyata memiliki sederet masa kelam dalam hidupnya. Aksi keji NF dinilai sebagai pelampiasan emosi yang tidak terkontrol.
Dirjen Rehabilitasi Sosial Kementerian Sosial Harry Hikmat mengungkapkan, bahwa NF telah menjadi korban pemerkosaan sejak Agustus 2019 hingga Februari 2020 oleh tiga orang dekatnya.
Menurut keterangan NF dalam proses rehabilitasi di Balai Rehabilitasi Anak Handayani, Bambu Apus, Jakarta Timur, Harry merinci NF telah diperkosa oleh pamannya berinisial F (42) sebanyak 9 kali, pamannya R (27) sebanyak 4 kali, dan 3 kali oleh pacarnya A (20).
"Dua pamannya F dan R yang pertama itu dari bulan Agustus tahun lalu, mereka kan tinggal serumah di lantai dua, itu tidak terlindungi, tidak pernah dikunci pintunya, itu pelecehan seksualnya sudah 4 kali oleh si F, sama R sembilan kali, itu Agustus sampai Februari. Pacarnya A itu mulai Februari sudah tiga kali berhubungan dengan kelainan seksual yang pakai gesper, diiket, pakai lilin," kata Harry kepada Suara.com, Selasa (19/5/2020).
Harry menyebut keterangan ini masih keterangan sepihak, sehingga perlu didalami oleh pihak kepolisian dan kejaksaan melalui sidang. Sebab ketiganya sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh Polres Sawah Besar.
Ketiga peristiwa kelam ini dianggap Harry sebagai faktor dominan yang membuat NF tega melakukan aksi keji terhadap APA, bocah 5 tahun yang merupakan tetangganya sendiri.
"Menurut psikolog itu displacement, pengalihan sasaran, dia memendam keresahan, kebencian, depresi, stress, tidak bisa terungkap," ucapnya.
Terkait pernikahan kedua ayahnya dengan ibu tirinya saat NF berusia 6 tahun, Harry menyebut NF tidak merasa keberatan. Bahkan dia tidak mau menceritakan perkosaan itu ke kedua orang tuanya, sebab takut hubungan baru mereka terganggu.
"Dia menerima ibu tirinya, justru dia khawatir kalau nanti dia ceritain takutnya bapaknya bermasalah dengan ibunya, jadi lebih baik menderita memendam semua persoalan," katanya.
Baca Juga: Ngobrol Tanpa Masker Tularkan Corona, NF Slenderman Diduga Korban Masokis
Akibat peristiwa kelam itu, NF kini dikabarkan tengah hamil dengan usia kandungan 3,5 bulan, dia dirawat oleh pekerja sosial, psikolog, dan puskesmas untuk menjaga bayinya tetap sehat di Balai Rehabilitasi Anak Handayani.
Diketahui NF memantik perhatian khalayak setelah membunuh bocah 5 tahun berinisial APA, di kediamannya di Sawah Besar, Jakarta Pusat, pukul 16.00 WIB, Kamis, 5 Maret 2020. Dia kemudian menyerahkan diri kepada polisi, Jumat, 6 Maret 2020. NF dijerat Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.
Dari hasil penggeledahan polisi di rumah tersangka, selain menemukan mayat korban di dalam lemari pakaian, polisi juga mendapati sejumlah gambar kartun yang digambar oleh pelaku. Beberapa tokoh yang digambar dari Slenderman hingga gambar-gambar dan tulisan yang menggambarkan penyiksaan.
Berita Terkait
-
Belajar dari Kasus NF, KPAI: Orang Tua Wajib Dampingi Anak saat Pubertas
-
Terpopuler: Mengenal Masokis, Virus Corona Menyebar Cepat di Restoran
-
Beredar Isi Chat Diduga NF Dapat Perlakuan Masokis, Dicekik, Ditetesi Lilin
-
Ngobrol Tanpa Masker Tularkan Corona, NF Slenderman Diduga Korban Masokis
-
Beredar Isi Percakapan Diduga NF Dapat Perlakuan Masokis dari Kekasih
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- HP yang Awet Merek Apa? Ini 6 Rekomendasi Terbaik dengan Performa Kencang
Pilihan
-
Iran Klaim 200 Tentara Musuh Tewas, Ali Khamenei Masih Hidup
-
Israel Klaim Ali Khamenei Tewas, Menlu Iran: Ayatollah Masih Hidup
-
Jenderal Iran: Trump Harus Tahu, Hari Ini Kami Baru Tembakkan Rudal Stok Lama
-
Israel Klaim Menhan Iran dan Komandan Garda Revolusi Tewas, Nasib Khamenei Masih Misterius
-
Menlu Iran: Demi Allah! Kami Akan Balas Kematian 51 Siswi SD yang Dibantai Israel - AS
Terkini
-
Marcella Santoso Mengaku Korban Mafia Peradilan, Penegak Hukum Minta Uang ke Anak Buah
-
Iran Klaim 200 Tentara Musuh Tewas, Ali Khamenei Masih Hidup
-
Israel Klaim Ali Khamenei Tewas, Menlu Iran: Ayatollah Masih Hidup
-
Iran Serang Ibu Kota Arab Saudi
-
Iran Meradang 70 Pelajar Jadi Korban, di Negara Timur Tengah Mana AS 'Parkir' Kendaraan Militer?
-
Biang Kerok Perang Pakistan vs Afghanistan, Tehreek-e-Taliban Pakistan Didanai Siapa?
-
Pramono Anung Ingin Pasang CCTV di Hutan Kota Cawang Usai Laporan Penyalahgunaan Fasilitas Publik
-
Pramono Anung Waspadai Dampak Serangan AS-Israel ke Iran: Harga Barang di Jakarta Bisa Melonjak
-
Jenderal Iran: Trump Harus Tahu, Hari Ini Kami Baru Tembakkan Rudal Stok Lama
-
Israel Klaim Menhan Iran dan Komandan Garda Revolusi Tewas, Nasib Khamenei Masih Misterius