Suara.com - Seorang laki-laki asal Coff Harbour, New South Wales, harus membayar denda sebanyak 550 dolar Australia atau setara dengan Rp 5,3 juta setelah membuat prank terkait Covid-19 di depan petugas polisi.
Menyadur ABC, William West melakukan prank dengan berpura-pura terinfeksi virus corona dan sengaja batuk di depan seorang polisi berusia 71 tahun.
West ditahan oleh kepolisian setempat dengan tuduhan memberikan infromasi palsu dan menolak atau menghalangi seorang petugas polisi dalam melaksanakan tugas mereka.
Dalam persidangan yang diadakan Selasa (19/5), West mengaku bersalah atas dua tuduhan tersebut.
Hakim Ian Rodgers mendatakan tindakan pria berusai 21 tahun ini memicu rasa takut dan bingung serta meningkatkan kecemasan soal Covid-19.
"Ini adalah kasus yang pada kenyataannya tidak pernah menjadi prank atau lelucon, ini sebenarnya merupakan kejahatan yang serius," ujar Rodgers.
Rodgers menambahkan, petugas polisi yang terkena prank West, harus menjalani cuti stres selama enam minggu. Belum lagi jika dilihat dari usia, petugas ini termasuk rentan terinfeksi virus corona.
"Tidak diragukan lagi tingkat kesulitan dari insiden ini akan sangat berdampak (pada korban)," imbuh Rodgers.
Belum lagi perbuatan West dalam mengunggah video kelakuannya ke media sosial, semakin memperburuk pelanggaran yang dilakukan West.
Baca Juga: Pandemi Corona, Pemuda Ini Gelar Pesta Pernikahan Adat di Game GTA
"Kedua tindakan ini sangat tercela. Perilaku yang benar-benar mengerikan," tegas hakim.
Majelis hakim juga menolak permohonan keringanan hukuman yang diajukan oleh pengacara West, Carty, di mana disebutkan pelaku memiliki masalah kesehatan mental dan memiliki latar belakang dari keluarga yang kurang beruntung.
Selain denda, West juga dijatuhi hukuman untuk menjalani koreksi intensif selama 15 bulan dan melakukan pelayanan masyarakat selama 200 jam.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Rekomendasi Sepatu Jalan Kaki dengan Sol Karet Anti Slip Terbaik, Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas di Bawah 60 Juta, Pilihan Terbaik per Januari 2026
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
Pilihan
-
Purbaya Merasa "Tertampar" Usai Kena Sindir Prabowo
-
Darurat Judi Online! OJK Blokir 31.382 Rekening Bank, Angka Terus Meroket di Awal 2026
-
Sita Si Buruh Belia: Upah Minim dan Harapan yang Dijahit Perlahan
-
Investor Besar Tak Ada Jaminan, Pinjol Milik Grup Astra Resmi Gulung Tikar
-
5 HP Infinix Memori 256 GB Paling Murah untuk Gaming Lancar dan Simpan Foto Lega
Terkini
-
Tragedi Maut KLM Putri Sakinah, Nakhoda dan ABK Resmi Jadi Tersangka Tewasnya 4 WNA
-
PDIP Gelar HUT ke-53 dan Rakernas di Ancol, Tegaskan Posisi sebagai Partai Penyeimbang
-
PDIP Kecam Pelaporan Terhadap Pandji ke Polisi: Bentuk Intimidasi dan Pembungkaman Suara Rakyat
-
KPK Periksa Eks Kajari Bekasi Kasus Suap Ijon Proyek Bupati Ade Kuswara
-
MBG Kembali Digulirkan, Ini Catatan Kritis JPPI Soal Arah Pendidikan
-
Gubernur Pramono Targetkan PAM Jaya IPO di 2027 dan Layani 100 Persen Warga pada 2029
-
Polda Hentikan Penyelidikan Kematian Diplomat Arya Daru, Keluarga Protes Alasan Polisi
-
Pria di Depok Tewas Ditusuk Saat Tertidur Pulas, Pelaku Teriak 'Gua Orang Lampung'
-
Integrasi Transportasi Terhambat, Pemprov DKI Sebut Pemda Depok dan Bekasi Tak Punya Anggaran
-
Pandji Pragiwaksono Dilaporkan ke Polisi Terkait Dugaan Penistaan Agama dalam Materi 'Mens Rea'